IHSG ditutup melemah, bursa “wait and see” jelang pencoblosan pilpres

Bursa31 Dilihat

IDN Bisnis Kami melihatĀ reaksi bursa terhadap hasil Pemilu

Jakarta – Skala Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore, ditutup melemah seiring pelaku lingkungan ekonomi wait and see menjelang hari pencoblosan Pemilu pada Rabu (14/2) besok.

IHSG ditutup melemah 87,93 poin atau 1,20 persen ke kedudukan 7.209,74. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,00 poin atau 0,70 persen ke kedudukan 988,16.

“Kami melihat reaksi pangsa terhadap hasil Pemilu, lingkungan ekonomi keuangan dapat merespons secara secara langsung terhadap hasil Pemilu. Jika hasilnya konsisten dengan ekspektasi pasar, dampaknya mungkin saja lebih banyak terbatas,” sebut Tim Penelitian Lotus Andalan Sekuritas di kajiannya di tempat Jakarta, Selasa.

Dari pada negeri, perdagangan IHSG hari ini merupakan hari terakhir sebelum hari pencoblosan pemilihan raya 2024 yang digunakan termasuk pemilihan presiden juga legislatif Rabu besok, dimana bursa keuangan dapat merespons secara segera terhadap hasil Pemilu, dimana apabila hasilnya konsisten dengan ekspektasi pasar, dampaknya mungkin saja lebih tinggi terbatas.

Di sisi lain, dari mancanegara, pelaku bursa wait and see rilis kenaikan harga tahunan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (13/2) waktu AS, yang berpotensi mengalami perlambatan, sehingga direspons positif pelaku pangsa yang digunakan tercermin dari menguatnya aset portofolio berisiko.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan pembukaan pertama perdagangan saham. Pada pembukaan kedua, IHSG betah di dalam zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Angka Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor transportasi & logistik yang tersebut meningkat sebesar 0,77 persen.

Sedangkan empat sepuluhan turun yaitu sektor barang baku turun paling di minus sebesar 1,93 persen, disertai sektor infrastruktur dan juga sektor properti yang dimaksud masing-masing turun sebesar 1,02 persen dan juga 0,95 persen.

Saham-saham yang digunakan mengalami penguatan terbesar yaitu MKAP, SURI, HYGN, WIDI, serta KOKA. Sedangkan saham-saham yang dimaksud mengalami pelemahan terbesar yakni BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, lalu ASII.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.223.487 kali proses dengan jumlah total saham yang tersebut diperdagangkan sebanyak 15,04 miliar lembar saham senilai Rp9,98 triliun. Sebanyak 214 saham naik, 308 saham menurun, serta 245 tak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 1066,60 poin atau 2,89 persen ke 37,964,00, serta indeks Straits Times menguat 3,57 poin atau 0,11 persen ke 3.141,87.

Sementara itu, indeks Hang Seng (Hong Kong) dan juga indeks Shanghai (China) masih libur memperingati Hari Raya Imlek 2575 Kongzili.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *