Inflasi, BI diminta stabilkan nilai tukar lewat kebijakan moneter

Finansial25 Dilihat

Bank Indonesi selaku otoritas moneter harus secepatnya menstabilkan nilai tukar kemudian naiknya harga dengan kebijakan moneternya.

Banda Aceh – Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Chenny Seftarita memohon Bank Indonesi (BI) segera menstabilkan nilai tukar dengan kebijakan moneter untuk menghentikan laju naiknya harga Aceh 2024 yang dimaksud berpeluang meningkat.

"Dalam konteks makro ekonomi, Bank Indonesi selaku otoritas moneter harus secepatnya menstabilkan nilai tukar juga naiknya harga dengan kebijakan moneternya," kata Chenny Seftarita, pada Banda Aceh, Selasa.

Chenny menyampaikan, naiknya harga di Tanah Air termasuk Aceh berisiko meningkat, disebabkan oleh kenaikan kenaikan harga global (imported inflation) ke berada dalam ketidakpastian kebijakan pemerintah juga sektor ekonomi bumi juga kenaikan nilai tukar barang secara pesat (cost push inflation).

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhir-akhir ini berimbas pada meningkatnya nilai tukar barang impor. Kondisi ini akan berdampak pada besarnya ongkos (biaya) produksi barang di negeri.

Faktor lainnya, kata ia lagi, adalah pembaharuan iklim (climate change) yang turut berpengaruh terhadap menurunnya produksi komoditas volatile food seperti beras dan juga bawang merah. Terlebih lagi, Aceh masih mengandalkan pasokan komoditas pertanian dari wilayah lain.

"Cuaca ekstrem kemudian ketergantungan yang dimaksud besar dari tempat lain (seperti pada Provinsi Sumatera Utara) pada komoditas pertanian, dan juga jalur distribusi barang yang mana tergolong mahal kemudian berpotensi terhambat juga sangat berpengaruh terhadap pemuaian di dalam Aceh," ujarnya.

Karena itu, Chenny berharap BI juga eksekutif Aceh melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) harus bekerja keras mengarahkan naiknya harga dalam pada rentang yang tersebut wajar, yakni sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen juga menyimpan stabilitas daya beli.

"Strategi TPID, yaitu 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, kemudian komunikasi efektif masih menjadi senjata andalan di upaya stabilitas inflasi," katanya lagi.

Dia juga mengajukan permohonan pemerintah memperhatikan pengawasan terhadap distribusi barang, penegakan hukum bagi pelanggar penimbunan barang, pengadaan subsidi beras bagi penduduk miskin, juga lingkungan ekonomi diskon guna mencegah ulah spekulan yang nakal ke pasar.

Untuk jangka panjang, ujar dia, pemerintah juga penting memberikan insentif lalu stimulus bagi sektor pertanian teristimewa untuk petani padi mengingat kemungkinan besar pengembangannya, sedangkan di dalam sisi lain kesejahteraan petani padi masih rendah.

"Lebih sangat jauh lagi wajib direalisasikan proses lanjut pada sektor pertanian, sehingga menciptakan nilai tambah lalu meningkatkan peningkatan ekonomi," kata Chenny pula.

Artikel ini disadur dari Inflasi, BI diminta stabilkan nilai tukar lewat kebijakan moneter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *