KPPU Temukan Kelangkaan Beras lalu Gula

IDN Bisnis JakartaKomisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU menemukan adanya kenaikan tarif pada sebagian komponen pokok seperti gula konsumsi, beras, lalu cabai merah keriting. Hal itu diungkap Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa pada waktu sidak di area Pasar Tradisional Cihapit Bandung dan juga Griya Pahlawan Bandung, Minggu, 11 Februari 2024. 

Fanshurullah menyebut, sidak ini diadakan untuk mengantisipasi adanya permainan nilai serta penangkapan pasokan oleh pelaku perniagaan tertentu, dan juga stabilitas komoditas di dalam Jawa Barat jelang Periode Ramadhan.

“Sejak akhir tahun lalu terdapat beberapa komoditas pangan yang dimaksud terus mengalami kenaikan harga jual dan juga berada dalam melawan HET yang dimaksud ditetapkan pemerintah,” kata Fanshurullah di keterangan resmi yang dikutipkan pada Minggu, 11 Februari 2024. 

Dari pantauan, KPPU juga menemukan kelangkaan pada dua komoditas yakni gula konsumsi kemudian beras. Untuk gula premium, ditemukan pada bursa Cihapit pedagang hanya sekali dijatah 1 karton berisi 24 kg per pekan. Sementara di tempat Griya Pahlawan, konsumen semata-mata boleh membeli 3 pcs per konsumen untuk gula konsumsi 1 kg. Sedangkan stok beras premium tiada berbagai dijual kemudian ada pembatasan dari pemasok.

“Saya menyoroti dua hal ini, serta menekankan jangan sampai ada penangkapan pasokan sehingga meninggal nilai komoditas gula konsumsi kemudian beras di tempat pasaran untuk meninggal biaya pada kemudian hari,” ujar Fanshurullah.

Selain itu, dari sidak di area Pasar Cihapit, Fanshurullah mengungkap, komoditas beras premium secara rata-rata mengalami kenaikan harga jual sebesar 21,58 persen menjadi Simbol Rupiah 16.900 per kg, padahal HET beras premium sebesar Simbol Rupiah 13.900 per kg sebagaimana sudah pernah ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).”Sedangkan beras medium mengalami kenaikan sebesar 28,44 persen dari HET sebesar Rupiah 10.900 per kg menjadi Mata Uang Rupiah 14.000 per kg,” kata dia.

Cabai merah keriting terpantau mengalami kenaikan yang sangat signifikan jelang Ramadan. Fanshurullah menyebut, HET cabai merah keriting adalah Mata Uang Rupiah 55.000 per kg namun dalam pasaran ditemukan nilai cabai merah keriting sebesar Rupiah 150.000 per kg, naik sebesar 172,73 persen sangat jauh pada berhadapan dengan yang ditentukan pemerintah.

Selain beras dan juga cabai, tarif gula konsumsi juga mengalami kenaikan pada berhadapan dengan HET. Berdasarkan Peraturan Bapanas Nomor 17 tahun 2023, HET gula konsumsi untuk wilayah Jawa sebesar Simbol Rupiah 16.000 per kg. Namun, ketika ini di dalam Daerah Perkotaan Bandung rata-rata tarif gula konsumsi berjauhan pada berhadapan dengan HET yaitu Rupiah 18.000 per kg, naik sebesar 11,11 persen.

Komoditas daging ayam juga mengalami kenaikan tarif sebesar 8,84 persen dengan HET sebesar Rupiah 36.750 per kg, tetapi dalam pasaran ditemukan Mata Uang Rupiah 40.000 per kg. Harga telur ayam mengalami sedikit kenaikan pada kurun waktu yang digunakan identik yakni dari biaya Mata Uang Rupiah 27.200 per kg naik menjadi Rupiah 28.500 per kg atau naik 5,26 persen.

Selain itu, komoditas cabai merah juga mengalami kenaikan rata-rata sebesar 33,06 persen dengan rentang biaya per kilogramnya Mata Uang Rupiah 55.000-Rp 82.160.

Pilihan Editor: Dirty Vote Ungkap Dugaan Kecurangan Jokowi, Salurkan Bansos Mendadak, Kerahkan Polisi Hingga Tekan Kepala Desa

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *