HSBC: Perekonomian Nusantara terus sehat walafiat didukung konsumsi yang tersebut kuat

Finansial13 Dilihat

Sektor Bisnis Negara Indonesia masih fit berkat dukungan dari tingkat konsumsi yang kuat

Jakarta –

Chief Investment Officer for Southeast Asia and India at HSBC Global Private Banking and Wealth, James Cheo, mengungkapkan sektor ekonomi Nusantara tetap sehat walafiat didukung oleh konsumsi di negeri yang tersebut kuat.

 

"Ekonomi Nusantara tetap baik berkat dukungan dari tingkat konsumsi yang dimaksud kuat," kata James pada konferensi pers HSBC Global Private Banking Investment Outlook untuk Kuartal III-2024 di Jakarta, Selasa.

 

Ia menuturkan data barang domestik bruto (PDB) kuartal I-2024 Nusantara menunjukkan pertumbuhan berada dalam level 5,1 persen secara tahunan.

 

Angka yang disebutkan tercapai berkat konsumsi domestik, meskipun penanaman modal dan juga ekspor sedikit melemah. Sektor layanan jasa adalah titik cerah yang tersebut ditopang oleh pariwisata.

 

Memasuki semester kedua tahun 2024, James mengemukakan pertumbuhan sektor ekonomi akan didukung oleh peningkatan kredit yang digunakan kuat dengan adanya pengaruh penyertaan modal asing juga pengeluaran infrastruktur.

Ia memperkirakan ekonomi Indonesia mampu meningkat 5,2 persen dalam 2024, lebih lanjut tinggi dari 5 persen pada 2023.

 

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) mengejutkan berbagai pihak dengan meningkatkan suku bunga acuan BI-Rate ke bulan April berubah menjadi sebesar 6,25 persen untuk mengatasi pelemahan rupiah juga kenaikan harga yang mana kembali sedikit mengalami kenaikan. Menurut dia, sekarang juga muncul ketidakpastian akan arah suku bunga.

 

Oleh sebab itu, pihaknya menunda waktu pemangkasan suku bunga pertama untuk BI-Rate berubah jadi dalam kuartal IV-2024.

 

"Kami menunda waktu pemangkasan suku bunga pertama dalam Negara Indonesia berubah jadi ke kuartal IV tahun 2024," ujarnya.

 

BI kelihatannya akan kekal berhati-hati untuk memangkas bunga, dan juga memilih untuk mengantisipasi langkah dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

 

Ia memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga pada Amerika Serikat akan muncul di dalam September 2024.

 

"Untuk Indonesia, kinerja pangsa masih akan bergejolak pada beberapa bulan mendatang. Oleh sebab itu, kami pada sikap netral terhadap lingkungan ekonomi saham Indonesia,” tutur James.

 

Sebelumnya, Pemimpin wilayah BI Perry Warjiyo mengungkapkan ekonomi Nusantara terus berdaya tahan pada periode tingginya ketidakpastian global.

 

Hal yang dimaksud tercermin dari peningkatan kegiatan ekonomi triwulan I-2024 tercatat 5,11 persen secara year on year (yoy), meningkat dibandingkan dengan peningkatan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04 persen (yoy).

 

"Perkembangan ini didukung oleh permintaan domestik," kata Perry pada konferensi pers Hasil Rapat Dewan Pengurus BI Periode Mei 2024 pada Jakarta, Rabu (22/5).

 

Permintaan domestik yang dimaksud berbentuk konsumsi swasta kemudian pemerintah yang mana membaik, didorong oleh dampak positif penyelenggaraan pemilihan 2024 dan juga hari libur nasional terkait dengan Hari Besar Keagamaan Nasional.

Ia juga menuturkan penanaman modal meningkat baik, teristimewa ditopang oleh pembangunan ekonomi bangunan seiring berlanjutnya perkembangan infrastruktur.

 

Bank Negara Indonesia memprakirakan peningkatan kegiatan ekonomi Nusantara 2024 berada di kisaran 4,7-5,5 persen.

 

 

 

Artikel ini disadur dari HSBC: Ekonomi Indonesia tetap sehat didukung konsumsi yang kuat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *