Jangan Kaget! Pocong Dulu Bergerak Tak Melompat Tapi Begini..

Entrepreneur22 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Pocong adalah salah satu hantu yang dimaksud dikenal luas oleh warga Indonesia. Dia digambarkan sebagai sosok hantu yang dimaksud terbungkus kain kafan juga bergerak sembari lompat. 

Namun, belum banyak orang tahu bahwa pocong dulu digambarkan bergerak tidak lompat, melainkan dengan berguling juga berjalan. Dan, menariknya inovasi penggambaran ini dipengaruhi erat oleh salah satu industri di dalam Indonesia.

Bagaimana bisa?

Eksistensi Pocong

Perlu diketahui, sudah ada lama hantu pocong eksis di area Indonesia. Namun, sulit untuk melacak awal mulanya.

Meski begitu, menurut Justito Adiprasetio dan Annissa Winda di tempat The Conversation, pocong serta hantu-hantu lain hadir di area Indonesia di tempat menghadapi sistem kepercayaan sinkretik, kelindan kepercayaan menghadapi ruh gentayangan, tempat keramat, dan juga momen-momen ngeri. 

Artinya, mampu dikatakan keberadaan pocong lalu hantu-hantu lain lahir bersamaan seiring kemunculan hal-hal tersebut. Hal ini sejalan dengan paparan Suwardi Endraswara di Dunia Hantu Orang Jawa (2004), walaupun pada konteks kawasan Jawa.

Menurutnya, hantu apapun telah hadir bersamaan sejak orang Jawa itu ada. Hal ini bisa saja terjadi dikarenakan orang Jawa punya pegangan hidup bahwa ada makhluk pada wilayah lain yang dimaksud tidak kasat mata. 

Terlepas sejak kapan pocong itu eksis, hal lain yang mana menarik untuk disimak adalah masalah penggambaran pocong. Perlu diketahui, penggambaran hantu pada dasarnya selalu dinamis. Hal ini sanggup terjadi berkaitan dengan imajinasi rakyat sesuai dengan situasi zaman. 

Pada 1906, misalnya, terbit sebuah buku berjudul Malay Beliefs besutan pejabat kolonial Inggris, Richard James Wilkinson. Dalam paparannya, Richard menjelaskan ada hantu terikat kain kafan yang dimaksud disebut hantu kochonk (di Indonesia dikenal sebagai pocong).

Akibat kakinya terikat, kochonk tidak dapat bergerak melompat atau berjalan. Alhasil, ia pun bergerak dengan cara berguling-guling. Sementara penggambaran lain persoalan pocong dipaparkan juga oleh Suwardi Endraswara. Menurutnya, pocong adalah hantu wanita berpakaian putih yang mana wujudnya seperti jenazah yang mana dapat berjalan.

Tentu belaka penggambaran itu bukan salah. Namun, satu hal yang jadi pertanyaan, jikalau dahulu pocong digambarkan berguling serta sanggup berjalan, kenapa sekarang bergerak dengan cara melompat?

Jawabannya disebabkan oleh bisnis lapangan usaha film. Dalam penelusuran Justito dan juga Annissa, film Setan Kuburan (1975) jadi film horor paling vulgar yang digunakan menjadikan pocong sebagai hantu utama di dalam periode sebelum 1990-an.

Lewat film yang dimaksud diperankan Benyamin Sueb itu, pocong pertamakalinya digambarkan bergerak lompat kesana kemari. Selain itu situs Historia juga mengatakan film Setan Kuburan juga menguatkan pandangan bahwa kuburan, pohon, juga tempat alami seperti telaga atau danau sebagai tempat favorit kemunculan hantu. 

Tentu semata dikarenakan film sebagai salah satu pembentuk imajinasi masyarakat, narasi pocong yang digunakan bergerak lompat menjadi terekam lintas generasi. Terlebih, di catatan Justito dan Annissa, pada periode 2000-2020, pocong lebih tinggi banyak tampil sebagai hantu utama di area 37 film Tanah Air. Akibatnya, mau tidak ada mau, penggambaran ini semakin mengakar kuat apalagi usai berbagai penampilan pocong di tempat berbagai media lain, seperti koran, majalah, dan juga komik. 

Namun, pada masa kini banyak juga film yang digunakan menawarkan variasi cara bergerak pocong. Ada yang mana digambarkan pocong sanggup terbang, seperti di area Mumun (2022). Atau ada yang mana digambarkan ngesot.  

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *