IHSG ditutup melemah pada berada dalam ‘wait and see’ rilis data pemuaian Amerika Serikat

Bursa23 Dilihat

IDN Bisnis Pemodal mengambil sikap waspada mendekati rilis data naiknya harga Negeri Paman Sam pada hari terakhir pekan (29/3) nanti.

Jakarta – Ukuran Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah, pada sedang pelaku lingkungan ekonomi sedang bersikap 'wait and see' terhadap rilis data Personal Consumption Expenditures Price Index (PCE Price Index) dari Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup melemah 12,09 poin atau 0,16 persen ke kedudukan 7.365,66. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,11 poin atau 0,41 persen ke kedudukan 997,79.

“Investor mengambil sikap waspada mendekati rilis data pemuaian Amerika Serikat pada Hari Jumat (29/3) nanti. Angka PCE Price Index di prediksi akan memperlihatkan tingkat naiknya harga yang masih tinggi," ujar Tim Penelitian Phillip Sekuritas Indonesia di kajiannya di dalam Jakarta, Selasa.

Selain itu, pemodal mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal kemudian bank-bank sentral utama lainnya mulai memangkas suku bunga acuan pada bulan-bulan mendatang.

Ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed pada Juni 2024 semakin besar dengan pelaku pangsa meninjau 71,9 persen prospek pemangkasan suku bunga paling tidaklah 25 basis poin (bps), atau naik dari sekitar 54,7 persen sepekan yang tersebut lalu

Bank Sentral Swiss atau Swiss National Bank (SNB) pada pekan lalu menjadi bank sentral besar pertama yang dimaksud menurunkan suku bunga acuan sebagai sinyal kebijakan moneter akan semakin longgar, seiring dengan perlambatan peningkatan sektor ekonomi global.

Bank Sentral Inggris atau Bank of England (BOE) juga sudah pernah mengirim sinyal akan segera melonggarkan kebijakan moneter, sementara bank Sentral Eropa (ECB) diprediksi akan melakukan penurunan suku bunga di area bulan Juni.

Dibuka melemah, IHSG betah di tempat teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah pada zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Skala Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat yaitu dipimpin sektor energi yang digunakan naik sebesar 0,46 persen, dihadiri oleh sektor teknologi serta sektor barang konsumen nonprimer yang digunakan masing-masing naik 0,35 persen dan juga 0,31 persen.

Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dimana sektor transportasi kemudian logistik turun paling di minus 3,35 persen, dihadiri oleh sektor bidang serta sektor barang konsumen primer yang dimaksud masing-masing minus 0,87 persen kemudian 0,80 persen.

Saham-saham yang digunakan mengalami penguatan terbesar yaitu IDPR, TNCA, ULTJ, LIVE serta SLIS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni COCO, CHEM, GIAA, LMAX, serta IDEA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 984.535 kali kegiatan dengan jumlah agregat saham yang dimaksud diperdagangkan sebanyak 16,13 miliar lembar saham senilai Rp16,13 triliun. Sebanyak 219 saham naik, 356 saham menurun, kemudian 208 tiada bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei melemah 16,10 poin atau 0,04 persen ke 40.398,00, indeks Hang Seng menguat 144,67 poin atau 0,88 persen ke 16.618,32, indeks Shanghai menguat 5,16 poin atau 0,17 persen ke 3.031,47, lalu indeks Strait Times menguat 38,63 poin atau 1,21 persen ke 3.236,73.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *