IHSG diprediksi menguat di berada dalam ‘wait and see’ pidato pejabat FOMC

Bursa42 Dilihat

IHSG berpeluang menguat terbatas pada hari ini,

Jakarta – Ukuran Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Tanah Air (BEI) pada Awal Minggu berpeluang menguat terbatas di berada dalam pelaku lingkungan ekonomi bersikap ‘wait and see’ terhadap pidato para pejabat Federal Open Market Committee (FOMC).

IHSG dibuka melemah 2,39 poin atau 0,03 persen ke kedudukan 7.219,97. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Skala LQ45 turun 0,84 poin atau 0,09 persen ke sikap 894,99.

“IHSG berpeluang menguat terbatas pada hari ini,” sebut Tim Studi Lotus Andalan Sekuritas di kajiannya di Jakarta.

Dari di negeri, pada pekan setelah itu Bank Indonesi (BI) memutuskan menahan suku bunga acuannya bermetamorfosis menjadi 6,25 persen di Rapat Dewan Kepala daerah (RDG) pada 21-22 Mei 2024.

Pada hari ini, akan dilakukan konferensi pers rilis APBN KiTa edisi Mei 2024. Menarik ditunggu apakah Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menyampaikan kebijakan baru atau perkembangan terbaru mengenai kegiatan ekonomi global juga nasional.

Selain itu, pada hari ini juga akan dirilis data uang beredar periode April 2024 dari BI, yang mana mana uang beredar diperkirakan masih lebih tinggi akibat pada periode yang dimaksud terdapat momen Lebaran yaitu pada 10 April 2024.

Dari mancanegara, beberapa pejabat The Fed, satu di antaranya Ketua The Fed Jerome Powell lalu Pemimpin wilayah The Fed Christopher Waller, sejak penghadapan terakhir memaparkan bahwa mereka itu masih meragukan langkah selanjutnya yang akan diambil adalah kenaikan suku bunga.

Saat ini, kesempatan penurunan suku bunga semakin menyusut, bursa memperkirakan 51,4 persen penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bp) pada September lalu pada Desember 2024, diperkirakan pemangkasan suku bunga bukan akan terjadi.

Pada pekan ini, terdapat beberapa pidato dari para pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) mengenai kisi-kisi kebijakan The Fed, sebagai acuan bagi para pelaku pangsa untuk memprediksi tindakan suku bunga Negeri Paman Sam periode berikutnya.

Sementara itu, bursa saham Wall Street sepanjang pekan berikutnya cenderung bervariasi ke sedang ketidakpastian terkait berakhirnya era suku bunga tinggi bank sentral Negeri Paman Sam The Fed pada tahun ini, indeks Dow Jones ditutup naik tipis 0,01 persen, S&P 500 menguat 0,7 persen, dan juga Nasdaq berakhir menguat 1,1 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 83,89 poin atau 0,22 persen ke 38.730,00, indeks Hang Seng menguat 78,13 poin atau 0,42 persen ke 18.687,07, indeks Shanghai menguat 17,43 poin atau 0,56 persen ke 3.106,31, dan juga indeks Straits Times menguat 4,27 poin atau 0,13 persen ke 3.320,83.

Artikel ini disadur dari IHSG diprediksi menguat di tengah ‘wait and see’ pidato pejabat FOMC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *