Hari Hal ini Waktu senja Lailatul Qadar? Hal ini Ciri-cirinya

Syariah19 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Lailatul Qadar merupakan waktu malam yang penuh kemuliaan bagi umat Muslim di tempat bulan Ramadhan. Pada waktu malam itu, umat Muslim dianjurkan untuk menundukkan diri seraya berdoa, memohon ampun, dan juga mengucapkan pujian terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Lailatul Qadar juga merupakan sebuah di malam hari yang mana memperingati perkembangan terjadinya di malam hari bersejarah bagi Agama Islam. Dimana pada di malam hari itu, malaikat Jibril pertama kali menyampaikan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap Nabi Muhammad SAW.

Malam Lailatul Qadar umumnya jatuh pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Saat insiden yang disebutkan terjadi, wahyu pertama yang mana disampaikan oleh malaikat Jibril yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5.

Dari kejadian tersebut, dapat dikatakan bahwa waktu malam Lailatul Qadar sebagai waktu malam yang tersebut lebih tinggi baik dari seribu bulan. Hal ini dikarenakan di malam hari ini menjadi di malam hari di dalam mana wahyu pertama dari Allah diturunkan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari Detikcom serta Universitas Islam An Nuur Lampung, berikut ini tanda-tanda Lailatul Qadar :

1. Cahaya Matahari Awal Hari Redup

Dalam ceramahnya UAS mengumumkan cahaya matahari pagi redup lantaran malaikat-malaikat turun (dari langit ke bumi hingga) cahayanya mengalahkan cahaya matahari.

Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah di malam hari cerah, terang, seolah-olah ada bulan, di malam hari yang digunakan tenang dan juga tentram, tak dingin lalu tidaklah pula panas. Pada di malam hari itu bukan dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah, matahari dalam pagi harinya terbit dengan indah, tak bersinar kuat, seperti bulan purnama, lalu tak pula dihalalkan bagi setan untuk pergi dari sama-sama matahari pagi itu.” (HR Ahmad)

إن ليلة القدر ليلة سمحة طلقة لا حارة ولا باردة يطلع صبيحتها الشمس دائرة حمراء ليس لها شعاع

Artinya: “Sesungguhnya Lailatul Qadar adalah di malam hari yang digunakan lembut, cerah, tidak ada panas serta tiada dingin. Pada pagi harinya matahari terbit bulat merah tanpa sinar.” (HR. Muslim)

2. Waktu senja yang digunakan Tenang, Damai, juga Tidak Panas

Tanda di malam hari lailatul qadar yang mana kedua adalah di malam hari itu dipenuhi dengan ketenangan yang mana tambahan baik dari biasanya.

Rasulullah SAW bersabda,

إنها ليلة سمحة طلقة لا حارة ولا باردة تجري على الناس رحمة فيها

Artinya: “Sesungguhnya waktu malam itu adalah di malam hari yang dimaksud lembut, cerah, tidaklah panas juga tak dingin. Pada di malam hari itu turun rahmat terhadap manusia.” (HR. Ahmad).

3. Bulan Nampak Separuh Bulat

Salah satu ciri alam pada waktu malam Lailatul Qadar selanjutnya adalah kemunculan bulan yang mana cuma terlihat separuh bulatan. Sebagaimana di hadits,

“Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, ‘Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di dalam sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, ‘Siapakah dari kalian yang tersebut masih ingat tatkala bulan muncul, yang tersebut berukuran separuh nampan.’” (HR. Muslim).

4. Waktu senja yang dimaksud Penuh Cahaya

Malam lailatul qadar merupakan waktu malam yang bercahaya baik di dalam langit maupun di dalam bumi.

Rasulullah SAW bersabda,

إنها ليلة طلقاء بيضاء كأنها صبح يومها لا تشبهها ليلة

Artinya: “Sesungguhnya waktu malam itu adalah waktu malam yang digunakan cerah putih seperti pagi harinya. Tidak ada waktu malam yang digunakan menyerupainya.” (HR. Ahmad)

Namun, tiada semua orang dapat mendapatkan di malam hari kemuliaan ini. Seorang muslim yang tersebut menghidupkan malam-malam Ramadhannya, memungkinkan baginya untuk mendapatkan waktu malam Lailatul Qadar tanpa disadari. Jadi, mengetahui ciri-ciri waktu malam Lailatul Qadar itu bukanlah sesuatu yang tersebut pasti serta dapat dirasakan oleh semua orang.

5. Matahari Cenderung Berwarna Putih

Ruhyat Ahmad pada buku Panduan Ramadhan: Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah menyebutkan hadits yang dimaksud diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab RA,

هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةٍ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا

Artinya: “Malam itu adalah di malam hari yang mana cerah, yaitu di malam hari kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR Muslim no. 762).

Keistimewaan Waktu petang Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar begitu sangat dinanti juga diharapkan bisa jadi didapatkan oleh umat Muslim. Berikut ini keistimewaan dari waktu malam Lailatul Qadar:

1. Malaikat Turun ke Bumi

Malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya kemudian mengaminkan setiap doa-doa yang dipanjatkan pada di malam hari itu. Malaikat akan turun dengan menghadirkan kedamaian untuk manusia yang mana memanfaatkan di malam hari Lailatul Qadar dalam bulan Ramadhan.

2. Penulisan Takdir pada Satu Tahun di tempat Lauhul Mahfuzh
Pada waktu malam Lailatul Qadar, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencatatkan seluruh takdir, mulai dari ajal, rezeki, kemudian lain sebagainya di tempat Lauhul Mahfuzh selama satu tahun.

Oleh oleh sebab itu itu, setiap Muslim dianjurkan untuk terus-menerus memperbanyak ibadah agar dirinya mendapatkan berbagai rezeki kemudian keberkahan.

3. Waktu senja Penuh Berkah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan waktu malam yang diberkahi dan juga menghapus segala dosa terdahulu umat Muslim yang digunakan beribadah ketika di malam hari Lailatul Qadar.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di Al Quran surat Ad-Dukhan ayat 3 yang berbunyi:

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu di malam hari yang diberkahi serta sesungguhnya Kami-lah yang mana memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).
Itulah penjelasan lengkap mengenai Lailatul Qadar, kapan datangnya di malam hari tersebut, kemudian apa hanya tanda-tanda datangnya waktu malam Lailatul Qadar.

Kapan Waktu senja Lailatul Qadar?

Dalam buku Fiqih Wanita oleh M. Abdul Ghoffar, dijelaskan di malam hari lailatul qadar jatuh pada sepuluhan di malam hari terakhir di tempat bulan Ramadan. Tepatnya, pada malam-malam ganjil pada bulan tersebut, yakni di malam hari dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan juga dua puluh sembilan.

Pernyataan yang dimaksud didasarkan pada sebuah hadits. Rasulullah SAW pernah bersabda:

يَ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ – رواه أحمد والبخاري وأبو داود

Artinya: “Lailatul qadar itu berada pada satu puluh di malam hari yang tersebut terakhir dari bulan Ramadan.” (HR Ahmad, Al-Bukhari, juga Abu Dawud)
Keterangan yang disebutkan sebetulnya dijelaskan pula dari salah satu riwayat dari Ubadah bin Ash Shamit di tafsir Ibnu Katsir. Rasulullah bersabda:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيْلَةُ الْقَدْرِ فِيْ الْعَشْرِ الْبَوَاقِيْ, مَنْ قَامَهُنَّ ابْتِغَاءَ حِسْبَتِهِنَّ فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَغْفِرُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ, وَهِيَ لَيْلَةُ وِتْرٍ, تِسْعٌ أَوْ سَبْعٌ أَوْ خَامِسَةٌ أَوْ ثَالِثَةٌ أَوْ آخِرُ لَيْلَةٍ, وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ َ: إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيْهَا قَمَراً سَاطِعاً سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ, لاَ بَرْدَ فِيْهَا وَلاَ حَرَّ, وَلاَ يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيْهَا حَتَّى تُصْبِحَ, وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيْحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً, لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ, وَلاَ يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ.

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul Qadar (terjadi) pada sepuluhan di malam hari terakhir. Barangsiapa yang mana menghidupkan malam-malam itu lantaran berharap keutamaannya, maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang tersebut lalu kemudian yang dimaksud akan datang. Dan waktu malam itu adalah pada waktu malam ganjil, ke dua puluh sembilan, dua puluh tujuh, dua puluh lima, dua puluh tiga atau di malam hari terakhir dalam bulan Ramadhan.”

Berdasarkan berbagai pendapat ulama, maka diprediksi bahwa di malam hari Lailatul Qadar Ramadhan 2024 jatuh pada tanggal berikut.

• Waktu senja 21 Ramadhan 2024: Minggu, 31 Maret 2024 waktu malam Senin, 1 April 2024
• Waktu petang 23 Ramadhan 2024: Selasa, 2 April 2024 di malam hari Rabu, 3 April 2024
• Waktu petang 27 Ramadhan 2024: Sabtu, 6 April 2024 waktu malam Minggu, 7 April 2024
• Waktu senja 29 Ramadhan 2024: Senin, 8 April 2024 di malam hari Selasa, 9 April 2024

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Rangkuman berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *