IHSG ditutup menguat pada berada dalam pangsa “wait and see” FOMC The Fed

Bursa15 Dilihat

IDN Bisnis Bursa regional Asia menguat dalam berada dalam penantian rilis data perekonomian sebagian negara juga kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada Selasa (30/1) kemudian Rabu (31/1)

Jakarta – Skala Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Awal Minggu sore, ditutup menguat pada sedang pelaku pasar wait and see (menantikan) hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC).

IHSG ditutup menguat 20,08 poin atau 0,28 persen ke kedudukan 7.157,17. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,42 poin atau 1,10 persen ke kedudukan 961,91.

"Bursa regional Asia menguat pada sedang penantian rilis data kegiatan ekonomi beberapa jumlah negara juga tindakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada Selasa (30/1) serta Rabu (31/1) pekan ini,” sebut Tim Investigasi Pilarmas Investindo Sekurtitas di kajiannya dalam Jakarta, Senin.

Di sisi lain, katalis positif datang dari regulator China, yang mana mengumumkan akan menghentikan peminjaman saham tertentu untuk short selling mulai Senin, untuk membantu pangsa saham yang dimaksud sedang merosot di tempat negara tersebut.

Pada pekan lalu, Awal Menteri China Li Qiang menjanjikan dukungan pemerintah yang tambahan kuat terhadap pasar.

Dari pada negeri, pemerintah berencana memberikan insentif fiskal terhadap sektor pariwisata, yaitu berbentuk pengurangan pajak di bentuk pemberian sarana yang tersebut ditanggung pemerintah (DTP).

Insentif itu akan diberikan sebesar 10 persen dari Pajak Penghasilan (PPh) badan, dimana PPh badan yang dimaksud tadinya sebesar 22 persen, akan turun menjadi 12 persen.

Pemberian insentif tentunya untuk mengupayakan kebangkitan sektor pariwisata yang digunakan mulai menggeliat pasca COVID-19. Dengan kebangkitan sektor pariwisata akan berdampak positif bagi perekonomian nasional akibat akan memberikan efek domino pada sektor lain.

Dibuka menguat, IHSG betah di dalam teritori positif sampai penutupan pertemuan pertama perdagangan saham. Pada pertemuan kedua, IHSG masih betah dalam zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Skala Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer sebesar 0,32 persen, dihadiri oleh sektor sektor dan juga yang digunakan naik sebesar 0,09 persen.

Sedangkan, sembilan sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor teknologi turun paling pada minus 2,26 persen, disertai sektor keuangan serta sektor infrastruktur yang dimaksud masing-masing minus 0,86 persen dan juga 0,56 persen.

Saham-saham yang dimaksud mengalami penguatan terbesar yaitu SRAJ, SURI, PSAB, IDEA dan juga HILL. Sedangkan saham-saham yang digunakan mengalami pelemahan terbesar, yakni SMLE, CGAS, MSKY, GTRA juga CUAN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.138.669 kali proses dengan jumlah keseluruhan saham yang tersebut diperdagangkan sebanyak 18,72 miliar lembar saham senilai Rp9,52 triliun. Sebanyak 216 saham naik, 284 saham menurun, serta 264 tiada bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 275,79 poin atau 0,77 persen ke 36.026,89, indeks Hang Seng menguat 125,01 poin atau 0,78 persen ke 16.077,24, indeks Shanghai melemah 26,86 poin atau 0,92 persen ke 2.983,36, juga indeks Strait Times melemah 19,22 poin atau 0,61 persen ke 3.140,31.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *