Malaya jamin proteksi hak asasi, kesejahteraan pekerja Indonesia

Market38 Dilihat

Kuala Lumpur – Utama Menteri  Anwar Ibrahim memberikan jaminan bahwa Tanah Melayu tetap berjanji meningkatkan pemeliharaan hak asasi serta kesejahteraan pekerja Indonesia yang ada ke negaranya.

“Saya beri jaminan terhadap Ibu Retno (Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi) bahwa Tanah Melayu tetap berazam untuk meningkatkan proteksi hak asasi serta kesejahteraan lebih banyak dari 500.000 pekerja Nusantara di dalam Malaysia,” kata Anwar lewat akun media sosialnya yang dimaksud diakses ke Kuala Lumpur, Rabu.

Isu proteksi pekerja Indonesi di Negara Malaysia itu berubah menjadi salah satu pembahasan penting terkait kepentingan dua negara juga upaya memperkukuh hubungan keduanya.

Retno menemui Awal Menteri Anwar Ibrahim ke Ibu Kota Administratif juga Menlu Negara Malaysia Mohamad Hasan, didampingi Duta Besar RI untuk Tanah Melayu Hermono sama-sama delegasi RI lainnya dalam pertemuan yang berlangsung lebih tinggi dari 30 menit.

Anwar mengutarakan perbincangan juga menyentuh isu Palestina, dalam mana Tanah Melayu kemudian Negara Indonesia setuju memberikan sokongan teguh pada perjuangan menuntut keadilan bagi rakyat Gaza, juga penerimaan Palestina sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sementara itu, terkait dengan isu perbatasan Malaya lalu Indonesia, ia menyatakan keduanya senada untuk semakin intensif mengupayakan serta melakukan diskusi guna mencapai kesepakatan lalu penyelesaian yang digunakan “win-win”, khususnya terkait perbatasan Sabah serta Kalimantan Utara yang tersebut sedang di tahap penyelesaian.

Terkait persoalan penangkapan kapal nelayan yang melibatkan warga Tanah Melayu lalu Indonesia, kedua negara akan menghormati proses hukum yang digunakan sedang berjalan dan juga setiap pembahasan atau permohonan adalah tertakluk pada ketetapan di Nota Kesepahaman (MoU) Common Guidelines.

 Anwar kemudian Retno juga mengkaji isu krisis kemanusiaan yang digunakan mengkhawatirkan ke Myanmar.
 
“Saya nyatakan kesediaan Tanah Melayu bekerja identik dengan Nusantara kemudian Laos untuk meyakinkan kesinambungan di usaha menyelesaikan krisis dan juga mencari solusi damai”.

“Saya juga mengapresiasi ‘sharing’ Ibu Retno tentang pengalaman Tanah Air mengatur ASEAN. Hal ini tentu akan menjadi panduan yang berguna ketika Negara Malaysia menjadi Ketua ASEAN tahun depan,” ujar Anwar.

Retno sebelumnya melakukan reuni dengan Menlu Mohamad Hasan, mendiskusikan status kerja sejenis dua negara sebagai persiapan Pertemuan Komisi Gabungan Kerja Sama Dwi Pihak (JCBC) ke-17 yang digunakan akan diselenggarakan ke Indonesia, dan juga bertukar pandangan terkait isu-isu regional kemudian global.

 

Artikel ini disadur dari Malaysia jamin perlindungan hak asasi, kesejahteraan pekerja Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *