Kilang Balikpapan meningkatkan kapasitas jadi 360 ribu barel per hari

Market13 Dilihat

IDN Bisnis Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diprioritaskan pemerintah.

Jakarta – Pengembangunan Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dibidik untuk meningkatkan kapasitas kilang dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, juga memperbaiki kualitas produk-produk serta menurunkan nilai tukar pokok produksi materi bakar minyak.

"Pemerintah terus membantu Pertamina pada menyelesaikan proyek RDMP (Refinery Development Master Plan) Balikpapan. Kami yakin proyek ini akan memberikan khasiat yang besar bagi bangsa dan juga negara," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Pengetahuan Publik, lalu Kerja Sama Kementerian Daya lalu Informan Daya Mineral (ESDM) Agus Cahyono Adi di keterangannya yang digunakan diterima di dalam Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang tersebut diprioritaskan pemerintah.

Agus meyakini proyek Kilang Pertamina Balikpapan akan menggerakkan peningkatan devisa dan juga penerimaan pajak, kemudian membantu mewujudkan kemandirian energi juga menekan defisit neraca perdagangan (current account deficit/CAD) dengan menurunkan impor produk-produk BBM dan juga petrokimia secara signifikan.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa proyek ini mengusung aspek keberlanjutan kemudian lingkungan dengan memunculkan komoditas berkualitas tinggi berstandar Euro 5 yang tersebut memiliki isi sulfur lebih banyak rendah, sehingga lebih besar ramah lingkungan.

Pada sisi lain, Direktur Penguraian Kilang Pertamina Balikpapan Djoko Koen Soewito menjelaskan kenaikan kualitas substansi bakar minyak yang dimaksud ramah lingkungan.

"Proyek ini juga mengusung aspek keberlanjutan dan juga lingkungan, di tempat mana barang yang mana dihasilkan tergolong berkualitas tinggi berstandar Euro 5, yang mana miliki zat sulfur lebih banyak rendah sehingga lebih tinggi ramah lingkungan," kata Djoko.

Sebagai salah satu proyek penanaman modal terbesar di area Indonesia, kata Djoko lagi, proyek Balikpapan akan memberikan multiplier effect bagi perkembangan sektor ekonomi wilayah dengan melibatkan perusahaan lokal, menciptakan lapangan kerja lokal, kemudian memiliki target tingkat komponen pada negeri (TKDN) sebesar 30-35 persen.

Selain itu, dengan penambahan produksi BBM, LPG, dan juga petrokimia nasional, diharapkan dapat menghemat defisit neraca perdagangan Indonesia hingga 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per tahunnya.

Kilang Refinery Unit (RU) V Balikpapan merupakan salah satu unit operasi kilang Pertamina Internasional yang tersebut produknya disalurkan ke kawasan Indonesia bagian timur, dan juga beberapa barang disalurkan ke Indonesia bagian barat kemudian diekspor.

Kilang ini sudah beroperasi sejak 1922 lalu pada waktu ini memasok hingga 26 persen total keinginan BBM dalam seluruh Indonesia.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *