Kemenperin rampungkan penyusunan aturan pendukung Permendag Impor

Market14 Dilihat

dengan rampungnya aturan pendukung itu, telah dilakukan tersedia Peraturan Menteri Manufaktur untuk komoditas lapangan usaha yang diatur sesuai arahan Presiden

Jakarta – Kementerian Industri telah terjadi menyelesaikan penyusunan regulasi pendukung Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 Tahun 2023 Juncto Permendag Nomor 3 Tahun 2024 tentang Kebijakan juga Pengaturan Impor.

 
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif ke Jakarta, Minggu, memaparkan dengan rampungnya aturan pendukung itu, ketika ini sudah tersedia Peraturan Menteri Pertambangan (Permenperin) untuk komoditas sektor yang digunakan diatur sesuai arahan Presiden.

 

"Penyelesaian peraturan ini membutuhkan waktu mulai dari perumusan draf, tahapan harmonisasi, hingga mendapat nomor pengundangannya, baru setelahnya dapat dinyatakan berlaku serta digunakan sebagai dasar hukum untuk menjalankan kebijakan," katanya.

Selain itu, untuk setiap-tiap peraturan memerlukan waktu yang digunakan bervariasi, bergantung pada kompleksitas produknya.

 

Menurut dia, Permenperin yang mengatur mengenai tata cara penerbitan pertimbangan teknis (Pertek) untuk komoditas seperti pakaian jadi, alas kaki, besi atau baja, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan juga elektronik, proses permintaan impor produk-produk itu telah berjalan melalui portal Tanah Air National Single Window (INSW). Sedangkan untuk komoditas ban, ketika ini masih pada proses pengundangan pada berita negara.

 

Febri yang mana juga Staf Khusus Menperin Area Hukum lalu Pengawasan menjelaskan komoditas impor yang membutuhkan Pertek sebagian merupakan hasil akhir industri.

Sementara untuk unsur baku, sejauh ini sangat lancar melalui proses penerbitan yang mana cepat dengan kurun waktu maksimal lima hari kerja.

 

Selain itu ia mengemukakan Kemenperin terus berupaya maksimal untuk melayani seluruh pihak yang digunakan memerlukan Pertek dengan mengacu pada keinginan kemudian produksi nasional.

 

Oleh akibat itu, pihaknya berharap adanya kolaborasi yang digunakan baik antar lembaga, industri, pengusaha, importir, serta asosiasi supaya dapat memenuhi permintaan di negeri.

 

Menurut Febri, dengan adanya regulasi itu, tidak ada ada alasan mengubah kembali peraturan untuk produk-produk yang telah siap.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan sektor di negeri, dan juga guna menguatkan sikap devisa mata uang rupiah yang mana ketika ini sedang melemah.

 

“Selain itu, adanya upaya-upaya untuk mengubah kembali Permendag yang dimaksud dikhawatirkan akan menyebabkan membanjirnya produk-produk hilir sejenis ke pada negeri yang dimaksud berisiko mematikan lapangan usaha pada negeri,” kata dia.

Artikel ini disadur dari Kemenperin rampungkan penyusunan aturan pendukung Permendag Impor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *