KMP Dharma Kartika V, dukungan transportasi serta pariwisata bagi NTT

Market39 Dilihat

IDN Bisnis Kupang –

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Dharma Kartika V dengan panjang 153 meter lalu  lebar 25 meter sandar di tempat Pelabuhan Tenau Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Hari Senin (12/2). Tampilannya yang megah kemudian tinggi cukup menyita perhatian rakyat yang tersebut melintas di tempat sekitar kawasan tersebut.

Kapal jenis  roll-on/roll-off  (ro-ro) yang digunakan mampu menampung 1.002 penumpang ini membuka rute Surabaya-Kupang dengan menyinggahi pulau lain di area provinsi berjuluk Negeri Seribu Bukit ini. 

Kapal ro-ro adalah jenis kapal  penumpang yang digunakan dirancang untuk memungkinkan kendaraan bermotor masuk serta pergi dari dari kapal dengan mudah melalui pintu-pintu yang tersebut dibuka secara horizontal.

KMP Dharma Kartika V merupakan milik PT Dharma Lautan Utama (DLU). Untuk wilayah NTT sendiri sudah ada terdapat tiga kapal milik PT DLU yang dimaksud beroperasi melayani publik di area NTT.

Tiga wilayah itu adalah Rute Surabaya-Kupang PP, Surabaya-Labuan Bajo Daerah Manggarai Barat  PP serta Surabaya-Maumere Daerah Sikka PP.

Kehadiran kapal yang dimaksud seperti menjadi angin segar bagi publik NTT khususnya dua pulau besar yang tersebut disinggahi yakni Pulau Timor juga Pulau Sumba.

Tak hanya saja itu, para pengemudi kendaraan truk yang menyebabkan logistik dari Pulau Jawa, seperti dari Malang kemudian Surabaya juga merasa terbantu dengan diperkenalkan kapal ro-ro tersebut.

"Terima kasih oleh sebab itu sudah ada menghadirkan kapal ini, harganya terjangkau dan juga hanya sekali butuh waktu dua waktu malam tiga hari telah bisa saja sampai Kupang," ujar Alex orang pengusaha perusahaan yang dimaksud ditemui di area menghadapi kapal.

Provinsi kepulauan

Sebagai provinsi kepulauan dengan luas wilayah perairan mencapai kurang tambahan 151.414,05 km2 dan juga luas daratan hanya saja mencapai kurang lebih besar 47.349,9 km2, maka NTT tentu membutuhkan kapal-kapal penumpang yang dimaksud cukup memadai. 

NTT sebagai provinsi kepulauan memiliki 1.192 pulau. Dari jumlah total yang dimaksud 432 pulau di tempat antaranya sudah ada mempunyai nama serta sisanya sampai pada waktu ini belum mempunyai nama.

Sementara itu, dari jumlah keseluruhan itu baru 42 pulau yang tersebut dihuni oleh warga  sisanya pulau tidak ada berpenghuni. NTT mempunyai empat pulau besar yakni Flores, Sumba, Timor, kemudian Alor atau yang tersebut dikenal dengan sebutan Flobamora.

Dengan banyaknya pulau, NTT butuh lebih banyak sejumlah transportasi laut yang mana memadai lalu nyaman.  Jumlah kapal-kapal feri yang mana berlayar dari Kupang pada waktu ini belaka ada 12 kapal, juga harus melayani 42 pulau tersebut.  Ada juga kapal-kapal Pelni, namun jumlahnya bukan sampai 10 unit yang tersebut beroperasi menyinggahi Pelabuhan Kupang.

Pada musim hujan kemudian cuaca buruk, sebagian kapal penyeberangan seperti kapal feri milik ASDP dan juga beberapa perusahaan swasta, tidak ada bisa saja beroperasi sebab gelombang tinggi sanggup mencapai 2,5 meter, sehingga akses transportasi laut antarwilayah NTT mampu terhenti. 

Komunitas yang dimaksud punya keinginan mendesak di tempat kabupaten lain, dapat tertunda. Sedangkan jikalau menggunakan pesawat, biaya tiketnya mahal.

Sebagai warga yang digunakan tinggal pada tempat kepulauan, pada dasarnya rakyat NTT sangat membutuhkan transportasi laut yang digunakan nilai tukar tiketnya terjangkau.

"Tentunya kita berharap PT DLU tidaklah  hanya membuka rute Kupang ke Surabaya, tapi ada juga kapal seperti ini, melayani antarkabupaten atau antarpulau dalam NTT ini," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran kemudian Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, Simon B. Baon.

Pariwisata dan juga perhubungan

NTT dikenal sebagai provinsi yang dimaksud miliki banyak peluang wisata menarik, salah satunya adalah Labuan Bajo. 

Untuk memperkuat hal tersebut, PT DLU telah terjadi membuka rute kapal ke Labuan Bajo, kemudian pada masa kini kembali membuka rute baru di area NTT Surabaya- Kupang dan juga menyinggahi Pulau Sumba guna membantu serta memasarkan peluang wisata di area tempat itu.

Sumba dikenal sebagai pulau yang mana indah. Budaya serta wisata alam dalam tempat itu mampu menarik wisatawan luar negeri untuk berkunjung.

Bahkan, bukan mengherankan apabila ada wisatawan domestik lalu luar negeri rela memesan kamar hotel dengan tarif Rp25 jt per di malam hari hanya saja untuk menikmati keindahan alam dalam wilayah itu.

Untuk memfasilitasi itu, kapal jenis ro-ro KMP Dharma Kartika V  melayani rute Kupang ke Waingapu, Daerah Sumba Timur, dengan tarif Rp250 ribu.

Direktur Operasional serta Bisnis PT DLU Rakhmatika Ardianto mengungkapkan bahwa peluncuran Kapal Dharma Kartika V ke NTT, khususnya ke Kupang, guna membantu melayani mobilisasi masyarakat  juga bergabung memasarkan wisata yang ada pada NTT. 

Di pada kapal yang disebutkan bahkan ditampilkan beberapa jumlah lokasi wisata yang tersebut ada di dalam NTT. Tak hanya saja itu, kapal yang didesain mewah tersebut, juga ramah bagi lansia juga kaum disabilitas. Ada lift khusus bagi kaum disabilitas lalu lansia jikalau ingin berjalan-jalan pada kapal bagian menghadapi kapal guna menikmati pemandangan yang dimaksud ada.

PT DLU sejak awal sudah pernah konsisten bahwa ketika pertama kali membuka rute baru, fokus dia adalah memberikan kepuasan untuk warga di hal pelayanan terhadap penduduk dengan sarana yang ada.

Waktu perjalanan kapal yang dimaksud dari Surabaya-Kupang sekitar 48 sampai 50 jam, yang tersebut meliputi rute Surabaya – Lombok 17 jam, Surabaya – Waingapu 35 jam kemudian Surabaya- Kupang 50 jam.

Pemprov NTT menilai penampilan  KMP Dharma Kartika V di dalam wilayahnya diharapkan akan mampu menjawab keresahan warga NTT tentang tingginya harga jual tiket pesawat antarkabupaten di tempat wilayah tersebut.

Saat ini nilai tiket pesawat Kupang-Sumba misalnya, sekitar Rp1,8 jt per orang. Sedangkan apabila menggunakan kapal tersebut  biaya tiket Rp250 ribu per orang dengan waktu tempuh perjalanan satu malam.

Sementara itu, untuk perjalanan Kupang- Surabaya dengan waktu tempuh perjalanan 50 jam, penumpang hanya sekali perlu mengeluarkan uang sebesar Rp550 per orang untuk kategori nonseat  hingga yang tersebut paling tinggi Rp900 ribu per orang untuk kategori VIP.

Tarif yang dimaksud masih cukup diskon jikalau dibandingkan biaya tiket pesawat Kupang-Surabaya pada kisaran Rp1,2 jt hingga Rp2 jt per orang.

"Kehadiran kapal ini bisa saja menjawab keresahan rakyat NTT selama ini, lantaran nilai tiket pesawat cuma saat ini mahal sekali," kata  Pelaksana Pekerjaan (Plt) Kadis Perhubungan NTT Mahadin Sibarani. 

Oleh oleh sebab itu itu, Pemprov NTT mengapresiasi berhadapan dengan upaya lalu inisiasi warganya Serena Francis yang digunakan sudah pernah mewujudkan keinginan rakyat dalam NTT untuk menghadirkan transportasi laut tersebut. Kehadiran kapal yang disebutkan diharapkan tiada belaka mampu memberikan dukungan bagi  sektor perhubungan tapi juga pengembangan pariwisata pada Daerah Perkotaan Kupang maupun NTT.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *