Kebijakan Rencana Golden Visa Diproyeksi Bisa Dongkrak DPK Valas pada Sektor Keuangan

Finansial8 Dilihat

IDN Bisnis Di sedang perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang digunakan melambat, inisiatif golden visa yang tersebut dicanangkan eksekutif Indonesia sejatinya mampu menjadi angin segar bagi lapangan usaha perbankan. Meski, proses pemberlakuan golden visa ini masih di proses.

Seperti diketahui, kondisi likuiditas perbankan menjadi tantangan dengan semakin ketat sejalan dengan DPK yang dimaksud belaka meningkat 3,8% secara tahunan (YoY) atau senilai Simbol Rupiah 8.234 triliun dalam 2023. 

Memang, DPK di bentuk valas tercatat meningkat lebih banyak cepat mencapai 5,8% YoY dibandingkan DPK rupiah yang dimaksud berkembang 3,5%. Sayangnya, partisipasi valas masih kecil sekitar Rupiah 1.256 triliun.

Paling anyar, PT Bank Mandiri Tbk telah dilakukan menegaskan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum serta HAM pada inisiasi tabungan keimigrasian bagi WNA penerima golden visa.

”Rencana layanan yang dimaksud diperkirakan akan siap pada Semester 1/2024 atau sesuai kebijakan dari ditjen imigrasi,” ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman (25/1).

Adapun, acara golden visa ini menawarkan jasa visa untuk WNA dengan kualifikasi tertentu untuk tinggal di tempat Indonesia selama lima atau 10 tahun. Syaratnya, menginvestasikan jaminan keimigrasian.

Memang, Ali tak secara gamblang menyebutkan bahwa kerjasama yang dimaksud sanggup menggerakkan peningkatan dana murah, teristimewa DPK valas. Namun, ia membenarkan bahwa jaminan yang dimaksud dapat merupakan dana yang mengendap dalam bank milik negara.

”Tentunya, tergantung dari jenis golden visa yang digunakan dipilih WNA,” ujarnya.



Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *