Indef: BUMN pilar penting agar sistem kegiatan ekonomi RI berjalan seimbang

Bisnis7 Dilihat

IDN Bisnis DKI Jakarta – Pengamat sektor ekonomi Eko Listiyanto dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan BUMN merupakan salah satu pilar penting agar sistem kegiatan ekonomi Indonesia berjalan seimbang.

"BUMN sebagai salah satu pilar penting sistem kegiatan ekonomi Indonesia tiada dapat dihapus, apalagi diganti," ujar Eko untuk ANTARA di tempat Jakarta, Minggu.

Menurut dia, sebetulnya kalau dari sisi sistem ekonomi Indonesia ada tiga jenis atau pilar penting yang dimaksud terdapat di tempat di UUD 1945 Pasal 33 secara tersirat bahwa makna yang mana dimaksud adalah BUMN, swasta kemudian koperasi.

BUMN merupakan salah satu pelaku juga pilar dari sistem dunia usaha Indonesia, kemudian kalau salah satu pilar dihapuskan maka sistem kegiatan ekonomi Indonesia berjalan tak seimbang.

BUMN juga berperan sebagai agen pengerjaan bagi perekonomian masyarakat, utamanya sebagai tulang punggung bagi kebutuhan-kebutuhan dasar seperti pupuk, sembako, listrik juga BBM.

Selain itu BUMN juga merupakan instrumen bagi negara di meningkatkan sarana layanan bagi rakyat luas, seperti transportasi KRL menjadi terjangkau serta nyaman melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Dengan demikian, BUMN menjadi kanalisasi bagi PMN dari pemerintah untuk meningkatkan layanan masyarakat untuk penduduk di tempat seluruh Indonesia.

Sedangkan koperasi itu sebenarnya, menurut Eko, merupakan entitas yang setara dengan BUMN dan juga swasta. Tiga entitas ini yang digunakan dihasilkan dari makna tersirat Pasal 33 UUD 1945.

Kalau BUMN pendekatannya berangkat dari modal atau kepemilikannya yang dimaksud mayoritas dikuasai oleh negara untuk kemakmuran lalu kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sehingga dengan kepemilikan negara tersebut, artinya negara harus menyalurkan banyak dana untuk BUMN pada rangka melayani keinginan lalu memberikan layanan masyarakat krusial bagi rakyat Indonesia.

Sedangkan koperasi dibentuk oleh beberapa orang yang tersebut mengoleksi modal kemudian menghasilkan usaha. Koperasi sebetulnya dibentuk cuma untuk anggotanya, sehingga untuk terlibat, memanfaatkan fasilitas, dan juga mendapatkan profit maka individu harus bergabung terlebih dahulu untuk menjadi anggota koperasi.

"Mana yang mana tambahan baik? Semuanya juga baik bagi Indonesia serta berjalan secara setara juga saling melengkapi, sebab ketiganya harus berjalan seimbang di menggerakkan sistem perekonomian Indonesia. Memang ketiga pilar sektor ekonomi Indonesia ini sudah dipikirkan serta disusun oleh para pendiri bangsa," katanya.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *