Geser China, Permintaan Minyak India Bakal Mendominasi di 7 Tahun ke Depan

Bisnis20 Dilihat

IDN Bisnis JAKARTA – Laporan terbaru International Energy Agency (IEA) atau Badan Daya Internasional menyebutkan, India akan menjadi pendorong utama permintaan minyak dunia terbesar selama 7 tahun ke depan. Diperkirakan, permintaan minyak India akan meningkat 1,2 jt barel per hari hingga 2030.

Hal itu akan membentuk sekitar sepertiga dari total yang diproyeksikan selama periode tersebut. India sendiri telah menjadi importir bersih minyak mentah terbesar kedua di tempat dunia pada tahun 2023.

“India akan menjadi sumber terbesar peningkatan permintaan minyak global antara sekarang serta 2030, sementara peningkatan di dalam negara maju lalu China awalnya melambat dan juga kemudian berbalik pada proyeksi kami,” kata laporan IEA.

Pergeseran ini terjadi seiring dengan dunia usaha India yang digunakan terus tumbuh, dengan dengan populasi lalu demografinya. Ekspansi lapangan usaha besar-besaran di dalam India juga merupakan pertanda melonjaknya permintaan minyak – hingga 2030.

Sektor yang dimaksud diperkirakan akan menyumbang sekitar setengah dari kenaikan permintaan minyak India lalu lebih tinggi dari seperenam dari total perkembangan permintaan minyak global.

Sementara itu sektor ekonomi China berjalan ke arah berlawanan. Pertumbuhan pasca-Covid Beijing yang dimaksud tertekan kemudian gejolak sektor properti telah dilakukan menjadi pukulan telak bagi bursa sahamnya. Pihak yang Berinvestasi asing juga telah dilakukan melarikan diri dari pasar.

Tetapi pada luar penguatan ekonomi, perkembangan permintaan minyak India juga merupakan gejala dari krisis energi global, IEA mencatat, negara-negara di tempat seluruh dunia telah lama didorong untuk memprioritaskan keamanan energi.

Kekhawatiran itu adalah hambatan besar bagi India, negara yang digunakan sangat bergantung pada impor minyak. Dimana mereka hanya saja menghasilkan kembali 13% dari permintaan pasokannya.

Pemerintah India sudah mengucurkan dana besar ke sektor penyulingan untuk mengantisipasi permintaan yang mana melonjak. Negara ini diperkirakan akan menambah sekitar 1 jt barel per hari untuk kapasitas penyulingan kilang baru pada tahun 2030, lebih lanjut berbagai daripada negara lain selain China.

Menurut IEA, permintaan minyak India akan lebih banyak kuat – sekitar 480 kilo barel per hari – jikalau tidak lantaran penanaman modal merekan pada transisi energi.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *