KAI: Tingkatkan disiplin berikutnya lintas usai kecelakaan KA Rajabasa-bus

Market17 Dilihat

merupakan perlintasan yang tersebut telah dilakukan KAI pasang palang pintu manual yang digunakan ketika ini dijaga warga sekitar secara swadaya

Jakarta – PT Kereta Api Tanah Air (Persero) (KAI) mengimbau komunitas meningkatkan disiplin berlalu lintas menyusul insiden kecelakaan kemudian lintas antara KA Rajabasa (KA PLB S12A) relasi Tanjungkarang – Kertapati dengan bus.

Kecelakaan terjadi pada Mingguan (21/4) pukul 13.10 Waktu Indonesia Barat di dalam perlintasan pada petak jalan antara Stasiun Way Pisang (WAP) serta Stasiun Martapura (MP) di dalam KN 193+7.

"KAI secara kontinyu dan juga berkesinambungan selalu melakukan upaya sosialisasi tentang disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang. Kita terus-menerus mengingatkan rakyat baik pengendara kendaraan bermotor ataupun pejalan kaki untuk kekal berhati-hati ketika melintas di dalam perlintasan sebidang," kata EVP Of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji di dalam Jakarta, Minggu.

Agus menyesalkan kecelakaan itu serta menyampaikan belasungkawa berhadapan dengan insiden yang tersebut terjadi, dimana terdapat  individu yang terjebak dari penumpang bus tersebut, yakni satu orang yang terluka jiwa lalu 11 korban luka-luka. Selanjutnya para orang yang terluka dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Kru KA kemudian penumpang KA Rajabasa seluruhnya selamat, namun terdapat kehancuran pada sarana dan juga keterlambatan perjalanan kereta api.

Kecelakaan terbentuk pada waktu KA Rajabasa relasi Tanjungkarang – Kertapati ditemper bus di dalam KM 193+7 petak jalan Way Pisang (WAP) lalu Martapura (MP).

Menurut Agus, perlintasan itu merupakan perlintasan yang digunakan sudah pernah KAI pasang palang pintu manual yang dimaksud ketika ini dijaga rakyat sekitar secara swadaya.

Ia menyayangkan masih adanya pengguna jalan yang tersebut kurang berhati-hati kemudian tak berhenti dan juga bukan tengok kanan-kiri pada waktu melintas di dalam perlintasan KA.

Selanjutnya, keberadaan alat utama keselamatan di perlintasan sebidang ada ke rambu-rambu kemudian lintas, dimana status palang pintu kemudian penjaga perlintasan hanyalah alat bantu keamanan semata.

Insiden yang dimaksud mengakibatkan perjalanan beberapa KA Rajabasa juga KA Kuala Stabas terganggu serta mengalami keterlambatan, begitupun dengan kereta api lainnya seperti KA Barang juga sempat tertahan.

Proses pengeluaran telah dilakukan selesai diwujudkan pada pukul 15.24 Waktu Indonesia Barat sehingga perjalanan KA pada masa kini kembali normal.

"Saat kejadian ini, masinis telah dilakukan membunyikan semboyan 35 atau klakson peringatan tegas secara berulang namun bukan diindahkan oleh pengemudi bus sehingga kecelakaan tidak ada sanggup dihindari," ujarnya.

Masinis juga telah melakukan upaya untuk menghentikan laju kereta api. Pada insiden tersebut, bus akhirnya terseret sekitar 50 meter.

Atas kejadian itu, KAI mengalami kerugian materiil yang mengakibatkan perjalanan KA Rajabasa kemudian KA Kuala Stabas terlambat, dan juga beberapa KA lainnya juga harus tertahan.

Secara hukum, aturan pada ketika kendaraan melintasi perlintasan kereta sudah ada diatur tegas pada Pasal 114 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas serta Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal yang disebutkan berbunyi, pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api juga jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti sewaktu sinyal sudah ada berbunyi, palang pintu kereta api telah mulai ditutup, dan/atau isyarat lain.

Pengemudi kendaraan wajib mendahulukan kereta api juga memberikan hak utama untuk kendaraan yang mana lebih tinggi dahulu melintasi rel.

Artikel ini disadur dari KAI: Tingkatkan disiplin lalu lintas usai kecelakaan KA Rajabasa-bus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *