Jembatan Nusantara tingkatkan konektivitas 20 titik lebih besar di dalam Nusantara

Bisnis19 Dilihat

Layanan komersial JN pada beberapa titik penyeberangan difokuskan untuk mengupayakan lalu memaksimalkan target induk pada memperlancar mobilisasi rakyat serta logistik pada sebagian titik wilayah, utamanya yang digunakan hanya sekali dapat dijangkau oleh moda ferry

Jakarta – PT Jembatan Nusantara (JN), anak bidang usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), terus mengoptimalkan layanan penyeberangan kapal ferry lebih lanjut dari 20 wilayah di Negara Indonesia untuk memaksimalkan konektivitas serta juga memacu pertumbuhan dunia usaha masyarakat.

“Demi memperkuat konektivitas penyeberangan, PT Jembatan Nusantara terus menguatkan layanan ke tambahan dari 20 titik wilayah di dalam Indonesia,” kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesi Ferry (Persero) Shelvy Arifin di pernyataan di Jakarta, Senin.

Shelvy menuturkan JN selaku anak bisnis sejak langkah-langkah pengambilalihan oleh ASDP pada 2022 terus melakukan ekspansi area layanan, kemudian bersama-sama dengan ASDP terus menguatkan layanan angkutan penyeberangan ke Tanah Air.

Dia mengatakan, keduanya berazam untuk bermetamorfosis menjadi terdepan pada penerapan keselamatan terstandarisasi kemudian pelayanan prima untuk seluruh pengguna jasa.

"Layanan komersial JN di sebagian titik penyeberangan difokuskan untuk menyokong dan juga memaksimalkan target induk di memperlancar mobilisasi komunitas dan juga logistik di dalam beberapa orang titik wilayah, utamanya yang digunakan cuma dapat dijangkau oleh moda ferry," katanya.

Shelvy menyebutkan, total armada JN sebanyak 53 unit, yang dimaksud ketika ini bergerak melayani pada 21 rute dalam antaranya Air Putih-Sei Selari di Batam; Amolengo-Labuan pada Baubau; Bajoe-Kolaka; Balikpapan-Mamuju; Balikpapan-Pare Pare.

Selanjutnya, Balikpapan-Taipa Palu; Bardan-Siantan; Batam-Bintan; Batam-Kuala Tungkal; Batam-Sei Selari; Batulicin-Tanjung Serdang; Dumai-Rupat; Kariangau-Panajam; Kayangan-Pototano; Ketapang-Gilimanuk; Lembar-Ketapang; Lembar-Padangbai; Merak-Bakauheni; Surabaya-Ende; Surabara Labuan Bajo; serta Tanjung Api-api-Muntok.

Sementara itu, jalur yang dimaksud dilayani oleh kapal milik JN pada antaranya Air Putih-Sei Selari ke batam, Bajoe-Kolaka, Balikpapan-Mamuju, Balikpapan-Pare Pare, Balikpapan-Taipa Palu, Bardan-Siantan ke Pontianan, hingga Surabaya yang dimaksud melayani rute jarak sangat jauh menuju Kupang juga Sape dengan rute Surabaya-Ende kemudian Surabaya-Labuan Bajo.

Saat ini, lanjut Shelvy, untuk rute long distance ferry (LDF), JN melayani rute Balikpapan – Pare-pare dengan mengoperasikan KMP Swarna Bahtera berkapasitas 4.538 GT dan juga waktu tempuh kurang lebih lanjut 34 jam.

Menurut dia, diperkenalkan layanan JN pada beberapa jumlah titik rute sangat penting pada membantu kelancaran langkah-langkah distribusi logistik pada wilayah Indonesi Tengah juga Timur.

“Serta membantu mobilitas penduduk untuk berpergian antar Pulau, seperti dari pulau Jawa ke Bali, dari Pulau Kalimantan ke Sulawesi, hingga Pulau Jawa ke Nusa Tenggara Timur," ujar Shelvy.

Artikel ini disadur dari Jembatan Nusantara tingkatkan konektivitas 20 titik lebih di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *