Kisah Keluarga Chalifoux, Jual Anak Sendiri oleh sebab itu Krisis Sektor Bisnis Amerika Serikat

Berita Olahraga48 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis dunia usaha 1930-an yang dimaksud melanda Amerika Serikat mengubah seluruh tatanan ekonomi. Amerika Serikat yang mana semula berjaya kemudian kaya raya, berubah 180 derajat ke ambang kehancuran. 

Banyak publik yang dimaksud menganggur kemudian menjadi miskin. Salah satu yang dimaksud bernasib demikian adalah keluarga Chalifoux yang berasal dari Indiana kemudian beranggotakan enam orang: dua dewasa (suami-istri) dan juga empat anak kecil.

Untuk hidup sehari-hari, mereka itu mengandalkan penghasilan dari Ray Chalifoux, ayah dari keempat anak. Namun, akibat krisis ekonomi, Ray yang mana semula supir truk terdampak PHK kemudian harus menganggur, sehingga memproduksi ekonomi keluarga berantakan. Hidup keluarga itu pun jungkir balik.

Mereka tak mampu memasak kemudian membayar cicilan apartemen. Mau tidak ada mau, mereka itu terancam terusir serta kehilangan tempat tinggal. 

Di berada dalam kondisi demikian, sang Ibu bernama Lucille Chalifoux, menimbulkan kebijakan yang mana menimbulkan seluruh Negeri Paman Sam gempar, yakni memasarkan keempat anaknya serta satu anak yang mana berada di tempat kandungan. Total, ada lima anak yang mana dijual.

Lucille bukan main-main. Dia bahkan memberi kesempatan untuk koran lokal Vidette-Mesengger untuk memasarkan anak-anaknya. Atas dasar inilah, pada 5 Agustus 1948, foto keempat anaknya, antara lain Lana (6), Rae (5), Milton (4), dan juga Sue Ellen (2), terpampang jelas pada koran yang dimaksud disertai papan bertuliskan “4 Children for Sale”.

Ilustrasi 4 Anak Dijual. (Bettmann/Getty Images)Foto: Ilustrasi 4 Anak Dijual. (Bettmann/Getty Images)
Ilustrasi 4 Anak Dijual. (Bettmann/Getty Images)

Mengutip NY Post, kabar pelanggan anak itu lantas dipublikasikan ulang oleh berbagai surat kabar di dalam negara bagian tetangga. Mau tak mau, kabar ini segera tersebar luas ke seluruh negeri di dalam masanya. 

Keviralan itu sontak menyebabkan keluarga Chalifoux menjadi sorotan. Ada yang dimaksud mengatakan langkah itu hanya saja langkah sang ibu untuk cari perhatian.

Namun, di tempat sisi lain, banyak pula dermawan yang dimaksud mengirimkan bantuan. Mulai dari tawaran kerja, rumah, lalu bantuan keuangan.

Entah apa yang digunakan dipikirkan keluarga, seluruh permintaan itu kemudian ditolak. Mereka tetap memperlihatkan ingin seluruh anaknya terjual kemudian pada akhirnya keinginan itu terwujud juga.

Dua tahun kemudian semua anak Chalifoux telah diadopsi oleh beberapa keluarga tanpa surat resmi. Kendati demikian, keberadaan para anak setelahnya diadopsi oleh orang tua asuh bukanlah berarti bahagia.

Situs Vintage mengungkap mayoritas dari dia malah kerap mengalami penyiksaan, pelecehan, dan juga perbudakan. Salah satu anak bernama Rae, misalnya.

Setelah dijual beliau hidup di kesengsaraan. Dia banyak dirantai, dipaksa kerja berjam-jam di dalam ladang, dan juga dipanggil budak oleh ayah angkat.

Lalu, Milton yang dijual pada usia 4 tahun juga mengalami tindakan serupa. Dia kerap dipukuli dan juga disiksa. 

Dari ke-5 anak, belaka David saja, anak yang dimaksud diadopsi pada waktu berusia 1 tahun, yang punya nasib baik. Dia diadopsi oleh keluarga Kristen yang mana taat, sehingga bisa saja punya bekal agama juga jenjang lembaga pendidikan yang dimaksud baik. 

Setelah masa-masa kelam itu, seluruh anak keluarga Chalifoux tumbuh dewasa tanpa pernah saling mengenal. Mereka juga tak lagi berhubungan dengan ayah kemudian ibu kandung.

Hingga akhirnya di area tahun 2012, David yang digunakan kasak-kusuk mencari kakak kandungnya berhasil mempertemukan kembali seluruh anak-anak Chalifoux. Dari rapat itu, tak sedikit dari mereka yang tersebut menyimpan dendam terhadap orang tua mereka lantaran tega menjualnya di area masa kecil. 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *