Luasnya prospek ekspor durian Indonesia

Bisnis18 Dilihat

… 90 persen produksi durian ke tanah air untuk konsumsi domestik. Padahal potensi pangsa ekspor masih terbuka lebar,

Jakarta – Sebagai produsen terbesar durian ke dunia, jumlah ekspor durian Indonesia ternyata masih sangat rendah atau menempati peringkat ke-5 eksportir di Asia Tenggara.

Sebab, faktanya 90 persen produksi durian dalam tanah air digelontorkan untuk konsumsi domestik. Padahal prospek pangsa ekspor masih terbuka lebar.

Ahli botani dengan syarat Inggris, Alfred Russel Wallace, menjuluki durian (Durio zibethinus) sebagai king of fruit alias raja buah. Kata zibethinus pada bahasa Latin bermakna musang. Cita rasa daging buah durian yang tersebut merupakan perpaduan legit, manis, lalu sedikit pahit menjadi salah satu alasan julukan itu.

Banyak warga jatuh hati pada rasa yang dimaksud unik. Itulah sebabnya konsumsi per kapita daging durian cenderung meningkat.

Menurut Badan Pusat Statistik, konsumsi daging buah durian pada 2023 mencapai 1,031 kg per kapita per tahun. Bahkan konsumsi melonjak pada 2020 hingga 2,372 kg per kapita per tahun. Bandingkan dengan 4 tahun sebelumnya yang mana semata-mata 1 kg per kapita.

Artinya, konsumsi durian rata-rata meningkat sekitar 20 persen per tahun. Lonjakan persentase itu kian besar jikalau membandingkan dengan dekade sebelumnya.

Sekadar contoh, pada 2005 setiap pendatang mengonsumsi 0,21 kg durian. Konsumsi meningkat berubah menjadi 0,78 kg (2006) dan juga 1,92 kg (2007). Hal itu menggambarkan sejumlah warga menggemari daging buah durian.

Pasar ekspor

Dr. Mohamad Reza Tirtawinata, M.S. dari Yayasan Durian Nusantara menyampaikan survei sederhana. Hasilnya, 52 persen komunitas menyukai durian khususnya jikalau gratis, 28 persen penggemar sejati walaupun biaya mahal, 8 persen maniak, serta hanya sekali 12 persen yang tersebut membenci durian lantaran beraroma kuat.

Konsumsi durian yang dimaksud cenderung meningkat bermetamorfosis menjadi kesempatan para pekebun untuk mengisi prospek pasar.

Apalagi Tanah Air merupakan produsen terbesar durian dalam kawasan Asia Tenggara. Menurut Reza pada 2022 Negara Indonesia memproduksi 1.370.000 ton durian.

Produsen terbesar durian di dalam Asia Tenggara berarti juga terbesar ke dunia. Di luar kawasan Asia Tenggara, seperti Afrika atau Amerika Latin, tak ada sentra durian yang mana menonjol.

“Masalahnya, 85 persen durian kita berkembang alami,” ujar doktor pertanian alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Tumbuh alami itu menyebabkan kualitas buah sangat beragam akibat bukan mendapat sentuhan budi daya yang dimaksud baik.

Reza menyampaikan hal itu pada acara Durian Talk yang digunakan digagas oleh Perhimpunan Hortikultura Negara Indonesia (Perhorti) pada awal Juni 2024.

Produksi durian Negara Indonesia meningkat 71 persen dibandingkan produksi pada 2017 (795.200 ton), sementara itu luas produksi meningkat 231 persen.

Sentra produksi durian itu, antara lain, dalam Wilayah Pasuruan (produksi 108.292 ton, area 9.998 hektare-ha), Kota Malang (44.961 ton, 3.139 ha), Daerah Parigimoutong (22.863 ton, 1.862 ha), Tapanuli Selatan (18,295 ton, 2.339 ha), kemudian Lombok Barat (18.253 ton, 1.213 ha).

Direktorat Jenderal Buah juga Florikultura Kementeraian Pertanian jua mengembangkan sentra durian hingga 364 wilayah ke 85 kabupaten lalu 26 provinsi.

Para petani mengembangkan jenis seperti kromo, matahari, namlung, otong, petanling, dan juga sunan dalam 90 sentra hasil pengembangan pada 2023.

Setahun sebelumnya para petani ke 110 sentra menyumbangkan jenis bintana, hepe, kani, juga jenis kromo, matahari, namlung, otong, petanling, kemudian sunan.

Pembangunan pada 2021 meliputi 134 sentra kemudian 2020 (30 sentra). Hingga 2022 Kementerian Pertanian merilis 114 varietas durian unggul.

Menurut Reza durian monthong identik dengan Thailand, sesudah itu musang king identik dengan Malaysia? Bagaimana dengan durian Indonesia?

Reza mengatakan, aksesi durian Indonesia bukan penting dijadikan sebagai varietas unggul nasional. Namun, sebaiknya berubah menjadi varietas unggulan setiap wilayah Negara Indonesia yang tersebut menjadikan ciri khas setiap-tiap daerah.

Dari total 114 varietas durian pada Indonesi yang tersebut telah dirilis, terdapat 11 varietas unggulan, yakni namlung petaling, klamunod atau supertembaga, matahari, petruk, kromo banyumas, malika, lai mas, balqis, serombut, juga pelangi atururi.

“Setiap tempat punya kebanggaan,” kata Reza. Dengan digunakannya varietas durian asli daerah, kegiatan budi daya tidak ada akan mengalami kendala yang mana berarti oleh sebab itu sudah ada terdapat kesesuaian agroklimat.

Keragaman durian pada Tanah Air juga sangat tinggi. Reza menjelaskan durian berdaging merah yang digunakan ditengarai hasil persilangan antara durian (Durio zibethinus) kemudian durian anggang (Durio graveolens).

Sebutan anggang mengacu pada burung enggang atau rangkong yang menggemari daging buahnya.

Ada juga durian tanpa duri ke kaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Jenis lain yang digunakan unik adalah durian tanpa juring (sekat) alias compartmentless durian. “Edibel portion mampu 50 persen,” kata Reza.

Hal itu muncul oleh sebab itu daging buah mengumpul kemudian tanpa sekat. Lazimnya satu buah durian mempunyai lima juring.

Investigasi durian tanpa sekat masih terbatas, mampu jadi bagus untuk batang bawah di perbanyakan bibit durian.

Selain keunikan itu yang menggembirakan musim panen si raja buah juga beragam. Sekadar contoh panen raya dalam Pasuruan pada Juli—September, Lima Puluh Pusat Kota (April—Juli), Lebak (Oktober—Desember), dan juga Agam (Januari—Maret).

Artinya ketersediaan buah durian pada Negara Indonesia sepanjang tahun. Meski demikian, belaka 6 persen produksi durian yang dimaksud mengisi pangsa ekspor, sedangkan 90 persen mengisi lingkungan ekonomi domestik. Di kawasan Asia Tenggara, Tanah Air menempati sikap ke-5 sebagai eksportir durian juga nomor 10 dalam dunia.

Selama ini Thailand kemudian Tiongkok mendominasi perdagangan durian ke dunia. Thailand sebagai eksportir terbesar, sedangkan Tiongkok importir terbesar.

Pada 2018, nilai ekspor durian Thailand mencapai 1.235.547.000 dolar Negeri Paman Sam lalu cenderung meningkat (2022 mencapai 3.199.002.000 dolar AS).

Angka Trade Map di Durian Global Market Report oleh Plantation International mencatatkan data pada 2016 jumlah ekspor durian dari Thailand ke Tiongkok sekitar 403.000 ton, sedangkan Malaya 18.000 ton.

Pengembangan bisnis

Fakta Asosiasi Eksportir Importir Buah-buahan dan juga Sayuran Segar Indonesia menyebut, setiap 1 persen kenaikan penduduk Tiongkok yang tersebut mengonsumsi durian, akan mendongkrak nilai pelanggan durian 1,7 miliar dolar Amerika Serikat setara Rp27,63 triliun.

Padahal, penduduk negeri Tirai Bambu itu yang mana mengonsumsi durian belum sampai 5 persen. Hal itu berarti peluang pangsa durian sangat besar. Pada 2022, Tiongkok menghabiskan 4,5 miliar dolar Negeri Paman Sam untuk konsumsi durian juga melambung 6,7 miliar dolar Amerika Serikat pada 2023.

Negara Indonesia mempunyai beragam keunggulan untuk mengembangkan peluang kegiatan bisnis durian. “Potensi durian kita sebetulnya ada ke agrotourism,” kata Reza.

Mantan Direktur Studi PT PT Mekar Unggul Sari itu mengatakan, Indonesi mampu memproduksi durian sepanjang tahun akibat iklim tropis dan juga geografis yang tersebut yang tersebut membentang dari Aceh di barat hingga Papua. Musim panen durian dalam berubah-ubah sentra itu juga berbeda-beda.

Setiap Pusat Agrowisata Durian (Durian Agrotourism Centre, DAC) memiliki varietas unggul masing-masing, karakter unik dan juga khas tempat setempat atau miliki Indikasi Geografis (IG).

Hal ini memberikan kesempatan bagi setiap sentra untuk menyita perhatian wisatawan untuk mengunjungi tempat mereka. Selain itu, objek agrowisata dapat dioperasikan oleh kebun dengan ukuran kecil hingga menengah mulai dari 1—25 hektare untuk menyita perhatian pengunjung lokal serta juga turis internasional.

Mereka dapat mengunjungi bermacam agrowisata durian dalam Negara Indonesia setiap ketika sepanjang tahun, tergantung pada musim panen setiap-tiap daerah, dan juga pada pada waktu yang tersebut identik mengunjungi wisata lainnya, seperti budaya, pegunungan, pantai, serta tempat bersejarah.

Penguraian bidang usaha durian juga memberikan efek domino berbentuk jasa lainnya, seperti seperti akomodasi, transportasi, makanan serta minuman, juga cendera mata.

Praktisi pupuk serta tumbuhan hortikultira, Catur Dian Mirzada, memaparkan kunci pada mendirikan durian Nusantara adalah petani cerdas, negara mendukung, kemudian durian Indonesi mendunia.

“Petani sebagai pelaku budi daya harus paham merawat durian (on farm) juga memasarkan (off farm),” kata Marketing Manager produsen pupuk PT Meroke Tetap Jaya itu.

Durian-durian Negara Indonesia harus mempunyai “nama” yang digunakan lebih banyak baik jikalau terdaftar resmi (jaminan dan juga tanggung jawab genetik), harus adaptif, produktif, tersebar, dan juga miliki nilai jual yang dimaksud baik.

Durian unggul idealnya memiliki edible portion atau porsi yang mana sanggup dikonsumsi hingga 40 persen, warna, dan juga rasa yang digunakan menggoda.

“Konsumen dapat ‘mengulang’ enaknya, mudah, juga tersedia. Jangan berubah menjadi durian siluman,” kata Catur. Durian siluman maksudnya saat konsumen hendak mencari kembali, durian itu “menghilang” atau tak tersedia pada pasaran.

Salah satu permasalahan budi daya durian di dalam Tanah Air adalah tingkat keberhasilannya rendah, yaitu hanya saja 30,3 persen.

Penjualan bibit durian bersertifikat setiap tahun rata-rata 1.416.647 batang atau setara penyertaan 14.616,4 ha per tahun. Populasi durian rata-rata 100 flora per ha. Namun, tambahan luas areal panen durian pada 11 tahun terakhir cuma 48.689 ha. Artinya, setiap tahun belaka bertambah 4.426,3 ha.

Permasalahan lain seperti anggaran, sumber daya manusia/tenaga kerja, persoalan budi daya (kebutuhan air, cara memangkas cabang, pengendalian hama kemudian penyakit tanaman, mengatur pupuk organik kemudian pupuk anorganik).

Sekadar contoh, anggaran mengebunkan durian mencapai Rp117.370.000 per hektare per tahun. Petani idealnya menyediakan air selama perkembangan durian (berumur 1—2 tahun) yakni 5 liter per 1 m2 per hari. Namun, saat umur tumbuhan lebih lanjut dari 3 tahun, permintaan itu terpenuhi di 2—3 hari. “Kekurangan dan juga kelebihan penyiraman identik bahayanya,” ujar Catur.

Oleh oleh sebab itu itu, negara harus menggalang riset-riset terkait durian, memproduksi regulasi yang mana mengupayakan perdurianan, kemudian memfasilitasi kegiatan produksi agar lebih tinggi maksimal. Kerja sebanding antara para peneliti, akademikus, dan juga para petani diperlukan untuk menggarap lingkungan ekonomi durian yang digunakan sangat besar.

*) Penulis adalah Ketua 3 Perhorti dan juga dosen di Departemen Bidang Studi Komunikasi Universitas Pakuan.

Editor: Achmad Zaenal M
 

Artikel ini disadur dari Luasnya peluang ekspor durian Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *