IHSG diprediksi menguat pada waktu lingkungan ekonomi “wait and see” data kegiatan ekonomi global

Bursa26 Dilihat

IDN Bisnis kami memproyeksikan IHSG hari ini menguat dengan level resistance di dalam 7.390 lalu 7.410 dengan level support pada waktu ini di tempat 7.350 juga 7.322

Jakarta – Angka Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, diperkirakan bergerak menguat di dalam berada dalam pelaku lingkungan ekonomi bersikap wait and see  terhadap data perekonomian global.

IHSG dibuka melemah 40,09 poin atau 0,54 persen ke kedudukan 7.337,66. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Skala LQ45 turun 8,78 poin atau 0,88 persen ke kedudukan 993,12.

“Melihat pergerakan IHSG kemarin, kami memproyeksikan IHSG hari ini menguat dengan level resistance di dalam 7.390 lalu 7.410 dengan level support saat ini di tempat 7.350 dan juga 7.322,” ujar Retail Research Analyst BNI Sekuritas Kevin Juido Hutabarat di dalam Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, pergerakan bursa saham Asia dipengaruhi oleh komentar para pengambil kebijakan yaitu The Fed yang dimaksud memberikan petunjuk mengenai penilaian sektor ekonomi dan juga prospek kebijakan suku bunga acuannya.

Selain itu, pelaku lingkungan ekonomi di dalam Asia Pasifik mencermati laporan naiknya harga periode Februari 2024 dari kawasan Singapura dan juga Negara Malaysia yang dirilis Hari Senin (25/3) kemarin, serta data kenaikan harga Australia yang digunakan akan dirilis pada Rabu (27/3), dan juga data kenaikan harga Negeri Sakura pada Hari Jumat (29/3).

Dari Amerika Serikat (AS), akan ada laporan data Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index pada Hari Jumat (29/03), yang digunakan merupakan indikator favorit The Fed untuk mengukur kenaikan harga dalam AS, juga diperkirakan akan memperlihatkan laju kenaikan harga-harga yang digunakan masih cukup tinggi pada Februari 2024.

PCE Price Index pada Amerika Serikat diperkirakan akan berkembang 0,4 persen month to month (mtm) pada Februari 2024, atau lebih banyak cepat dari laju kenaikan 0,3 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.

Dari di negeri, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan Anggaran Pendapatan serta Belanja Negara (APBN) hingga 15 Maret 2024 tercatat surplus Rp22,8 triliun atau 0,1 persen dari Pendapatan Domestik Bruto dengan keseimbangan primer yang mana juga surplus Rp132,1 triliun.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat yaitu Wall Street tergelincir pada perdagangan kemarin, Skala Dow Jones turun 0,41 persen ke 39.313,77, indeks S&P 500 melemah 0,31 persen menjadi 5.218,21 juga indeks Nasdaq Composite turun 0,27 persen ke 16.384,47.

Saham Nvidia naik 0,76 persen dan juga Micron Technology melonjak 6,28 persen, yang dimaksud mana saham semikonduktor berombak, menunjukkan kelemahan awal setelahnya sebuah laporan pada akhir pekan yang mengungkapkan bahwa China telah dilakukan memperkenalkan pedoman untuk menghapuskan mikroprosesor Amerika Serikat yang digunakan dipasok oleh Intel lalu AMD dari komputer pribadi dan juga server pemerintah.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 4,00 poin atau 0,01 persen ke 40.418,10, indeks Hang Seng menguat 61,95 poin atau 0,38 persen ke 16.535,59, indeks Shanghai menguat 1,94 poin atau 0,06 persen ke 3.028,26, lalu indeks Straits Times menguat 16,32 poin atau 0,51 persen ke 3.214,42.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *