Marbot Lansia Hidup Sebatang Kara Bersandar pada Sepetak Kebun Rempah

Syariah4 Dilihat

IDN Bisnis

Abah Omi, individu lansia dalam Jampang Kulon, Sukabumi, adalah contoh nyata kegigihan di menghadapi kerasnya kehidupan. Di usia 84 tahun, Abah Omi tinggal sendirian dalam sebuah rumah panggung simpel yang tersebut terbuat dari bambu serta kayu.

Sudah 10 tahun lamanya ia hidup sebatang kara pasca kepergian istri lalu anak-anaknya.Rumahnya yang dimaksud sudah ada lapuk serta rutin bocor menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya yang tersebut penuh perjuangan. Setiap hari, Abah Omi harus bertarung melawan tetesan air hujan yang digunakan masuk dari sela-sela genteng yang bolong, sambil menyumbat lubang-lubang yang disebutkan dengan plastik bungkus makanan serta kemasan minuman.

“Di di lokasi ini gak bocor kalau nggak hujan mah, tapi kalau hujan ya bocor. Biasanya abah ke menghadapi naik pakai tangga lalu dibenarkan gentengnya.” jawab Abah Omi pada waktu kelompok berbuatbaik.id menanyakan tentang gentengnya yang mana telah menghitam serta bocor.

Kehidupan sehari-hari Abah Omi juga diwarnai dengan keterbatasan akses air bersih. Setiap harinya, beliau harus berjalan sejauh 100 meter menuju kamar mandi umum di tempat pinggiran sawah untuk mengambil air. Meskipun jalan yang mana dilaluinya berbatu lalu licin, Abah Omi tetap saja bertahan dengan tekad yang mana kuat.

Meskipun terbatas oleh kondisi dunia usaha yang tersebut serba kekurangan, Abah Omi tetap saja gigih di bercocok tanam di dalam kebun rumahnya. Dia merawat tanamannya dengan penuh kasih sayang, tidaklah belaka untuk memenuhi keperluan pribadinya, tetapi juga agar mampu berbagi hasil panen dengan tetangga serta membahagiakan sesama.

Tidak sanggup dipungkiri tubuh Abah semakin hari semakin renta. Laki-laki berumur kepala delapan ini tak sanggup jikalau harus mengurusi kebunnya setiap hari. Alhasil, rumput liar sekarang hampir memenuhi kebunnya bahkan hingga menutupi tumbuhan rempahnya. Bahkan dulu beliau dengan senang hati membantu tetangganya membersihkan kebun namun belakangan kondisinya semakin menurun.

“Pas Abah kuat masih kuat sekarang mah udah nggak bisa, sekarang repot badannya udah nggak kuat, lututnya udah nggak kuat,” jelas Abah Omi.

Di sedang segala keterbatasan dan juga tantangan hidupnya, Abah Omi menjalankan perannya sebagai marbot di dalam Masjid Nurul Huda dengan tulus. Meskipun usianya telah dilakukan mencapai kepala delapan, ia masih dengan setia membersihkan lalu merawat masjid, menciptakan lingkungan ibadah yang dimaksud tenang juga bersih bagi jamaah.

Setiap hari, dengan langkah yang perlahan namun pasti, Abah Omi membersihkan ruang sholat dan juga melipat karpet masjid dengan sepenuh hati, menjadikan masjid tempat yang digunakan bersih dan juga nyaman bagi jamaah.

Abah Omi mulai merasakan kesehatannya menurun. Sakit yang digunakan ia rasakan, teristimewa rasa gatal-gatal yang mana tidak ada tertahankan, membuatnya semakin kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. “Gatal-gatal terus sakit kaya ini nggak sanggup jongkok kalau misalnya kerja ya gini aja posisinya. Jadi kalau ke dokter identik ke rumah sakit serupa anak tetangga juga pada perhatian.” ujar Abah Omi

Di balik hidup yang keras kemudian penuh keterbatasan itu, Abah Omi tetap saja mempertahankan keikhlasan lalu harapan. Dia berdoa agar sanggup terus bertahan di menjalani hidup ini, kemudian bermimpi agar tetap memperlihatkan bisa jadi memberikan kegunaan bagi orang lain.

“Inginnya mah ke surga, nggak mau ke neraka, tergantung yang dimaksud maha kuasa. Semoga diterima Iman Islamnya dengan rajin ke masjid.”

Harapan yang dimaksud menjadi sumber kekuatan bagi Abah Omi di menjalani setiap detik hidupnya. Ia yakin bahwa setiap perjuangan kemudian pengabdian yang ia lakukan akan diberkahi oleh Sang Pencipta, kemudian imannya yang mana teguh juga kebaikannya akan membawanya menuju kebahagiaan yang mana abadi di tempat surga kelak.

Namun, Abah Omi tiada sanggup melalui semua ini sendirian. Dia membutuhkan bantuan kita semua untuk mewujudkan impian serta menjaga keberlangsungan hidupnya. Setiap donasi yang mana diberikan akan membantu memperbaiki rumahnya yang digunakan lapuk, menyediakan akses air bersih yang lebih tinggi mudah, serta memberikan hidup yang tersebut lebih besar layak bagi Abah Omi. Mari bergandengan tangan untuk membantu Abah Omi melalui masa-masa sulitnya.

#Sahabatbaik, setiap donasi akan menghadirkan sinar harapan juga kebahagiaan bagi Abah Omi, juga menjadi bukti nyata dari kebaikan yang mana mampu kita berikan terhadap sesama.

Caranya dimulai dengan klik tombol Donasi Sekarang. Semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke Abah Omi 100% tanpa ada potongan.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *