Edukasi keuangan OJK Surakarta sasar belasan ribu orang selama 2023

Finansial22 Dilihat

IDN Bisnis pada Januari-November 2023 OJK Surakarta telah melaksanakan sebanyak 72 kegiatan edukasi lalu literasi dengan total 17.552 peserta

Solo – Edukasi keuangan yang mana dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta telah menyasar untuk belasan ribu orang selama tahun 2023.

Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto di area Solo, Jawa Tengah, Jumat, mengungkapkan pada Januari-November 2023 OJK Surakarta telah melaksanakan sebanyak 72 kegiatan edukasi serta literasi dengan total 17.552 peserta.

Ia menyatakan para partisipan ini berasal dari pelajar, mahasiswa, pelaku usaha mikro kecil.dan menengah (UMKM), kelompok wanita kemudian publik umum di tempat wilayah Solo Raya.

"Pada periode bulan November 2023, salah satunya diadakan kolaborasi penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi lalu Edukasi Pasar Modal Terpadu Tahun 2023 dengan Lingkup Pengawasan Bidang Pasar Modal (BPSPM) OJK melalui sosialisasi alternatif pendanaan UMKM melalui 'securities crowdfunding'," katanya.

Selain itu, juga diselenggarakan sosialisasi terhadap komunitas lokal perempuan terkait pengenalan penanaman modal cerdas di tempat lingkungan ekonomi modal juga sosialisasi bursa modal sebagai alternatif sumber pendanaan perusahaan atau melalui penawaran umum perdana atau IPO 

"Kami juga ada kuliah umum terhadap civitas akademika di dalam perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman warga khususnya dalam Perkotaan Surakarta terhadap sektor bursa modal dalam Indonesia," katanya.

Sementara itu, dari sisi proteksi konsumen, dikatakannya, Kantor OJK Surakarta sudah ada menerima sebanyak 318 layanan pengaduan konsumen yang mana diadakan secara daring melalui aplikasi mobile portal proteksi konsumen (APPK) juga melalui surat resmi ke OJK Solo.

"Dari jumlah keseluruhan layanan tersebut, 218 pengaduan atau 69 persen merupakan layanan dari sektor perbankan dengan layanan pengaduan kredit sebanyak 132 pengaduan atau 42 persen dengan status selesai dan juga telah terjadi ditindaklanjuti oleh PUJK terkait," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menerima sebanyak 474 layanan pengaduan 'walk in' yang dimaksud sebagian besar merupakan pengaduan perbankan sebanyak 136 pengaduan, pinjaman daring 121 pengaduan kemudian perbuatan penipuan 93 pengaduan.

"Untuk layanan permintaan sistem layanan informasi keuangan (SLIK) sampai dengan periode November 2023 sebanyak 6.015 layanan," katanya.

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *