Kemenhub perbaharui alur pelayaran masuk Pelabuhan Tarakan

Bisnis17 Dilihat

Ibukota – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan segera memperbarui keberadaan Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Tarakan di rangka menjamin keamanan juga keselamatan pelayaran di perairan Provinsi Kalimantan Utara.

”Kondisi perairan seperti kedalaman arus, atau adanya pengendapan lumpur kemungkinan besar telah dilakukan berubah sejak penetapan alur pelayaran sebelumnya. Revisi diperlukan untuk menyesuaikan dengan status terkini,” kata Direktur Kenavigasian, Capt. Budi Mantoro pada informasi dalam Jakarta, Jumat.

Saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Rencana Perubahan Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Tarakan, beliau mengutarakan alur pelayaran yang ditetapkan pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 141 Tahun 2020 tentang penetapan alur pelayaran, sistem rute, tata cara berlalu lintas juga area labuh kapal sesuai dengan kepentingannya di dalam Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Tarakan akan ditinjau kembali apakah masih memadai atau tiada untuk mengakomodir berikutnya lintas kapal yang digunakan semakin padat dalam sekitar Pelabuhan Tarakan.

Dia menjelaskan urgensi dilakukannya evaluasi serta penyesuaian alur adalah untuk menghindari adanya musibah seperti tubrukan, tenggelam, terbakar, dan juga kandas. Hal ini didukung dengan inovasi situasi perairan dari tahun-tahun sebelumnya yang mana harus berubah jadi perhatian.

Sebagai informasi, Pelabuhan Tarakan memegang peranan penting sebagai salah satu pintu gerbang perekonomian dalam Provinsi Kalimantan Utara, yaitu sebagai penghubung mata rantai transportasi antar pelabuhan dan juga bermetamorfosis menjadi tempat kegiatan bongkar muat bagi penumpang juga barang.

“Pelabuhan Tarakan pada waktu ini masih berubah menjadi pusat aktivitas logistik dan juga penumpang juga berkontribusi pada perkembangan sektor ekonomi lokal bahkan masih berubah menjadi primadona bagi pelaku bidang usaha dalam sekitar pelabuhan Tarakan,” katanya.

Perkembangan aktivitas kepelabuhanan ini juga menjadi salah satu aspek yang digunakan mempengaruhi revisi penetapan alur pelayaran.

”Pelabuhan Tarakan dari tahun ke tahun telah terjadi mengalami perkembangan di hal kapasitas, fasilitas, atau aktivitas bongkar muat yang tersebut memerlukan penyesuaian alur pelayaran agar lebih banyak efisien kemudian lancar” tambahnya.

Oleh dikarenakan itu, Direktur Kenavigasian menggarisbawahi bahwa perbaikan Alur Pelayaran Pelabuhan Tarakan sudah ada selayaknya dilaksanakan sehingga dapat memperoleh alur pelayaran yang digunakan ideal juga memenuhi bermacam aspek kepentingan kemudian kelancaran bernavigasi, dan juga melindungi kelestarian lingkungan maritim.

"Melalui FGD ini, kami juga menggalakkan sinergitas lalu kerja serupa antar instansi serta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, serta menciptakan dampak positif yang mana lebih besar besar bagi masyarakat" katanya.

 

Artikel ini disadur dari Kemenhub perbaharui alur pelayaran masuk Pelabuhan Tarakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *