Erick Thohir targetkan BUMN setor dividen Rp85 triliun di area tahun 2024

Finansial71 Dilihat

IDN Bisnis pertama kami mau genjot, saya lihat track record-nya bagus

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki target seluruh korporasi milik negara bisa saja memberikan dividen atau keuntungan sebanyak Rp85 triliun di area tahun 2024.

Ia menyatakan target yang dimaksud bisa saja terlaksana mengingat capaian kinerja BUMN sudah ada baik di area tahun sebelumnya.

"Target Rp85 triliun, pertama kami mau genjot, saya lihat track record-nya bagus," kata Erick pada acara BUMN Next-Gen di area Jakarta, Selasa.

Menteri BUMN mengungkapkan walaupun capaian kinerja dari perusahaan milik negara sudah ada cukup baik, namun harus mewaspadai dinamika global.

Ia menilai ketidakpastian situasi urusan politik global juga perekonomian dunia bisa jadi mempengaruhi keuntungan yang digunakan diberikan BUMN terhadap perekonomian nasional.

"Saya minta benar-benar waspada oleh sebab itu juga pasti impact yang mana terjadi dalam Laut Merah, di dalam situasi lain juga pasti ada impact-nya dalam Indonesia," ujarnya.

Selain memberikan sumbangan terhadap perekonomian nasional melalui dividen, BUMN juga memberikan komitmen untuk berkontribusi terhadap publik sekitar, seperti halnya menyediakan sentra vaksinasi gratis bagi penduduk pada masa pandemi COVID-19.

Lebih lanjut di sambutannya Erick mengatakan, ketika ini akumulasi total aset yang tersebut dimiliki BUMN mencapai Rp10 ribu triliun, dengan estimasi laba yang digunakan diperoleh sebanyak Rp250 triliun.

"Kami telah melakukan perubahan struktural yang mana luar biasa, kita sanggup lihat data-data dulu aset kami itu Rp6 ribu triliun di waktu 3,5 tahun aset kami telah Rp10 ribu triliun,ini luar biasa," katanya.

Dirinya mengungkapkan pada tahun 2023 seluruh korporasi negara telah lama menghasilkan kembali keuntungan tertinggi sepanjang sejarah BUMN didirikan, yakni menyentuh bilangan Rp81,1 triliun

"Dividen yang kita berikan ke negara itu tertinggi sepanjang sejarah Rp81,1 triliun," katanya.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *