Mandiri Penanaman Modal sarankan alokasi ke reksa dana obligasi di dalam 2024

Bisnis18 Dilihat

IDN Bisnis Namun, tentunya portofolio pembangunan ekonomi harus masih disesuaikan dengan profil risiko setiap investor

Jakarta – PT Mandiri Manajemen Penyertaan Modal (Mandiri Investasi) merekomendasikan pemodal untuk memberikan alokasi tambahan besar pada reksa dana obligasi sebagai antisipasi terhadap peluang penurunan pemuaian kemudian suku bunga acuan di dalam tingkat global pada tahun 2024.

Selain itu, pemodal dapat menambahkan alokasi pada reksa dana saham secara bertahap seiring dengan kemungkinan transformasi minat pemodal global dari bursa saham developed market yang mana mengalami kenaikan pesat pada tahun lalu.

“Namun, tentunya portofolio penanaman modal harus tetap saja disesuaikan dengan profil risiko setiap investor,” ujar Direktur Utama Mandiri Penanaman Modal Aliyahdin Saugi alias Adi di tempat Jakarta, Rabu.

Adi menjelaskan, pemuaian global khususnya Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menurun, sehingga mengupayakan penurunan suku bunga acuan The Fed yang digunakan akan berdampak positif terhadap pangsa obligasi serta kinerja perusahaan-perusahaan, sebab adanya penurunan cost of fund.

“Mandiri Penyertaan Modal mengamati imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun dapat turun ke level 5,75 sampai 6,25 persen, kemudian IHSG berpotensi menyentuh level 8.000 pada akhir 2024,” ujar Adi.

Dari pada negeri, Ia memperkirakan perekonomian nasional berpotensi berkembang positif pada tahun ini, dipicu adanya pemilihan umum (Pemilu), yang mana menggalakkan peningkatan belanja pemerintah juga pihak terkait lainnya.

Anak perniagaan PT Mandiri Sekuritas ini berusaha mencapai dana kelolaan meningkat 10 persen year on year (yoy) pada tahun 2024, yang tersebut ditopang oleh reksa dana terbuka dari kelas aset saham, obligasi juga pangsa uang dan juga barang pembangunan ekonomi alternatif.

“Selain dari peluncuran item baru, kami akan meningkatkan dana kelolaan dari produk-produk eksisting dengan menerapkan fitur share class. Dengan adanya share class, reksa dana kami dapat memenuhi permintaan penanam modal yang mana dinamis secara kompetitif,” ujar Adi.

Pihaknya akan meningkatkan penetrasi pelanggan melalui sinergi Mandiri Group serta meningkatkan pemasaran di tempat Agen Penjual Efek Reksa Dana. “Untuk menjangkau klien di tempat luar Indonesia, kami akan mengoptimalkan subsidiary Mandiri Penyertaan Modal dalam Singapura yaitu Mandiri Investment Management Singapore,” ujar Adi.

Pada akhir 2023, perusahaan bagian Bank Mandiri Group ini mencatatkan total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) senilai Rp43,34 triliun.

Selama tahun 2023, Mandiri Pengembangan Usaha menerbitkan beberapa produk-produk penanaman modal baru, salah satunya item Reksa Dana Skala ETF yang berinvestasi pada saham pada indeks LQ45 yaitu Mandiri ETF LQ45.

Selain itu perseroan memperoleh berbagai penghargaan di pengelolaan investasi, salah satunya sebagai Best Penanam Modal pada ESG Award dari Yayasan SRI KEHATI yang digunakan merupakan bukti dari komitmen perusahaan pada pembangunan ekonomi yang tersebut berkelanjutan.

"Kami bersyukur Mandiri Pengembangan Usaha tetap memperlihatkan dapat bertumbuh serta mempertahankan kedudukan pada 10 besar Manajer Pengembangan Usaha dalam Indonesia,” ujar Adi.

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *