IGCN penghargaan inisiatif pengembangan kegiatan bisnis berkelanjutan untuk generasi muda

Bisnis29 Dilihat

DKI Jakarta – Tanah Air Global Compact Networks (IGCN) mengadakan inisiatif pembaharuan perusahaan berkelanjutan bertajuk Sustainable Development Goals Innovation (SDGI) Accelerator untuk para profesional muda.

“Kami percaya SDGI akan berperan penting untuk memanfaatkan praktik usaha nasional dengan memberikan pendekatan serta solusi baru juga inovatif terhadap dunia ekonomi,” kata Direktur Eksekutif IGCN Josephine Satyono di dalam Jakarta, Sabtu.

Rencana yang disebutkan ditawarkan untuk anggota pada jaringan Global Compact Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pertemuan berfokus pada pengembangan lalu penerapan solusi melalui teknologi, inisiatif, kemudian model perusahaan terbaru yang digunakan berkontribusi terhadap tujuan keberlanjutan perusahaan.

Tahun ini merupakan kali kedua penyelenggaraan SDGI Accelerator. Terdapat 16 kelompok dari 15 perusahaan Nusantara yang mana berpartisipasi di kegiatan ini, di antaranya PT Bank Jago Tbk, PT Domas Agrointi Prima, Dynapack Asia, HHP Law Firm, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT MMS Group Indonesia, PT Mowilex Indonesia, PT Paragon Technology and Innovation, PT Pertamina Hulu Energy, PT Pertamina International Shipping, PT Prasadah Pamunah Limbah Industri, PT Samudra Negara Indonesia Tbk, T Singaland Asetama (SGA), juga PT TBS Tenaga Utama Tbk.

Rencana SDGI Accelerator dilakukan intensif selama enam bulan dengan beragam kegiatan, seperti webinar internasional, lokakarya pelatihan lokal, pendampingan, studi tindakan hukum langsung, pertemuan interaktif dengan rekan kerja dan juga pakar, dan juga aktivitas riset.

Kegiatan-kegiatan yang dimaksud dipusatkan pada pendekatan “belajar serta praktik secara bersamaan” yang mana menekankan pengalaman praktis lalu berorientasi pada pemecahan permasalahan dan juga memanfaatkan potensi yang ada.

Partisipan dibimbing kemudian dipantau oleh para ahli untuk memberikan bimbingan dan juga dukungan selama serangkaian berlangsung.

Pertemuan itu mendapat dukungan dari Badan Penelitian kemudian Inovasi Nasional (BRIN). Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyatakan kegiatan SDGI Accelerator mencerminkan salah satu elemen utama untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, yakni meningkatkan kapasitas riset lalu perubahan untuk mencapai daya saing Negara Indonesia ke tingkat global.

“Kami percaya hal ini akan mengaktifkan para profesional perusahaan muda untuk memikirkan kembali model industri tradisional kemudian membuka potensi bidang usaha baru,” ujar dia.

 

Artikel ini disadur dari IGCN gelar program inovasi bisnis berkelanjutan untuk generasi muda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *