Kisah Crazy Rich Asal India, Kaya Raya Berkat Mengais Rezeki di area RI

Entrepreneur20 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Salah satu entrepreneur Indonesia keturunan India yang dimaksud cukup dikenal barangkali adalah Sri Prakash Lohia. Sebab, beliau menjadi orang terkaya ke-6 di tempat Indonesia versi Forbes (2023) dengan harta US$ 8,5 Miliar. Harta sebesar itu didapat berkat menjalankan bidang usaha petrokimia lewat Indorama Group.

Selain Lohia ada juga orang India lain yang digunakan tak cukup dikenal tetapi punya pengaruh besar serta ada ikatan dengan Indonesia sebab pernah tinggal di area Tanah Air. Sebut salah satunya Lakhsmi Narayan Mittal yang mana memiliki perusahaan baja terbesar di tempat dunia, Arcelor Mittal.

Berkat usaha baja, Mittal menduduki kedudukan ke-94 sebagai orang terkaya dalam dunia dengan harta US$ 17,1 miliar atau Rupiah 266 Triliun. Meski sekarang ini berada di tempat sikap bawah, ia pernah masuk pada peringkat teratas orang terkaya di dalam India serta Asia pada 2007. Bahkan, di tempat tahun yang tersebut identik ia menduduki peringkat ke-3 orang terkaya pada muka bumi.

Menariknya, pundi-pundi harta itu beliau dapatkan bukanlah dari tanah kelahirannya, melainkan dari Indonesia.

Dilansir Britannica, bisnisnya bermula ketika ia serta keluarga pergi meninggalkan India untuk datang ke Surabaya pada 1976. Kedatangan ini terjadi setelahnya ia lulus kuliah dari jurusan bidang usaha dan juga akuntansi dari St. Xavier College. Setelah itu, barulah beliau ditugasi mengurusi kegiatan bisnis baja bapaknya, Mohanlal Mittal, agar bisa saja berekspansi ke luar negeri. Dan tibalah beliau di dalam Surabaya.

Sesampainya di dalam Surabaya, pria kelahiran 1950 ini bergegas mendirikan pabrik pengolahan baja dalam Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. Nama pabriknya PT Ispat Indo yang tersebut berlokasi pada areal bekas persawahan seluas 16,5 hektare serta berdiri dalam tahun yang digunakan identik ketika tiba di dalam Indonesia

Lewat pabrik itu beliau memproduksi berbagai jenis batang kawat juga batangan karbon. Namun, yang tersebut menjadi titik balik bisnisnya adalah ketika mempelopori pengembangan pabrik terintegrasi lalu pengaplikasian Direct Reduced Iron (DRI) sebagai pengganti besi tua yang mana menjadi unsur dasar pembuatan baja.

Terlebih, menurut Zia Permata di Kisah Berhasil Lakshmi Mittal (2007), berkat merintis teknik baru pada usaha pabrik baja itu, perusahaan Mittal mampu terhubung dengan bidang baja global. Bahkan, perusahaan mampu bekerjasama dengan bidang baja global. Beberapa kali juga ia mengakuisisi perusahaan baja di tempat negara lain itu.

Alhasil, PT. Ispat Indo kemudian benar-benar menjadi pemain tunggal di bidang usaha baja, tiada cuma dalam Indonesia, Asia, tetapi dunia. Tercatat di kurun 1-2 tahun pasca berdiri, PT. Ispat Indo sukses mengekspor 70% produknya ke lingkungan ekonomi Asia serta Asia Pasifik.

Hingga akhirnya pada 2004, Mittal memilih untuk menggabungkan PT Ispat Indo di jaringan internasional bisnisnya. Organisasi baru itu kemudian dinamai Mittal Steel Co. NV yang dimaksud kemudian berubah menjadi Arcelor Mittal. Organisasi ini kemudian menjadi penguasa sektor baja dunia dengan produksi sebanyak 42,1 jt ton baja per tahun serta berhasil mendapat keuntungan lebih lanjut dari US$ 22 miliar.

Namun, beliau berbeda dengan Lohia yang memilih menjadi Warga Negara Indonesia. Mittal masih memegang teguh kewarganegaraan India hingga kini. Terlepas dari apa statusnya, Lakshmi Narayan Mittal kemudian menjadi direktur utama sampai tahun 2021. Selama itu ia pula berhasil mendapat keuntungan triliunan rupiah dari usaha yang beroperasi di tempat Indonesia. Kini, PT. Ispat Indo dikelola oleh istrinya, Ushal Mittal.

Artikel Selanjutnya Belajar dari Pria Rupiah 150 T, Jadi Kaya akibat Lakukan Hal ini

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *