Indef: otoritas perlu kenalkan komoditas bursa modal syariah sejak dini

Bisnis15 Dilihat

IDN Bisnis Karena tingkat literasi sangat rendah, jadi kita dapat masuk mulai dari kurikulum sekolah dasar (SD)

Jakarta – Kepala Rencana Perekonomian Syariah Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fauziah Rizki Yuniarti merekomendasikan pemerintah untuk memperkenalkan komoditas lingkungan ekonomi modal syariah terhadap rakyat sedari dini guna mendongkrak minat terhadap komoditas tersebut.

“Untuk meningkatkan permintaan, tentu hanya metode itu melalui edukasi. Karena tingkat literasi sangat rendah, jadi kita bisa saja masuk mulai dari kurikulum sekolah dasar (SD),” kata Fauziah di Diskusi Catatan Awal Tahun: Visi Capres lalu Evaluasi Sektor Bisnis Syariah pada Indonesia yang digunakan dipantau secara daring di tempat Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan pengajaran tentang bursa modal syariah di skala sekolah SD tiada perlu dengan penjelasan yang digunakan rumit. Pendidikan mengenai pangsa modal syariah dapat menggunakan gaya mengenai cerita sebagaimana soal-soal tingkat SD pada umumnya.

“Yang penting mereka kenal dengan aktivitas keuangan lain, seperti bursa modal syariah. Jadi, sudah ada dikenalkan sejak kecil,” ujar dia.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi juga Inklusi Keuangan (SNLIK) yang digunakan diadakan OJK pada tahun 2022, literasi bursa modal baru mencapai 4,11 persen serta keuangan syariah 9,14 persen. Sementara tingkat inklusi pangsa modal berada pada level 5,19 persen lalu keuangan syariah 12,12 persen.

Untuk meningkatkan tingkat literasi lalu inklusi, selain menyasar bidang pendidikan, Fauziah juga menyarankan pemerintah untuk menggalakkan endorse lingkungan ekonomi modal syariah oleh generasi Z dan juga milenial. Sebab, kedua generasi yang dimaksud yang tersebut berbagai menggunakan produk-produk sukuk yang dimaksud diterbitkan oleh pemerintah.

Guna menyeimbangkan upaya tersebut, pemerintah juga perlu menyiapkan regulasi yang dimaksud mampu melindungi penanam modal publik. Pasalnya, kerap kali regulasi yang tersebut rumit menjadi penghalang para penanam modal untuk melakukan investasi.

“Ada regulasi yang dimaksud perlu diperbaiki supaya pemodal mau memasukkan uang merek ke bursa modal, khususnya pangsa modal syariah,” ujar dia.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu mengamankan sisi permintaan dengan melakukan pengembangan (research and development) barang bursa modal syariah, misalnya reksadana syariah. Fauziah juga merekomendasikan pemerintah untuk menyokong sukuk korporasi juga sukuk tempat yang masih terkendala isu penerbitan.

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *