Kisah Pedagang Kelontong Berhasil Jadi AgenBRILink

Bisnis108 Dilihat

IDN Bisnis INFO BISNIS – Nila, ibu rumah tangga yang mana bermukim di tempat Cikoko, Ibukota Indonesia Selatan, membuka toko kelontong selama puluhan tahun. Ia membuka bisnis pasca meninggalkan dari pekerjaan pada waktu melahirkan anak pertama pada 1995.

“Dengan modal Rupiah 6 jt dari tabungan, saya membuka bisnis kelontong. Lalu saya mendapat informasi seputar KUR juga ditawarkan untuk menjadi AgenBRILink,” ujar Nila.

Sambil menjalankan bisnis warung kelontongnya lalu menjadi AgenBRILink, ia mengaku mendapatkan dua manfaat. Penghasilannya bertambah dari sharing fee, sekaligus membantu rakyat di dalam sekitarnya melakukan operasi perbankan. 

“Sampai sekarang, layanan yang paling banyak dibutuhkan adalah transaksi pulsa, pembelian token listrik, pemindahan uang, serta pembayaran cicilan atau angsuran pada BRI,” kata Nila. “Semakin sejumlah operasi pada AgenBRILink, tentunya sharing fee yang didapatkan juga meningkat.”

Usaha Nia sekarang ini juga bertambah. Selain toko kelontong bernama “Toko Angga”, ia juga membuka jasa penatu atau laundry, serta menerima pesanan makanan atau snack box.

Tak cuma itu, ia mendapat kesempatan untuk menjadi penyalur pinjaman ultra mikro. Pendanaan ultra mikro (UMi) merupakan acara tahap lanjutan dari acara bantuan sosial menjadi kemandirian bisnis yang tersebut menyasar usaha mikro yang berada pada lapisan terbawah, yang mana belum dapat difasilitasi perbankan melalui inisiatif Kredit Usaha Rakyat (KUR).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebagai bank yang dimaksud fokus membantu pelaku perniagaan mikro, kecil juga menengah atau UMKM, menjadi institusi perbankan yang mana berupaya memmperluas jangkauan pembiayaan Umi, salah satunya melalui AgenBRILink.

Adapun untuk mencari pengguna UMi, Nila mengutamakan menyasar konsumen atau pelanggan di dalam Toko Angga dan juga orang-orang di dalam sekitarnya. Barang kredit yang ditawarkannya adalah Kece (kredit cepat). 

“Untuk hasil Kece, saya yang jalan untuk mencari nasabah, saya yang dimaksud acc, saya yang digunakan foto mereka itu dengan usahanya. Jadi BRI menyerahkan kepercayaannya yang dimaksud untuk saya sebagai Agen BRILink yang tersebut membantu menyalurkan UMi kece. Untuk pinjamannya sekitar Rp2 sampai dengan 5 jt dengan angsuran per minggu selama tiga bulan,” kata Nila. 

Untuk calon peminjam atau debitur, Nila menjelaskan harus melengkapi berbagai persyaratan, seperti NPWP, KTP, KK, Surat Nikah, surat usaha dari RT lalu RW. Semua penyerahan dokumen itu dapat dengan segera diproses melalui aplikasi. Nila juga berharap, dengan adanya AgenBRILink juga kegiatan kredit UMi dari BRI, benar-benar dapat dimanfaatkan bagi para pelaku usaha mikro atau kecil. 

“Semoga juga semakin lancar bidang usaha setiap orang, akibat pinjamannya sangat ringan dari segi cicilan kemudian bunganya. Jadi menurut saya, sangat terjangkau dengan publik yang mana membutuhkan untuk memajukan usahanya,” katanya. 

Bantu Warga Akar Rumput

Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan bahwa AgenBRILink terbukti membantu publik dengan kemudahan bertransaksi melalui tanpa harus pergi ke kantor cabang atau ATM.

“AgenBRILink mengadopsi hybrid banking, yakni proses internal layanan perbankan telah lama didigitalisasi, sementara proses interaksi dengan nasabahnya masih human touching melalui agen,” ujarnya.

AgenBRILink menjadi upaya perseroan di meningkatkan kapabilitas pemberdayaan. Hal ini tak terlepas dari salah satu aspirasi besar yang mana ingin dicapai perseroan pada 2025 yaitu menjadi Champion of Financial Inclusion. Inklusi keuangan perlu berkualitas akibat terkait kemakmuran. Seperti diketahui, otoritas mencanangkan target inklusi keuangan mencapai 90 persen pada 2024.

Agen laku pandai milik BRI atau AgenBRILink mampu menjawab karakteristik pelanggan di area tataran ekonomi akar rumput. Saat ini, masih banyak klien yang mana lebih banyak senang bertransaksi perbankan lewat agen.

Sebagai informasi, hingga Desember 2023, BRI mencatatkan data jumlah total AgenBRILink telah lama mencapai sebanyak lebih tinggi dari 740 ribu yang tersebut tersebar di dalam 61.067 Desa di area seluruh Indonesia. Sementara ukuran operasi tercatat sebesar Rp1.427 triliun. (*)

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *