Memaknai Hari Raya Galungan di tempat Candi Prambanan

Ragam170 Dilihat

IDN Bisnis Yogyakarta – Candi Prambanan yang dimaksud merupakan peninggalan sejarah Hindu pada masa kini dimanfaatkan lokasi peribadatan lalu prosesi peringatan serius hari besar agama. Salah satunya pemanfaatannya adalah pada peringatan tegas Galungan yang digunakan jatuh pada 28 Februari 2024.

Puluhan umat Hindu dari Daerah Istimewa Yogyakarta lalu Jawa Tengah mengikuti prosesi Galungan di area kawasan Candi Prambanan. Ini adalah merupakan  perayaan ketiga kali dalam kawasan candi. Pihak pengelola candi memberikan dukungan terhadap upaya pemanfaatan yang sesuai kaidah pelestarian cagar budaya.

“Upaya pelestarian melalui aktivitas spiritual seperti perayaan Galungan ini menyokong pengembangan pariwisata berkualitas. Ritual yang tersebut berjalan khidmat lalu sakral, menghadirkan pengalaman otentik dan juga pengalaman berkesan untuk umat yang dimaksud hadir,” kata I Gusti Putu Ngurah Sedana pada Prambanan, General Manager Prambanan & Ratu Boko, Rabu, 28 Februari 2024.

Perayaan Galungan pada Candi Prambanan ini terlaksana melawan kolaborasi antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Warga (Bimas) Hindu Kementerian Agama RI dengan Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan; Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X; Bimas Hindu Kanwil Kemenag DI Yogyakarta; PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan serta Ratu Boko; juga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DI Yogyakarta lalu Jawa Tengah. 

Kegiatan ini disertai oleh puluhan umat Hindu yang berasal dari berbagai tempat meliputi, Gunung Kidul, Yogyakarta, Sleman, Bantul, Klaten kemudian Boyolali. Momen ini untuk memperingati terciptanya alam semesta dan juga ucapan syukur melawan apa yang mana telah diberikan Sang Hyang Widhi Wasa diadakan dengan menghaturkan persembahan kemudian persembahyangan dari zona utama Candi Prambanan.

Seremoni perayaan Galungan ini meminta umat untuk bersyukur berhadapan dengan kemenangan Dharma (kebenaran) pada melawan Adharma (kejahatan) melalui restu Sang Hyang Widi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Momentum Galungan juga menggerakkan umat menjalani hidup yang dimaksud terbaik, baik bagi sesama manusia maupun bagi alam semesta.

Umat Hindu melaksanakan persembahyangan hari suci Galungan di area pelataran Candi Prambanan melalui prosesi yang tersebut difokuskan pada pembersihan candi melalui sarana sesaji juga tirta penglukatan. Setelah itu, para pemangku menghaturkan sesaji dalam bilik candi, juga dilanjutkan dengan persembahyangan bersama. 

Pembimas Hindu Daerah Istimewa Yogyakarta Didik Widya Putra menerangkan Hari Raya Galungan yang menurut lontar Purana Bali Dwipa pertama kali dirayakan pada hari Purnama Kapat (Budha Kliwon Dungulan) pada tahun 882 Masehi atau tahun Saka 804 ini, dimaknai sebagai hari kemenangan bagi Dharma (Kebaikan) melawan aDharma (Keburukan). Hari di area mana umat merayakannya dengan menghaturkan puja dan juga puji syukur kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa.

“Inti dari Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran serta pendirian yang digunakan terang. Bersatunya rohani serta pikiran yang mana terang inilah wujud dharma pada diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma. Dari konsepsi lontar Sunarigama inilah didapatkan kesimpulan bahwa hakikat Galungan adalah merayakan menangnya dharma melawan adharma,” kata dia.

MUH SYAIFULLAH 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *