ICDX: Transaksi tujuan “hedging” dapat dimanfaatkan produsen komoditi

Bursa15 Dilihat

Transaksi untuk tujuan lindung nilai atau hedging dapat dimanfaatkan oleh produsen penghasil komoditi

Jakarta – Direktur Utama Nusantara Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nursalam menyatakan kegiatan untuk tujuan lindung nilai atau hedging dapat dimanfaatkan oleh produsen penghasil komoditi.

“Transaksi untuk tujuan lindung nilai atau hedging dapat dimanfaatkan oleh produsen penghasil komoditi, dimana di mana penghasil komoditi mempunyai kegelisahan melawan penurunan nilai jual komoditinya dalam masa depan, maka produsen dapat melakukan kedudukan jual (sell) di bursa sekarang juga melakukan tempat beli (buy) pada pada waktu nanti sewaktu nilai tukar komoditasnya sudah ada turun, atau pada pada waktu produsen melepas komoditinya ke pangsa fisik (spot) ketika biaya yang murah,” ungkapnya di penjelasan resmi, Jakarta, Rabu.

Kerugian akibat penurunan tarif komoditi dalam masa depan dapat dikompensasi dengan keuntungan dari operasi untuk tujuan lindung nilai dalam bursa.

Sebaliknya, untuk konsumen pengguna komoditi komponen baku, di ketika gelisah biaya material baku akan naik ke masa depan, maka pelaku mampu melakukan sikap beli (buy) sekarang serta melakukan tempat jual (sell) ketika nilai komoditi naik, atau saat melakukan pembelian harga jual komponen baku yang dimaksud lebih banyak mahal di dalam pangsa fisik (spot).

Kerugian akibat pembelian harga jual substansi baku yang tersebut lebih banyak mahal dapat dikompensasi dengan keuntungan dari operasi yang mana dikerjakan pada bursa.

Mengacu definisi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), lindung nilai atau hedging adalah cara yang dijalankan untuk memitigasi risiko atau melindungi nilai dari fluktuasi pasar, di dalam mana inflasi, nilai tukar barang, kurs mata uang, lalu suku bunga dapat berpengaruh pada stabilitas lingkungan ekonomi pada masa akan datang.

Pada bidang perdagangan berjangka komoditi, hedging atau lindung nilai juga digunakan pada mekanisme operasi ,yakni dengan membeli atau memasarkan komoditi berdasarkan kontrak berjangka selama periode waktu tertentu untuk mengatasi risiko yang dimaksud terjadi berhadapan dengan inovasi nilai tukar pada pangsa fisik (spot).

Selain menjaga stabilitas pasar, para pelaku usaha menganggap proses lindung nilai mampu memberikan khasiat perekonomian terdiri dari pengalihan risiko juga pembentukan harga jual (price discovery), sehingga dapat menjadi harga jual acuan yang mana terpercaya (price reference).

“Terkait lindung nilai ini, pada waktu ini ke ICDX telah terjadi memfasilitasi pada bentuk kegiatan multilateral dari beberapa komoditi seperti agricultural, crude oil, currency, lalu emas,” ujar dia.

Sebagai catatan, ukuran kegiatan multilateral ke ICDX pada kuartal I tahun 2024 menghadapi beberapa komoditi seperti agricultural, crude oil, currency, kemudian emas, tercatat sejumlah 432.568 Lot. Adapun sepanjang tahun 2023, operasi multilateral mencapai 1.596.081 lot.

“Perlu diingat, proses hedging atau lindung nilai tak dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan di dalam dua sisi pasar, melainkan untuk memitigasi resiko yang dimaksud terbentuk pada satu bursa dengan aktivitas kegiatan di bursa lainnya. Dengan menerapkan strategi hedging yang tepat, mengerti konsep lalu khasiat hedging, merek dapat meningkatkan daya saing sebagai efek dari melakukan hedging sehingga pelaku dapat menghitung harga jual pokok jualan (HPP) sekalipun nilai substansi baku mengalami fluktuasi. Hedging merupakan bagian penting dari manajemen risiko yang dimaksud efektif,” Kata Nursalam.

Artikel ini disadur dari ICDX: Transaksi tujuan “hedging” dapat dimanfaatkan produsen komoditi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *