Performa Kinclong, Saham BSI (BRIS) Sudah Naik 30% Dalam Sebulan

Market8 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) terus melesat. BRIS ditutup terapresiasi 3,36% ke sikap 2.160 per saham atau naik 70 basis poin (bps), pada penutupan perdagangan Selasa (23/1/2024).

Nilai proses BRIS pada perdagangan kemarin mencapai Rp211,87 miliar dengan melibatkan 98,83 jt lembar saham berpindah tangan sebanyak 1,23 jt kali. Kapitalisasi pangsa sebesar Rp99,64 triliun.

Mengutip RTI Business, saham BRIS juga menjadi salah satu saham incaran asing pada perdagangan kemarin. Tercatat, pemodal memborong BRIS sebanyak Rp25,2 miliar, menjadikannya urutan ketiga di tempat daftar net foreign buy perdagangan Selasa.

Saham BRIS memang sebenarnya belakangan ini terus bergerak di dalam zona hijau. Dalam sepekan terakhir, saham emiten perbankan syariah itu telah terjadi melonjak 10,77%. Sementara itu, saham BRIS pada sebulan terakhir telah dilakukan meroket 30,91% atau bertambah 510 bps.

Namun, mengawasi secara historis pasca merger, BRIS belum menyentuh rekor tertinggi sepanjang masanya. Adapun rekor tertinggi sepanjang masanya dicetak pada 28 Juli 2021 atau lima bulan pasca selesainya merger.

Pada hari Kamis (18/1/2024), pada ketika tarif saham BRIS itu menembus Rp2.010 per saham, Corporate Secretary BSI Gunawan A. Hartoyo mengemukakan bahwa pergerakan saham yang digunakan positif ini merupakan respon positif dari para penanam modal terhadap perkembangan kinerja perseroan.

“Insya Allah kami akan terus mempertahan kinerja positif untuk meningkatkan kepercayaan dan juga memberikan nilai tambah yang digunakan lebih banyak baik untuk para investor,” kata Gunawan.

Investor Relation BSI Rizky Budinanda mengemukakan bahwa pergerakan saham yang digunakan semakin bullish selama 3 bulan terakhir merupakan respon positif dari para investor, baik penanam modal domestik dan juga asing, terhadap saham perseroan.

Dia menambahkan, pergerakan saham perseroan merefleksikan prospek positif perkembangan kinerja perseroan, prospek lingkungan ekonomi perbankan syariah pada Indonesia yang dimaksud masih under penetrated, juga perbankan Indonesia yang mana masih berkembang sehat kemudian sustain.

“Dengan beberapa hal tersebut, Insya Allah BSI dapat senantiasa berkontribusi positif terhadap perkembangan bidang perbankan syariah di tempat Indonesia juga memberikan faedah bagi umat juga memberikan potential gain untuk pemodal melawan pembangunan ekonomi di dalam saham BRIS,” kata Rizky.

Kenaikan saham BRIS hingga kapitalisasi pasarnya yang tersebut kembali meningkat tak lepas dari kinerja fundamental BRIS. Berdasarkan laporan keuangan Perseroan hingga November 2023, laba bersih bank syariah hasil merger tiga anak usaha BUMN ini tercatat sebesar Rp5,1 triliun naik 30% (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan laba bersih yang disebutkan sejalan dengan peningkatan pembiayaan yang digunakan disalurkan yaitu mencapai Mata Uang Rupiah 235,01 triliun, naik sekitar 14% yoy.

BSI juga menjaga kualitas asetnya masih prudent. Hal ini terbukti dengan pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross yang dimaksud turun menjadi 2,15% dibandingkan dengan tempat November 2022 sebesar 2,53%.

Ke depannya, dengan hampir 20 jt klien juga penetrasi perbankan syariah yang mana masih dinilai rendah ketika ini, prospek pertumbuhan BRIS masih sangat menjanjikan.

Di lain sisi, BRIS optimis bahwa perkembangan laba secara tahunan akan meningkat di area melawan 30% pada 2023. Bila berkaca pada laporan keuangan kuartal III-2023, laba bersih BSI tembus Rupiah 4,2 triliun hingga September 2023. Realisasi yang disebutkan naik 31,04% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Artikel Selanjutnya Ada Perang Harga dalam Perbankan, BSI Lakukan Hal Hal ini

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *