LPEM UI: Tingkatkan aktivitas industri untuk jaga peningkatan luar Jawa

Finansial13 Dilihat

IDN Bisnis Ini adalah mengupayakan peningkatan pendapatan dan juga aktivitas ekonomi wilayah yang dimaksud yang dimaksud secara natural akan menggalakkan pertumbuhan aktivitas ekonomi lain

Jakarta – Ekonom Lembaga Penyelidikan Sektor Bisnis lalu Warga Fakultas Sektor Bisnis serta Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky menyatakan perlunya meningkatkan aktivitas kegiatan bisnis demi menjaga kesempatan pertumbuhan kegiatan ekonomi pada tiga wilayah luar Jawa yang digunakan melebihi 5 persen pada 2023.

“Untuk menjaga momentum, kegiatan perekonomian yang digunakan distimulus oleh kegiatan pemerintah ini perlu didorong agar mampu menarik aktivitas bidang usaha dari dunia usaha, sehingga bukan terus mengandalkan stimulus pemerintah,” ujar Teuku Riefky pada waktu dihubungi ANTARA melalui instruksi singkat di tempat Jakarta, Selasa.

Ia menyatakan bahwa aktivitas usaha yang digunakan perlu ditingkatkan antara lain pada sektor perdagangan, transportasi, perbankan, dan juga informasi kemudian komunikasi.

Menurutnya, pemerintah tiada perlu melakukan intervensi baru untuk menjaga kesempatan peningkatan perekonomian dikarenakan aktivitas bidang usaha dapat ditingkatkan melalui program-program yang digunakan telah terjadi dikembangkan selama ini, misalnya acara proses pengolahan lebih lanjut dan juga penyelenggaraan IKN.

“Aktivitas industri ini semua perlu untuk terus tumbuh. Bagaimana cara menumbuhkannya? Ini adalah memang benar bukanlah dari intervensi pemerintah, tapi dari program-program yang mana pemerintah sudah ada bangun,” ujar Riefky.

Ia menuturkan bahwa untuk mewujudkan pertumbuhan tersebut, pemerintah pusat harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

otoritas area perlu mengakomodir agar program-program yang dimaksud distimulus oleh pemerintah pusat yang disebutkan dapat berdampak nyata di tempat tempat merek masing-masing.

“Ini akan memacu peningkatan pendapatan lalu aktivitas kegiatan ekonomi pada tempat yang disebutkan yang dimaksud secara natural akan mengupayakan pertumbuhan aktivitas sektor ekonomi lain,” ujar Riefky.

Dia mengungkapkan bahwa upaya ini diharapkan dapat meningkatkan perkembangan sektor ekonomi daerah-daerah pada timur Indonesia menjadi tambahan tinggi daripada peningkatan sektor ekonomi nasional sehingga berbagai wilayah yang dimaksud dapat meningkatkan sumbangan merekan terhadap Pendapatan Domestik Bruto Indonesia dalam 2024.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pada Hari Senin (5/2) bahwa kelompok provinsi Maluku kemudian Papua mengalami perkembangan kegiatan ekonomi tahunan secara kumulatif (c-to-c) tertinggi pada 2023, yakni sebesar 6,94 persen.

Dua kelompok provinsi lain dalam luar Jawa yang dimaksud mengalami pertumbuhan perekonomian di tempat menghadapi 5 persen adalah Sulawesi (6,37 persen) lalu Kalimantan (5,43 persen).

Sementara itu, wilayah Jawa mengalami peningkatan sektor ekonomi sebesar 4,96 persen, Sumatera 4,69 persen, sedangkan Bali serta Nusa Tenggara 4 persen.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *