Hampir Bangkrut, BRI Klaster Hidupku Bawa Usaha Hal ini Bangkit

Entrepreneur11 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Klaster Usaha Mandiri Makmur Lampung menjadi sumber utama mata pencaharian warga selama bertahun-tahun. Tidak cuma itu, senyum sumringah terlihat jelas di area wajah para peternak Klaster Usaha Mandiri Makmur Lampung.

Namun, tidak ada semuanya berjalan dengan mulus. Pandemi yang mana terjadi pada 2020 lalu, hampir mematikan usaha para peternak kecil yang mana berada di dalam wilayah Wilayah Sukadana, Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur ini. Tantangan inilah yang kemudian menciptakan sebagian warga berinisiatif untuk menimbulkan sebuah kelompok usaha.

Hal ini sesuai dengan yang mana diceritakan oleh Edi Widianto (41), Sekretaris Klaster Mandiri Makmur. Edi bercerita bahwa pada waktu itu para peternak kecil yang digunakan ada pada daerahnya mengalami kesulitan di memasarkan telur hasil ternaknya akibat kondisi pembatasan sosial.

“Dari situ akhirnya kami berinisiatif membentuk suatu kelompok bisnis untuk mengupayakan agar telur milik peternak kami ini sanggup terjual. Jadi kita upayakan penjualannya nggak ada hambatan. Saat itu kami membantu mengurus izinnya, hingga lolos penjualannya sampai Jakarta,” terang Edi,dikutip Rabu (17/01/2024).

Dia menjelaskan, ketika awal membentuk kelompok usaha, hanya saja beberapa peternak yang tersebut bergabung, hingga pada saat ini memiliki lebih besar dari 40 anggota aktif. Selain merancang kerjasama antar peternak, Klaster Usaha Mandiri Makmur ini juga menjalin Kerjasama dengan para pengepul telur ayam agar mampu sama-sama memajukan bidang usaha serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Klaster usaha ini juga membantu para peternak kecil yang tersebut ada dalam wilayah yang disebutkan lewat berbagai upaya mulai dari dari proses produksi, penekanan biaya produksi seminimal mungkin, pengelolaan pakan ternak hingga distribusi penjualan. 

“Kalau produksi untuk seluruhnya itu memang benar kita nggak punya data tepatnya berapa lantaran kan ini terdiri dari pengepul kemudian beberapa sub agen juga. Tetapi kalau dikumpulkan itu sanggup mencapai kurang lebih tinggi 10 ton produksi telur per hari secara keseluruhan,” lanjut Edi.

Dari perkiraan total produksi tersebut, Edi menjelaskan kira-kira Klaster Usaha Mandiri Makmur mendapatkan hasil penjualan Rp2 jt setiap harinya.

“Alhamdulillah kesejahteraan rakyat pasti terdampak dikarenakan kami membantu peternak untuk dapat menekan biaya produksi yang digunakan lebih besar rendah sehingga harga jual telur sanggup tetap memperlihatkan stabil,” terang Edi.

Perluas Usaha Berkat Mentoring BRI Klaster

Usaha Mandiri Makmur menjadi satu dari sekian sejumlah klaster bisnis lain yang mana menjadi binaan BRI. Edi menceritakan bahwa pendampingan ini merupakan buah dari kerja keras publik yang berupaya mencari solusi di tempat sedang himpitan pandemi lalu.

“Saat itu banyak keluhan peternak kecil akibat telurnya nggak terjual. Kalau pun terjual harganya sangat tidak mahal dan juga nggak sesuai biaya produksi. Akhirnya kita coba cari solusi. Kebetulan ada kawan dari BRI yang digunakan mengarahkan. Alhamdulillah dengan segera mendapat bantuan,” ungkap Edi.

Bantuan BRI menurutnya sangat membantu para peternak yang mana bergabung pada Klaster Usaha Mandiri Makmur ini. Adapun bantuan yang mana diperoleh adalah mesin pakan yang digunakan untuk pengolahan pakan ternak. Berkat hal ini, dia bisa jadi miliki komponen pakan sendiri yang mana tentunya menekan biaya produksi juga.

“BRI juga memberikan sarana dana talangan lewat perangkat lunak PARI (Pasar Rakyat Indonesia). Hal ini sangat membantu kami anggota klaster, baik itu dari sisi peternak maupun pengepul. Kalau kekurangan modal, kita bisa saja menyingkap dana talangan. Jadi PARI ini sangat membantu kesejahteraan kelompok,” jelas Edi.

Selain itu, Edi juga menjelaskan bahwa BRI mengambil bagian membantu proses perdagangan telur-telur mereka itu lantaran menyebabkan Klaster Usaha Mandiri Makmur menuju bursa baru.

“Kami dikenalkan ke agen-agen baru se-Indonesia sehingga relasi makin banyak. Pemasaran selain Lampung, kita juga ke Jakarta, Batam, juga berbagai area antar provinsi. Tergantung orderan, yang penting harganya sesuai,” lanjut Edi.

Secara terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa BRI memiliki komitmen untuk terus mendampingi kemudian memberdayakan pelaku UMKM lewat kegiatan KlasterkuHidupku. Supari menambahkan bahwa inisiatif Klaster Usaha ‘Klasterku Hidupku’ telah terjadi menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya.

“Kami berazam untuk terus mendampingi juga membantu pelaku UMKM, tiada belaka berbentuk modal usaha cuma tapi juga melalui pelatihan-pelatihan perniagaan lalu inisiatif pemberdayaan lainnya, sehingga UMKM dapat terus bertambah juga semakin Tangguh,” tambahnya.

Dia mengatakan KlasterkuHidupku sangat bermanfaat bagi kelompok bidang usaha di mendapatkan dukungan acara pemberdayaan. Dia mengharapkan upaya klaster bisnis ini menjadi motivasi juga cerita inspiratif yang dapat ditiru oleh kelompok-kelompok usaha lainnya di area berbagai daerah.

Artikel Selanjutnya Klaster Usaha Binaan BRI Ini adalah Maju Berdayakan Lansia

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *