Jokowi Puji Sistem Nasabah Mekaar: Murah, Kompetitif, Bisa Bersaing

Entrepreneur18 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji produk-produk yang mana dihasilkan oleh ibu-ibu pengguna inisiatif Mekaar (Membina Kondisi Keuangan Keluarga Sejahtera) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM), anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Jokowi menilai produk-produk yang dimaksud mempunyai kualitas yang digunakan sangat baik serta akan mampu bersaing dengan komoditas luar negeri dikarenakan harganya sangat kompetitif.

“Saya tadi pada depan beli celana. Celana ini harganya berapa? Saya bayar 15 ribu rupiah. Apa artinya? Hal ini sangat ekonomis juga sangat kompetitif, dan juga sangat bisa saja bersaing dengan negara-negara lain kalau harganya 15 ribu,” ungkapnya ketika bersilaturahmi dengan para pengguna PNM Mekaar dalam Lapangan Keyongan Kidul Sabdodadi, Wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (30/01/2024).

Lebih lanjut, Jokowi meyakini barang berbentuk celana batik yang disebutkan akan laris apabila dijual ke lingkungan ekonomi seperti Afrika. Kepala negara menggerakkan agar komoditas yang disebutkan mampu diekspor ke mancanegara di jumlah keseluruhan besar.

“Harganya 15 ribu berarti 1 dolar pasti laku, saya berikan jaminan ini. Biar orang-orang Afrika pakai celana batik semuanya,” imbuhnya.

Sumini Siti Aisyah, penjual celana tersebut, adalah salah manusia pelanggan PNM Mekaar sejak tahun 2017. Saat ditemui terpisah, ia bercerita mengenai bagaimana ia sanggup mengembangkan usahanya bermodalkan pinjaman dari PNM Mekaar sebesar Rp2 juta.

“Saya mulai bergabung itu tahun 2017, plafon pertama itu Rp2 juta, sekarang telah masuk Rp9 juta. Alhamdulillah bisnis berkembang,” ujarnya.

“Dari awal saya kan pindahan, dari DKI Jakarta pindah ke kampung untuk merawat orang tua. Jadi mau perniagaan bingung. Akhirnya konveksi, alhamdulilah berjalan,” sambungnya.

Seiring berjalannya waktu, usahanya terus mengalami perkembangan hingga ketika ini ia mempunyai hasil penjualan sekitar Rp5 jt per minggunya. Setelah dipotong cicilan Mekaar, Sumini menyampaikan bahwa pendapatan bersihnya sekitar Rp1,5 juta.

“Seminggu sekali itu sanggup 5 (juta) tapi kotor ya. Untungnya itu kira-kira Rp1,5 juta. Itu sudah ada kepotong cicilan, jadi telah bersih. Lumayan sih mampu bantu perekonomian keluarga, kan butuh banyak,” tuturnya.

Sumini pun berharap kegiatan Mekaar sanggup terus berlanjut ke depannya meskipun ganti pemerintahan. Menurutnya, Mekaar telah lama membantu para ibu di membantu perekonomian keluarganya.

“Mudah-mudahan dilanjutkan sekalipun ganti presiden ya. Bantu banget sebenarnya untuk perekonomian ibu-ibu kayak kita. Soalnya kalau kita pinjam ke orang belum tentu boleh. Kalau begini kan dibantu, mencicil kan kasarnya, enggak terlalu berat juga, bunganya enggak terlalu tinggi, enggak kayak rentenir ya,” tandasnya.

Artikel Selanjutnya Hani Hadiyanti, Tunadaksa yang digunakan Bisa Bangun Rumah dari Jualan

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *