Ketua Adat Dayak Iban: Presiden terpilih harus peduli lingkungan

Market50 Dilihat

IDN Bisnis Kalbar – Tuai Rumah Panjang atau Ketua Adat Dayak Iban Sungai Utik, Daerah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Bandi atau lebih tinggi dikenal dengan Apay Janggut, berpesan untuk presiden juga perwakilan presiden terpilih pada pemilihan raya 2024 untuk lebih tinggi peduli pada lingkungan.

"Siapa pun presiden terpilih nanti harus prolingkungan lantaran kita tidak ada dapat hidup tanpa air bersih, udara yang sehat yang dimaksud dihasilkan dari hutan yang baik," kata Apay Janggut ditemui usai menyalurkan hak pilihnya di area Tempat Pemungutan Suara (TPS) 001 Dusun Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kapuas Hulu, Rabu.

Menurut Apay Janggut, pemimpin negara kemudian anggota legislatif yang mana terpilih pada pemilihan raya 2024 harus tambahan bijak pada menerbitkan peraturan kemudian perundang-undangan sehingga tidak ada mengorbankan lingkungan.

Apay Janggut bersatu 194 orang warga Dusun Sungai Utik, Desa Batu Lintang, yang digunakan sebagian besar tinggal di area Rumah Betang, rumah khas publik adat dayak, telah terjadi menggunakan hak pilihnya pada pemilihan raya 14 Februari 2024.

Lokasi TPS 001 Dusun Sungai Utik dipusatkan di dalam rumah budaya Tirta Gelong Meligai Sungai Utik, sebuah bangunan yang merupakan replika Rumah Betang yang tersebut berjarak sekitar 50 meter dari Rumah Betang.

Komunitas Dayak Iban Sungai Utik yang digunakan dikenal arif menjaga hutan adat telah lama meraih berbagai penghargaan nasional serta internasional.

Penghargaan terbaru yang mana diterima Apay Janggut sebagai tokoh pelestari hutan mewakili publik adat Dayak Iban Sungai Utik adalah Gulbenkian Prize for Humanity dari Yayasan Calouste Portugal pada Juli 2023.

Sebelumnya pada 2020, Kementerian Lingkungan Hidup lalu Kehutanan menetapkan Hutan Adat Menua Sungai Utik untuk warga hukum adat Dayak Iban Menua Sungai Utik Ketemenggungan Jalai Lintang seluas 9.480 hektare.

Lokasi hutan adat ini berada dalam kawasan hutan lindung seluas 3.862 hektare, di dalam kawasan hutan produksi terbatas seluas 5.518 hektare, kemudian areal pemakaian lain 100 hektare dalam Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Daerah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *