Kementerian PUPR percepat pengerjaan Jalan Tol Semarang-Demak

Bisnis34 Dilihat

DKI Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum juga Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) berupaya mempercepat pengerjaan beberapa orang jalan tol dalam berubah-ubah wilayah pada rangka meningkatkan konektivitas antardaerah dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya Jalan Tol Semarang – Demak sepanjang 26,84 km di Semarang, Jawa Tengah.

Staf Ahli Menteri PUPR Lingkup Teknologi, Industri, lalu Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja memaparkan Jalan Tol Semarang-Demak merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang digunakan direncanakan sebagai ruas komplementer dari Jalan Nasional Pantura Jawa yang dimaksud menghubungkan Semarang – Demak – Gresik – Surabaya.

"Mengingat peran vitalnya sebagai jalur logistik dalam Utara Jawa, penyelesaian Ruas Tol Semarang – Demak sudah ada ditunggu masyarakat. Keberadaan Ruas Tol Semarang – Demak akan menambah kapasitas jalan sekaligus menurunkan beban sesudah itu lintas di dalam Jalan Pantura Jawa yang dimaksud sudah ada sangat padat lalu banyak mengalami kemacetan," kata Endra di dalam Jakarta, Sabtu.

Bertindak sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) adalah PT. PP Semarang Demak (PPSD) yang dimaksud menggunakan skema SBO-T (Supported, Build, Operate, and Transfer).

Jalan tol yang disebutkan terdiri menghadapi porsi penanaman modal BUJT pada ruas Sayung – Demak sepanjang 16,31 km yang mana berada dalam daratan lalu telah lama beroperasi sejak 25 Februari 2023.

"Sedangkan porsi otoritas pada ruas Semarang – Sayung sepanjang 10,64 km yang tersebut berada pada menghadapi laut dan juga terbagi berubah menjadi 3 paket yang digunakan ketika ini di tahap proses pembuatan dengan progres fisik secara keseluruhan mencapai 9,25 persen. Target penyelesaian pembangunan keseluruhan paket yang dimaksud adalah pada Februari 2027," ujar Endra.

Untuk porsi Pemerintah, kontraktor pelaksana Paket 1A adalah Hutama Karya (HK) serta Beijing Urban Construction Group (BUCG), Paket 1B adalah Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (WIKA) juga China Road and Bridge Corporation (CRBC) juga Paket 1C adalah Adhi Karya juga Sinohydro. Sebagian dana konstruksi proyek ini bersumber dari Pinjam-memakai Luar Negeri.

Kehadiran Tol Semarang – Demak diharapkan dapat semakin melengkapi konektivitas jaringan jalan dalam wilayah Jawa Tengah bagian utara sekaligus bermetamorfosis menjadi penghubung kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, serta kawasan pariwisata religi khususnya dalam wilayah Demak.

Di samping itu, dengan pembangunan jalan tol yang dimaksud terintegrasi dengan tanggul laut ini, diharapkan permasalahan banjir rob dalam Semarang Timur khususnya Kaligawe – Sayung yang mana mengakibatkan kerugian perekonomian cukup signifikan, dapat teratasi pada akhir tahun 2024.

Terlebih dengan pembangunan tanggul hingga 7 lapis timbunan juga beroperasinya Rumah Pompa pada Kolam Retensi Terboyo kemudian Sriwulan.

 

Artikel ini disadur dari Kementerian PUPR percepat pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *