Kisah ‘Sugar Daddy’ RI Harta Mata Uang Rupiah 44 T: Punya Gundik, 8 Istri serta 26 Anak

Entrepreneur37 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta, CNBC Indonesia – Narasi sugar daddy belakangan sering digunakan untuk merujuk pribadi laki-laki kaya raya serta dewasa. Biasanya, sugar daddy juga rutin memberikan dukungan keuangan untuk seseorang sebagai imbalan kebersamaan. 

Namun, kisah sugar daddy yang mana seperti itu tidak semata-mata terjadi pada masa pada saat ini saja, melainkan juga sudah ada terjadi sejak dahulu kala. Salah satu sosoknya adalah Oei Tiong Ham, pengusaha perusahaan dengan syarat Semarang yang miliki harta 200 jt gulden atau setara Rupiah 43 Triliun. Dan, dari segi romansa beliau punya sejumlah gundik, 8 istri dan juga 26 anak. 

Sumber harta

Sebagai catatan, Oei Tiong Ham adalah pendiri lalu pemilik dari konglomerasi besar bernama Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Fokus utama bisnisnya adalah gula yang dimaksud sangat berjaya pada masa kolonialisme Belanda. 

Menurut Yoshihara Kunio di Konglomerat Oei Tiong Ham (1992), di kurun 1910-1912, OTHC berhasil mengekspor gula sebanyak 200 ribu ton hingga mengalahkan perusahaan Barat.  Bahkan, di area waktu bersamaan, OTHC sukses menguasai 60% pangsa gula dalam Hindia Belanda. Kantor cabangnya pun tersebar di area seluruh dunia, mulai dari India, Singapura hingga London.

Berkat besarnya usaha itu, tak heran kalau Oei Tiong Ham memiliki kekayaan 200 jt gulden. Sebagai catatan, uang 1 gulden pada 1925 bisa saja membeli 20 kg beras. Jika biaya beras Simbol Rupiah 10.850/kg, diperkirakan harta kekayaannya senilai Rupiah 44 triliun. Atas dasar inilah, ia dijuluki sebagai Raja Gula juga dinobatkan sebagai salah satu miliarder di dalam Hindia Belanda lalu dunia. 

Punya berbagai gundik, 8 istri & 26 anak

Sorotan untuk Oei Tiong Ham di area masa kolonial tidak hanya saja masalah kesuksesannya merancang usaha, tetapi juga ihwal keluarga, hubungan romansa, serta keinginannya mengoleksi istri supaya punya banyak anak. 

Diketahui, Oei pertama kali menikah pada usia 18 tahun dengan perempuan bernama Goei Bing Nio dan memiliki dua anak perempuan. Namun, kedua anak yang disebutkan tak memproduksi Oei puas.

Pasalnya, sebagaimana dipaparkan Benny G. Setiono dalam Tionghoa Dalam Pusaran Politik (2008), Oei ingin punya banyak keturunan sebab beranggapan banyak anak banyak rezeki. Selain itu, alasan lain beliau miliki gundik sebab istri pertamanya itu dianggap keras kepala kemudian angkuh. 

Sejak itulah ia mantap berhubungan dengan gundik-gundik, tanpa menceraikan istri pertama. Kisah gundik ini dikisahkan dengan segera oleh anak perempuan Oei dari istri pertamanya bernama Oe Hui Lan di memoar Oei Hui Lan: Kisah Putri Sang Raja Gula dari Semarang

Kata Sang Anak, Oei punya berbagai gundik yang mana ia pacari tanpa status. Tak diketahui berapa banyak, tetapi dari gundik-gundik tersebut, beliau punya satu anak setiap tahunnya. 

“Gadis mana yang tersebut tidak ada jatuh hati pada ketampanan serta jabatan Ayah? Semua perempuan berjuang menarik perhatian Ayah,” tanya Oei Hui Lan. 

Tak jarang pula gundik-gundik yang dimaksud minta naik status. Mereka ingin menjadi istri resmi Oei. Alhasil, Oei pun menuruti permintaan tersebut. Tercatat ada 7 gundik yang naik status menjadi istri, tanpa pernah menceraikan satu identik lain.

Jadi, total semasa hidup beliau punya 8 istri dan juga 26 anak. Namun, kata Oei Hui Lan, jumlah total anaknya diperkirakan lebih banyak dari itu. Sebab, beliau menghitung punya saudara tiri 42 orang serta mungkin saja lebih banyak dari itu mengingat Ayahnya berhubungan dengan sejumlah perempuan.

Menariknya, Oei Tiong Ham bersifat adil untuk seluruh pasangan juga anak-anaknya. 

“Walaupun istri-istrinya telah meninggalkannya (tak lagi hidup bersama), Oei Tiong Ham tetap memperlihatkan menjalankan kewajibannya dalam menunjang semua biaya keberadaan sang istri,” tulis Benny G. Setiono. 

Tak tanggung-tanggung, Oei membahagiakan semua istri juga anak dengan kemewahan. Istri-istrinya tinggal tersebar di area beberapa wilayah, mulai dari London, Singapura, China serta Semarang. Bahkan, keluarga yang digunakan berada pada London sanggup bergaul dengan keluarga kerajaan Inggris. 

Sementara, anak-anaknya diberi biaya sekolah sampai jenjang paling tinggi. Oei Hui Lan sendiri dapat sekolah di tempat London kemudian pada waktu dewasa beliau menjadi Ibu negara China. 

Lalu, untuk tentang warisan, Oei diketahui memberi 26 anaknya dengan warisan sebesar 400.000 gulden atau setara belasan miliar rupiah tak lama usai meninggal pada 6 Juli 1924. 

Atas dasar inilah, Oei Tiong Ham layak dijuluki sebagai sugar daddy dalam masa kolonial. Bukan hanya saja oleh sebab itu ia punya berbagai perempuan, tetapi juga lantaran ia benar-benar berkecimpung di sektor gula sebagai pelaku bisnis sukses. 

Artikel Selanjutnya Rahasia Kelezatan Coca Cola Tempo Dulu Sempat Pakai Narkoba

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *