IHSG diprediksi variatif ke sedang ‘wait and see’ data pemuaian PCE Negeri Paman Sam

Bursa18 Dilihat

IHSG hari ini (28/05) diprediksi berpindah mixed (variatif) kemudian menguat pada range 7.130 sampai 7.265,

Jakarta – Ukuran Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Negara Indonesia (BEI) pada Selasa diprediksi bergerak variatif di dalam berada dalam pelaku lingkungan ekonomi bersikap ‘wait and see’ terhadap data kenaikan harga Skala Harga Belanja Personal (PCE) Amerika Serikat (AS).

IHSG dibuka menguat 52,08 poin atau 0,73 persen ke tempat 7.228,50. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Ukuran LQ45 naik 10,43 poin atau 1,17 persen ke sikap 900,22.

“IHSG hari ini (28/05) diprediksi melakukan pergerakan mixed (variatif) serta menguat dalam range 7.130 sampai 7.265,” ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih di dalam Jakarta.

Dari mancanegara, indeks konsumen Amerika Serikat Michigan Consumer Sentiment pada Mei 2024 di level 69,1 atau tambahan rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang dimaksud sebesar 77,2, yang mencerminkan sektor ekonomi Negeri Paman Sam yang mana cenderung landai, sehingga mengindikasikan penurunan suku bunga.

Pelaku lingkungan ekonomi juga fokus menunggu rilis data Core PCE Negeri Paman Sam periode April 2024 yang tersebut akan dirilis pada hari terakhir pekan (31/05), yang digunakan diperkirakan akan kembali naik sebesar 0,3 persen pada bulan lalu.

Dari Asia, indeks indikator kegiatan ekonomi utama Negeri Sakura berdasarkan data tenaga kerja kemudian sentimen konsumen pada Maret 2024 direvisi lebih banyak tinggi ke level 112,2 dari data awal sebesar 111,4 juga tambahan membesar dari tempat bulan Februari 2024 sebesar 112,1.

Dari pada negeri, IHSG terkoreksi mengikuti depresiasi nilai tukar rupiah, ke mana rupiah Jisdor kembali ke level Rp16.064 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan aksi profit taking oleh penanam modal asing khususnya pada saham Big Banks turut menekan laju IHSG.

Di sisi lain, likuiditas perekonomian atau uang beredar di arti luas (m2) pada April 2024 meningkat 6,9 persen year on year (yoy), setelahnya bulan sebelumnya bertambah 7,2 persen (yoy).

Penyaluran kredit pada periode ini berkembang 12,3 persen (yoy), atau naik dari tempat Maret 2024 sebesar 11,9 persen (yoy), yang mana ditopang oleh Kredit Modal Kerja (KMK) serta Kredit Pengembangan Usaha (KI).

Sementara itu, bursa Bursa saham Negeri Paman Sam Wall Street pada perdagangan Senin(27/05) libur memperingati Hari Memorial (Memorial Day), memperingati pria kemudian wanita yang tersebut gugur sewaktu berdinas di militer AS.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 94,50 poin atau 0,24 persen ke 38.805,50, indeks Hang Seng menguat 93,49 poin atau 0,50 persen ke 18.920,83, indeks Shanghai melemah 3,70 poin atau 0,12 persen ke 3.120,33, serta indeks Straits Times menguat 10,71 poin atau 0,32 persen ke 3.329,16.

Artikel ini disadur dari IHSG diprediksi variatif di tengah ‘wait and see’ data inflasi PCE AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *