Hari Lahir Pancasila, KCIC tampilkan tari tradisional di Whoosh

Bisnis18 Dilihat

menghadirkan pengalaman yang tersebut berbeda bagi para penumpang

Jakarta – PT Kereta Kilat Nusantara China (KCIC) bekerja identik dengan Sanggar Gantari Gita Khatulistiwa menyelenggarakan pertunjukan seni tari pada pada Kereta Segera Whoosh untuk mengambil bagian memperingati Hari Lahir Pancasila.

“Kegiatan ini dikerjakan di rangka memeriahkan Hari Lahir Pancasila juga menghadirkan pengalaman yang tersebut berbeda bagi para penumpang Whoosh,” kata General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa pada pernyataan resmi dalam Jakarta, Sabtu.

Eva menyampaikan, selain untuk menghibur penumpang, pertunjukan seni tari tradisional itu juga merupakan upaya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

Selain itu, kegiatan yang disebutkan juga berubah menjadi perwujudan semboyan Bhinneka Tunggal Ika hingga upaya untuk memberikan wadah pada generasi muda untuk berekspresi.

"Langkah ini juga sebagai upaya serta dukungan kami di mempertahankan nilai nilai kearifan lokal juga budaya Indonesia. Mengingat banyak penumpang Whoosh yang dimaksud berasal dari luar negeri, maka kegiatan ini juga bermetamorfosis menjadi peluang bagi KCIC untuk memperkenalkan budaya Indonesi untuk para penumpang," ujar Eva.

Acara tari tradisional ini direalisasikan di Whoosh G1219 keberangkatan 08.45 Waktu Indonesia Barat dari Halim dan juga Whoosh G1226 keberangkatan 10.20 Waktu Indonesia Barat dari Tegalluar. Sebanyak 16 penari yang digunakan terbagi pada delapan kereta menampilkan Tari Bajidor Kahot dan juga Kembang Selaras.

“Kedua tarian ini dipilih oleh sebab itu melambangkan semangat serta energi positif, tergambar dari gerak serta musik yang dimaksud harmonis, dinamis, lincah, gesit, ceria kemudian juga menyiratkan keramah-tamahan juga nilai-nilai kearifan lokal bangsa,” jelas Eva.

Disamping menyuarakan semangat Bhinneka Tunggal Ika juga Pancasila, kegiatan pertunjukan seni tari ini juga menunjukkan jikalau Kereta Cepat sekali Whoosh sangat aman serta sangat stabil.

Mengingat, kata Eva, penampilan tarian yang tersebut disajikan terus dinamis serta stabil walaupun direalisasikan di dalam di koridor kereta Whoosh.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Ibukota Iwan Henry Wardhana sebagai Pembina Sanggar Gantari Gita Khatulistiwa menyambut baik adanya pertunjukan tari yang dimaksud pada momen Hari Lahir Pancasila.

Menurutnya, hal itu merupakan salah satu wujud nyata pengamalan nilai luhur Pancasila.

“Kami menyambut baik kegiatan kreatif ini. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi yang dimaksud terdapat pada Whoosh bisa saja selaras dengan upaya untuk menggalakkan kemajuan kebudayaan dan juga tradisi nusantara. Tentu ini merupakan upaya yang baik di penerapan Pancasila,” ujarnya.

Artikel ini disadur dari Hari Lahir Pancasila, KCIC tampilkan tari tradisional dalam Whoosh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *