HIPMI: Perlu intervensi pemerintah cegah kenaikan nilai jelang Lebaran

Market27 Dilihat

IDN Bisnis Adanya kenaikan harga yang disebabkan beberapa hal, salah satunya, dorongan biaya kemudian tarikan permintaan

Jakarta – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) menilai pemerintah perlu mengintervensi biaya barang, pada antaranya dengan menerapkan batas atas, untuk menghindari kenaikan yang dimaksud tak terkendali jelang Lebaran.

"Perlu ada intervensi pemerintah untuk mengantisipasi kenaikan ketika ini. Misalnya, penerapan kebijakan batas minimum dan juga batas berhadapan dengan harga. Jadi, jikalau tarif cenderung naik, maka ditetapkan sekadar batas atasnya. Mengapa demikian? Sebab tak ada ketentuan batasan harga, nanti akan menyebabkan kerugian tarif yang dimaksud cenderung naik terus,” kata Sekjen BPP HIPMI Anggawira di area Jakarta, Jumat.

HIPMI menyoroti fenomena kenaikan tarif menjauhi Lebaran yang mana terus-menerus terjadi setiap tahun dalam hampir semua sektor, baik itu pangan, transportasi lalu energi.

“Adanya kenaikan harga yang tersebut disebabkan beberapa hal, salah satunya, dorongan biaya serta tarikan permintaan. Tarikan permintaan inilah yang mana biasanya menjadi faktor lonjakan tarif barang mendekati Lebaran,” ujar dia.

Anggawira berharap apapun kebijakan pemerintah dapat segera diinformasikan jelang libur Lebaran sebab akan berhubungan erat dengan daya beli warga yang tersebut nantinya juga berpengaruh terhadap perputaran ekonomi.

“Konsumsi rumah tangga berhubungan erat dengan stimulasi kegiatan ekonomi Tanah Air sehingga disayangkan bila kenaikan barang dapat mempengaruhi jumlah agregat konsumsi yang tersebut menurun,” ujarnya.

Menurutnya, momen lebaran seperti sekarang menjadi waktu yang mana tepat untuk meningkatkan dukungan terhadap UMKM dengan warga yang tersebut berbagai berbelanja untuk permintaan dalam Idul Fitri 1445 H.

Anggawira juga memohonkan rakyat agar tidaklah panik apabila harga-harga mendekati lebaran ini menjadi naik sebab penduduk cenderung mengkonsumsi barang yang digunakan sama.

Hal itulah yang menciptakan kenaikan permintaan sehingga nilai tukar cenderung naik, padahal persediaan barang yang tersebut dijual relatif sama.

Menurut dia, langkah antisipasi lonjakan yang dimaksud rutin terjadi adalah publik harus sanggup mengevaluasi langkah pembelian.

"Artinya, publik harus lebih banyak cermat pada menentukan pembelian suatu barang, baik yang dimaksud bersifat keinginan maupun keinginan. Komunitas harus tambahan bijak juga cerdas di mengalokasikan anggaran. Prioritaskan membelanjakan keperluan yang utama," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pemerintah akan menjaga biaya layanan barang juga jasa masih stabil mendekati Lebaran.

Guna menghindari kenaikan nilai yang dimaksud tinggi, Tito menginstruksikan pemerintah tempat agar memverifikasi ketersediaan pasokan komponen pangan di tempat wilayah masing-masing memadai.

Selain itu, Tito juga menekankan pentingnya pemda memanfaatkan inisiatif pergerakan pangan diskon yang digunakan diinisiasi Badan Pangan Nasional (Bapanas). Inisiatif yang disebutkan diharapkan dapat didukung dengan baik oleh pemda.

"Ada dukungan dari pusat untuk melakukan pergerakan lingkungan ekonomi hemat harus ditangkap, didukung oleh setiap tempat juga wilayah juga memproduksi pergerakan sebanding yang mana bukan tersentuh oleh Badan Pangan dikarenakan terbatas,” jelas Tito.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *