Kemenkop UKM terus lakukan pendataan koperasi dan juga UMKM

Bisnis19 Dilihat

IDN Bisnis selama ini yang tersebut ditunggu-tunggu adalah data para pelaku KUMKM by name serta by address

Jakarta – Kementerian Koperasi juga UKM terus melakukan pendataan lengkap koperasi serta perniagaan mikro, kecil, menengah (KUMKM) di area seluruh provinsi di tempat Indonesia untuk memulai pembangunan basis data KUMKM yang tersebut terstandardisasi juga terintegrasi.

Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah di temu media di dalam Jakarta, Selasa, menyatakan bahwa kementeriannya sudah pernah berhasil menghimpun 13,4 jt data pelaku KUMKM. Informasi ini terdiri dari 9,1 jt data yang dimaksud dikumpulkan pada 2022 dan juga 4,3 jt data pada 2023.

“Kami akan terus bergerak dikarenakan selama ini yang dimaksud ditunggu-tunggu adalah data para pelaku KUMKM by name serta by address,” ucap dia.

Azizah menuturkan pada 2021, Kemenkop UKM fokus pada pengembangan program serta website untuk pendataan. Kemudian, pada 2022, diadakan survei dengan segera terhadap pelaku KUMKM dalam 240 kabupaten/kota.

Kemudian pada 2023, Kemenkop UKM bekerja mirip dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan sensus kemudian survei mirip pada 215 kabupaten/kota.

Azizah menjelaskan bahwa data ini terdiri menghadapi tujuh klasifikasi, yaitu identitas pengusaha, identitas usaha, bidang usaha, faktor pemasaran, proses produksi, keuangan, serta SDM.

Dia mengungkapkan basis data ini akan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti merumuskan kebijakan kemudian kegiatan yang digunakan tepat sasaran, mengetahui profil dan juga keinginan para pelaku KUMKM secara lebih tinggi detail, meningkatkan kinerja KUMKM, hingga meningkatkan sumbangan UMKM terhadap perekonomian nasional.

“Selain mencari, membina, mengembangkan (KUMKM), semua landasannya adalah pendataan. Fakta ini nantinya akan digunakan oleh Kemenkop UKM, kementerian lain, serta pemerintah daerah,” kata Azizah.

Ia lebih tinggi lanjut menyatakan bahwa kementeriannya juga masih menghitung peluang kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional. Perhitungan dijalankan setelahnya data KUMKM yang disebutkan lengkap.

Azizah menuturkan bahwa proses pendataan ini mempunyai beberapa tantangan, salah satunya adalah menjangkau para pelaku perniagaan di area wilayah terpencil. Tak cuma itu, pendataan dijalankan secara langsung, bukanlah digital, sehingga harus mendatangi para pelaku bisnis satu per satu.

Meski demikian, pendataan ini diharapkan dapat selesai pada tahun ini.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *