Kemenperin Sambut Rencana Penanaman Modal Rp18 T Produsen Mobil Listrik Vietnam

Market13 Dilihat

IDN Bisnis JAKARTA – Kementerian Pertambangan (Kemenperin) menegaskan siap untuk memfasilitasi rencana produsen otomotif dari Vietnam, VinFast, yang tersebut ingin mendirikan pabrik kendaraan listrik pada Indonesia. Total penyetoran modal diperkirakan mencapai USD1,2 miliar atau sekira Rp18 triliun.

“Kami sangat mengapresiasi rencana penanaman modal VinFast, dikarenakan akan turut menyokong pengembangan lingkungan kendaraan listrik di dalam Indonesia, mengingat kemungkinan yang besar di dalam Indonesia,” kata Menteri Industri (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada keterangannya yang dimaksud diambil Akhir Pekan (14/1/2024).

Terkait dengan itu, Menperin yang mana mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Vietnam telah lama mengawali konferensi dengan perwakilan dari VinFast, yang dihadiri oleh Manufacturing Division Deputy ketua eksekutif of VinFast Phạm Nhật Quân Anh, ketua eksekutif VinFast Indonesia & Malaya Trần Quốc Huy, Director of GSM – Xanh SM Nguyễn Văn Thanh, dan juga Senior Assistant to the Chairman International Relations Director, Nguyễn Đức Thanh.

Kepada Menperin, VinFast menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang tersebut memiliki iklim usaha yang kondusif. Hal ini yang mana menggalakkan produsen otomotif itu untuk menggelontorkan dananya pada tahap awal konstruksi pabrik sebesar USD200 juta, yang akan dimulai tahun 2024.

“VinFast sedang mengidentifikasi lokasi yang tersebut cocok untuk mendirikan pabrik di area Indonesia. Kebutuhan lahannya sekitar 240 hektare,” ungkap Agus. Adapun total kapasitas pabrik akan mencapai 50.000 unit per tahun, dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.000-3.000 orang. Pabrik kendaraan listrik ini menurutnya akan beroperasi pada tahun 2026.

Agus menambahkan, VinFast akan berkolaborasi dengan perusahaan di negeri untuk proses produksi. Selain itu, juga bermitra dengan perusahaan transportasi lalu penyedia jasa teknologi pada rangka ekspansi untuk kendaraan taksi listrik.

Terkait rencana pembangunan ekonomi tersebut, pemerintahan Indonesia akan memberikan banyak insentif, termasuk untuk sektor kendaraan listrik, antara lain infrastruktur tax holiday, tax allowance, insentif bea masuk, dan juga insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Mobil listrik VinFast dengan setir kanan, di dalam antaranya VF 5 juga VF 6 direncanakan memasuki bursa di area Indonesia pada tahun ini. Hal ini menjadi langkah perusahaan untuk uji lingkungan ekonomi dengan CBU impor, melalui sarana pajak bea masuk 0% dan juga pajak barang mewah 0% sesuai yang digunakan diatur di Peraturan Menteri Penyertaan Modal (BKPM) No. 6 Tahun 2023.

Selanjutnya, pada tahap produksi, perusahaan dapat memanfaatkan sarana tarif 0% untuk skema impor Completely Knock Down (CKD) atau Incompletely Knock Down (IKD) yang diatur pada Peraturan Menteri Manufaktur No 29 Tahun 2023. Selain itu, prasarana Pajak Barang Mewah 0% juga dapat dimanfaatkan, apabila mencapai persyaratan minimum isi lokal sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden No 79 Tahun 2023.

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *