Hukum Mimpi Basah Saat Puasa, Apakah Batal atau Boleh Lanjut?

Syariah39 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Saat bulan Ramadan, khususnya ketika waktu berpuasa seringkali muncul pertanyaan mengenai mimpi basah. Tak sedikit umat muslim ragu apakah puasa boleh dilanjutkan atau tidak.

Seperti diketahui, mimpi basah merupakan proses alamiah yang mana sanggup dialami pria dewasa. Mimpi basah dapat diartikan sebagai keluarnya air mani atau sperma ketika tidur akibat mimpi yang bersifat erotis.

Keluarnya air mani merupakan salah satu perkara yang dimaksud membatalkan puasa, baik akibat onani atau bermesraan dengan pasangan walaupun tiada berhubungan badan.

Lalu, bagaimana apabila air mani pergi dari pada waktu mimpi basah di area siang hari bulan Ramadan? Apa yang mana harus dilakukan?

Mengutip dari detikcom berdasarkan laman NU Online, mimpi basah siang hari di tempat bulan Ramadan tak membatalkan puasa. Sebab keluarnya air mani itu tidak ada disengaja.

Syekh Ali Jum’ah, manusia ulama besar Universitass Al-Azhar Kairo Mesir mengatakan, orang yang digunakan sedang tidur tidaklah terkena khitab (aturan) Allah. Sebagaimana halnya anak kecil yang belum baligh ataupun orang gila.

Sehingga ketika orang yang disebutkan melakukan sebuah kesalahan di tempat di tidurnya, maka hal itu tidaklah dianggap sebagai dosa.

“Orang berpuasa yang mana mengalami mimpi basah ketika tidur siang bukan berdosa,” ungkap Syekh Jum’ah dikutipkan laman NU Online.

Hal ini menurut Syekh Jum’ah adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap hambanya. Sehingga Allah bukan membebankan hukum-hukumnya pada orang yang mana sedang terlelap.

Senada dengan hal itu, Syekh Nawawi di kita Nihayatuz Zain menerangkan bahwa puasa dinyatakan batal ketika mengundurkan diri dari air mani secara sengaja. Seperti akibat ada persentuhan, mencium, menggenggam tangan atau alat kelamin menempel pada sesuatu hingga keluarnya air mani (sperma).

Mimpi Basah Saat Puasa Apakah Harus Mandi Wajib?

Syekh Jum’ah menjelaskan bagi merekan yang tersebut mengalami mimpi basah pada pada waktu berpuasa sanggup segera mandi Junub untuk mensucikan diri. Kemudian pasca itu melanjutkan puasanya hingga Maghrib.

“Puasanya diteruskan sampai waktu Magrib, kemudian beliau tak berkewajiban membayar utang puasa,” terangnya.

Dikutip dari laman Universitas Islam An-Nur Lampung, pada sebuah hadits Rasulullah SAW yang dimaksud diriwayatkan oleh Aisyah dan juga Ummu Salamah ra., mereka berkata;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِصلى الله عليه وسلمكَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

“Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah mendapati waktu fajar (waktu Shubuh) pada keadaan junub lantaran bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau shallallahu alaihi wa sallam mandi lalu masih berpuasa.”

Dari hadis ini diketahui bahwa Nabi SAW tak membatalkan puasanya akibat kondisi junub akibat hubungan badan dengan istrinya di area waktu malam hari. Hal yang identik juga berlaku apabila seseorang mengalami mimpi basah yang tiada disengaja.

Jadi jikalau seseorang mengalami mimpi basah pada ketika puasa, maka puasanya tidaklah batal. Namun ia harus segera mandi wajib untuk membersihkan diri dari najis air mani agar bisa saja melaksanakan shalat.

Artikel Selanjutnya 8 Keutamaan Siklus Ramadan, Ampunan Dosa lalu Penuh Berkah

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *