Kapan Waktu petang Lailatur Qadar? Ini adalah Ciri-Cirinya

Syariah25 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu keistimewaan bagi umat Muslim pada bulan Ramadan. Pada waktu malam tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk menundukkan diri seraya berdoa, memohon ampun, lalu mengucapkan pujian untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Malam Lailatul Qadar juga merupakan sebuah waktu malam yang mana memperingati kejadian terjadinya di malam hari bersejarah bagi agama Islam, yakni ketika malaikat Jibril pertama kali menyampaikan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap Nabi Muhammad SAW. Waktu petang Lailatur Qadar umumnya jatuh pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Saat insiden yang dimaksud terjadi, wahyu pertama yang mana disampaikan oleh malaikat Jibril yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5.

Dari kejadian tersebut, dapat dikatakan bahwa di malam hari Lailatul Qadar sebagai waktu malam yang tambahan baik dari seribu bulan. Hal ini dikarenakan waktu malam ini menjadi di malam hari di tempat mana wahyu pertama dari Allah diturunkan untuk Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari Detikcom juga Universitas Islam An Nuur Lampung, berikut ini tanda-tanda Lailatul Qadr :

1. Cahaya Matahari Waktu Pagi Redup

Dalam ceramahnya UAS mengatakan cahaya matahari pagi redup lantaran malaikat-malaikat turun (dari langit ke bumi hingga) cahayanya mengalahkan cahaya matahari.

Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah di malam hari cerah, terang, seolah-olah ada bulan, di malam hari yang dimaksud tenang serta tentram, tidaklah dingin juga tidak ada pula panas. Pada waktu malam itu tak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah, matahari di dalam pagi harinya terbit dengan indah, tidaklah bersinar kuat, seperti bulan purnama, serta tak pula dihalalkan bagi setan untuk mengundurkan diri dari sama-sama matahari pagi itu.” (HR Ahmad)

إن ليلة القدر ليلة سمحة طلقة لا حارة ولا باردة يطلع صبيحتها الشمس دائرة حمراء ليس لها شعاع

Artinya: “Sesungguhnya Lailatul Qadar adalah di malam hari yang digunakan lembut, cerah, bukan panas lalu tiada dingin. Pada pagi harinya matahari terbit bulat merah tanpa sinar.” (HR. Muslim)

2. Waktu petang yang dimaksud Tenang, Damai, dan juga Tidak Panas

Tanda di malam hari lailatul qadar yang dimaksud kedua adalah di malam hari itu dipenuhi dengan ketenangan yang dimaksud lebih besar baik dari biasanya.

Rasulullah SAW bersabda,

إنها ليلة سمحة طلقة لا حارة ولا باردة تجري على الناس رحمة فيها

Artinya: “Sesungguhnya di malam hari itu adalah waktu malam yang lembut, cerah, tak panas kemudian tidaklah dingin. Pada waktu malam itu turun rahmat terhadap manusia.” (HR. Ahmad).

3. Siklus Nampak Separuh Bulat

Salah satu ciri alam pada di malam hari Lailatul Qadar selanjutnya adalah kemunculan bulan yang mana hanya saja terlihat separuh bulatan. Sebagaimana pada hadits,

“Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, ‘Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar pada sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, ‘Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang tersebut berukuran separuh nampan.’” (HR. Muslim).

4. Waktu senja yang tersebut Penuh Cahaya

Malam lailatul qadar merupakan waktu malam yang digunakan bercahaya baik pada langit maupun dalam bumi.

Rasulullah SAW bersabda,

إنها ليلة طلقاء بيضاء كأنها صبح يومها لا تشبهها ليلة

Artinya: “Sesungguhnya di malam hari itu adalah di malam hari yang cerah putih seperti pagi harinya. Tidak ada waktu malam yang mana menyerupainya.” (HR. Ahmad)

Namun, bukan semua orang dapat mendapatkan waktu malam kemuliaan ini. Seorang muslim yang digunakan menghidupkan malam-malam Ramadhannya, memungkinkan baginya untuk mendapatkan di malam hari Lailatul Qadar tanpa disadari. Jadi, mengetahui ciri-ciri waktu malam Lailatul Qadar itu bukanlah sesuatu yang tersebut pasti juga dapat dirasakan oleh semua orang.

5. Matahari Cenderung Berwarna Putih

Ruhyat Ahmad pada buku Panduan Ramadhan: Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah menyebutkan hadits yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab RA,

هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةٍ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا

Artinya: “Malam itu adalah waktu malam yang cerah, yaitu waktu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR Muslim no. 762).

Keistimewaan Waktu senja Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar begitu sangat dinanti serta diharapkan sanggup didapatkan oleh umat Muslim. Berikut ini keistimewaan dari waktu malam Lailatul Qadar:

1. Malaikat Turun ke Bumi

Malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya juga mengaminkan setiap doa-doa yang tersebut dipanjatkan pada waktu malam itu. Malaikat akan turun dengan menyebabkan kedamaian untuk manusia yang digunakan memanfaatkan di malam hari Lailatul Qadar di area bulan Ramadan.

2. Penulisan Takdir pada Satu Tahun di area Lauhul Mahfuzh

Pada di malam hari Lailatul Qadar, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencatatkan seluruh takdir, mulai dari ajal, rezeki, dan juga lain sebagainya dalam Lauhul Mahfuzh selama satu tahun.

Oleh dikarenakan itu, setiap Muslim dianjurkan untuk selalu memperbanyak ibadah agar dirinya mendapatkan banyak rezeki juga keberkahan.

3. Waktu petang Penuh Berkah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan di malam hari yang dimaksud diberkahi juga menghapus segala dosa terdahulu umat Muslim yang beribadah ketika waktu malam Lailatul Qadar.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada Al Quran surat Ad-Dukhan ayat 3 yang dimaksud berbunyi:

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu di malam hari yang diberkahi lalu sesungguhnya Kami-lah yang dimaksud memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).

Itulah penjelasan lengkap mengenai Lailatul Qadar, kapan datangnya waktu malam tersebut, kemudian apa hanya tanda-tanda datangnya waktu malam Lailatul Qadar.

Kapan Waktu senja Lailatul Qadar?

Dalam buku Fiqih Wanita oleh M. Abdul Ghoffar, dijelaskan di malam hari lailatul qadar jatuh pada satu puluh di malam hari terakhir dalam bulan Ramadan. Tepatnya, pada malam-malam ganjil pada bulan tersebut, yakni waktu malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, kemudian dua puluh sembilan.

Pernyataan yang disebutkan didasarkan pada sebuah hadits. Rasulullah SAW pernah bersabda:

يَ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ – رواه أحمد والبخاري وأبو داود

Artinya: “Lailatul qadar itu berada pada 10 di malam hari yang terakhir dari bulan Ramadan.” (HR Ahmad, Al-Bukhari, kemudian Abu Dawud)

Keterangan yang disebutkan sebetulnya dijelaskan pula dari salah satu riwayat dari Ubadah bin Ash Shamit di tafsir Ibnu Katsir. Rasulullah bersabda:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيْلَةُ الْقَدْرِ فِيْ الْعَشْرِ الْبَوَاقِيْ, مَنْ قَامَهُنَّ ابْتِغَاءَ حِسْبَتِهِنَّ فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَغْفِرُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ, وَهِيَ لَيْلَةُ وِتْرٍ, تِسْعٌ أَوْ سَبْعٌ أَوْ خَامِسَةٌ أَوْ ثَالِثَةٌ أَوْ آخِرُ لَيْلَةٍ, وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ َ: إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيْهَا قَمَراً سَاطِعاً سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ, لاَ بَرْدَ فِيْهَا وَلاَ حَرَّ, وَلاَ يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيْهَا حَتَّى تُصْبِحَ, وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيْحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً, لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ, وَلاَ يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ.

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul Qadar (terjadi) pada sepuluhan waktu malam terakhir. Barangsiapa yang digunakan menghidupkan malam-malam itu akibat berharap keutamaannya, maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu dan juga yang tersebut akan datang. Dan di malam hari itu adalah pada di malam hari ganjil, ke dua puluh sembilan, dua puluh tujuh, dua puluh lima, dua puluh tiga atau waktu malam terakhir di dalam bulan Ramadan.”

Berdasarkan berbagai pendapat ulama, maka diprediksi bahwa waktu malam Lailatul Qadar Ramadan 2024 jatuh pada tanggal berikut.

  • Malam 21 Ramadan 2024: Minggu, 31 Maret 2024 waktu malam Senin, 1 April 2024
  • Malam 23 Ramadan 2024: Selasa, 2 April 2024 waktu malam Rabu, 3 April 2024
  • Malam 27 Ramadan 2024: Sabtu, 6 April 2024 waktu malam Minggu, 7 April 2024
  • Malam 29 Ramadan 2024: Senin, 8 April 2024 di malam hari Selasa, 9 April 2024

Artikel Selanjutnya Awal Ramadan 1445 Hijriyah Versi Muhammadiyah: 11 Maret 2024

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Rangkuman berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *