Mengoptimalkan aliran sungai perkotaan di Garut untuk budi daya ikan

Bisnis20 Dilihat

Garut – Lain dulu, lain sekarang. Aliran Sungai Cimaragas ke Kampung Dayeuh Handap,  Kota Garut, Jawa Barat, sekarang bukan lagi kumuh oleh sebab itu sampah maupun tersumbat akibat sedimentasi.

Air Subgai Cimaragas kini mengalir lancar, bersih, kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk budi daya ikan.

Aliran air yang mana melintasi Daerah Perkotaan Garut itu bersumber dari Sungai Cimaragas dengan hulunya di dalam Gunung Cikuray, gunung terbesar pada Kota Garut yang selama ini juga menjadi hulu Sungai Cimanuk yang tersebut mengalir sangat jauh sampai ke Indramayu wilayah utara Provinsi Jawa Barat.

Aliran Sungai Cimaragas melintasi pemukiman penduduk ke Kampung  Dayeuh Handap sepanjang satu kilometer,    kemudian  mengalir ke kelurahan lain dan  berakhir ke Sungai Cimanuk, sungai terbesar ke Garut.

Publik setempat mengungkapkan  bahwa aliran air Cimaragas belum pernah kering, walau pada waktu musim kemarau.

Selama ini aluran Sungai Cimaragas  untuk mengairi areal pertanian.  Warga saat ini berkeinginan tidak ada semata-mata untuk pertanian, tapi juga dimanfaatkan untuk budi daya ikan.

Pemanfaatan aliran air yang dimaksud agar layak bermetamorfosis menjadi tempat budi daya ikan itu tidaklah mudah, tapi butuh komitmen kemudian kekompakan semua elemen komunitas di dalam sekitar aliran sungai. Mereka harus mau bekerja identik menjaga kebersihan air, minimal tak membuang sampah ke irigasi.

Serikandi-Biru

Perjuangan rakyat secara gotong royong itu akhirnya membuahkan hasil. pemerintahan Kota Garut melirik kampung yang disebutkan untuk dijadikan posisi pencanangan kegiatan Sistem Usaha Perikanan Mandiri melalui Budidaya Ikan di dalam Perairan Umum (Serikandi-Biru).

Aliran  Sungai Cimaragas dalam Kampung Dayeuh Handap itu merupakan salah satu area yang dimaksud dipilih sebagai tempat percontohan budi daya ikan pada perairan umum. Kampung di kawasan perkotaan itu salah satu dari 10 posisi perairan umum pada Garut yang digunakan masuk di acara Serikandi-Biru.

Dinas Perikanan serta Peternakan (Diskannak) Kota Garut yang digunakan berubah menjadi pencetus inisiatif Serikandi-Biru  secara resmi menjadikan Kampung Dayeuh Handap sebagai area percontohan budi daya ikan untuk ketahanan pangan masyarakat.

Peluncuran Serikandi-Biru itu disambut antusias. Dua ribuan ikan tawar jenis mas serta nila ditebar  sebagai tahap awal untuk sanggup bertambah di perairan Sungai Cimaragas, pada Senin, 13 Mei 2024.

Diskannak Garut menjalankan inisiatif itu untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kaum perempuan yang dimaksud tergabung di kelompok wanita tani (KWT). Perempuan pada kawasan sekitar irigasi itu dibimbing kemudian dilatih untuk budi daya ikan skala kecil dengan memanfaatkan saluran irigasi, sungai, atau selokan sebagai perairan umum ke sekitar lingkungan.

Tujuan dari kegiatan itu untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kaum perempuan, melalui perniagaan budi daya perikanan skala kecil dengan memanfaatkan saluran irigasi, sungai, atau selokan sebagai perairan umum di sekitar lingkungan.

Mereka yang mana tergabung di satu kelompok kegiatan budi daya itu berjumlah 20 penduduk yang tersebut dibagi setiap perannya agar kegiatan yang dimaksud mampu berjalan sesuai harapan. Komunitas yang terlibat akan bertanggung jawab pada pengelolaan ikan tersebut.

"Di samping cara budi daya ikannya, kita juga melatih ibu-ibu cara pembenihannya. Kita berharap secara kemandirian, tak lagi tergantung terhadap pemerintah," kata Kepala Diskannak Garut, Beni Yoga Gunasantika.

Potensi Irigasi

Setelah inisiatif budi daya ikan di wilayah itu berhasil, Diskannak Garut rencananya akan menerapkan pada aliran Sungai Cimaragas dalam kampung lainnya dalam Kota Garut, sehingga semakin berbagai kelompok wanita untuk budi daya ikan.

Tahap pertama kawasan Dayeuh Handap bermetamorfosis menjadi sentral untuk bersama-sama antar- instansi serta rakyat untuk terus menyimpan kebersihan air sungai agar aliran air ke wilayah perkotaan berikutnya dapat masih bersih serta layak dijadikan posisi budi daya ikan.

Sungai yang mana mengalir sepanjang 12 km pada kawasan perkotaan Garut dinilai cocok untuk inisiatif Serikandi-Biru. Apalagi ditunjang keadaan Garut yang digunakan miliki iklim yang digunakan cocok untuk budi daya ikan.

Dalam acara itu, Diskannak Garut menyiapkan pasukan untuk melakukan pendampingan lalu memberikan pengetahuan untuk rakyat sekitar perairan umum tentang cara budi daya ikan. Kemudian, juga pengolahan sampah organik untuk pakan ikan, sehingga tiada ketergantungan pada pakan ikan pabrikan.

Selain itu, pemerintah area pada menyukseskan acara yang dimaksud menyiapkan mitra yang mana siap menampung hasil produksi ikan dari budi daya ke aliran sungai, sehingga komunitas tidaklah wajib takut kesulitan mencari pangsa untuk menjualnya.

"Jadi kita lakukan pendampingan untuk masyarakat, bagaimana budi daya ikan, bagaimana memproduksi pakan, dan juga sampai menyiapkan mitra untuk menampung hasil dari budi daya ikan dalam sana," katanya.

Inisiatif Serikandi-Biru itu tiada semata-mata untuk memacu warga memanfaatkan nilai ekonomi perairan umum, tapi mampu memberikan sumbangan memenuhi keperluan nilai gizi protein hewani bagi warga pada rangka mempertahankan ketahanan pangan masyarakat.

Budi daya ikan  tidak menghabiskan anggaran yang besar. Untuk kegiatan pada Dayeuh Handap  dialokasikan anggaran sebesar Rp16 jt untuk keperluan benih ikan, penyekatan dan juga administrasi lainnya.

Anggaran yang tersebut relatif kecil itu,  diharapkan efeknya dirasakan dengan segera oleh masyarakat, yakni mempunyai lingkungan aliran air yang dimaksud bersih, serta juga bisa saja mendapatkan ikan dengan sederhana lalu diskon yang dibudidayakan pada wilayah itu.

"Tentu harapan kita ini bisa jadi memenuhi pemenuhan keinginan gizi hewani yang digunakan bersumber dari ikan ya, yang mana keduanya ini menurunkan nomor stunting dalam Kota Garut, yang dimaksud ketiga tentu ini akan menumbuhkan kelompok bidang usaha kegiatan ekonomi produktif," katanya.

Terus berlanjut

Proyek pemanfaatan aliran sungai untuk budi daya ikan masyarakat di rangka mempertahankan ketahanan pangan kemudian pemenuhan gizi rakyat itu mendapatkan perhatian dari Penjabat Kepala Daerah Garut Barnas Adjidin.

Barnas yang  hadir segera di peluncuruan kegiatan yang dimaksud mengemukakan bahwa keadaan air  Sungai Cimaragas kini telah bersih.

Upaya kerja keras masyarakat membersihkan sampah di dalam sepanjang aliran Sungai Cimaragas harus didukung penuh oleh semua satuan kerja perangkat daerah.  Tingkat air dan juga lingkungan di Dayeuh Handap diharapkan masih asri, indah, serta budi daya ikannya terus berjalan.

Banyak kegunaan dari aliran sungai yang digunakan bersih, yakni tidak ada belaka untuk kegiatan budi daya ikan, dan juga mempertahankan ketahanan pangan masyarakat, tapi akan berdampak luas pada sektor lainnya seperti kebugaran lingkungan juga juga menjadi destinasi wisata.

Kepala Daerah mengapresiasi inisiatif yang mana dijalankan oleh Diskannak Daerah Garut itu, akibat tujuannya miliki dampak yang dimaksud luar biasa bagi ketahanan pangan keluarga, 
dan juga melahirkan sistem usaha perikanan mandiri bagi rakyat melalui budi daya ikan di perairan umum.

Dukungan masyarakat

Semangat masyarakat mewujudkan irigasi bersih ternyata tak terlepas dari adanya sosok tokoh masyarakat Dayeuh Handap sebagai salah satu inisiator yang mana menormalisasikan irigasi Sungai Cimaragas agar terbebas dari sampah, maupun sedimentasi.

Dia adalah Sani Zulkarnain, pria berusia 54 tahun itu sejak menjabat sebagai Ketua RW pada 2016  sudah ada mulai  menggerakkan penduduk untuk rutin membersihkan air sungai  agar tiada kumuh, sehingga lingkungan bersih, indah, dan juga nyaman.

"Berkat gotong royong masyarakat membersihkan sampah, juga mengeruk sedimentasi, sekarang ini kondisinya telah baik, juga sudah ada bisa saja ditebar ikan," kata Sani sambil menunjukkan keberadaan ikan yang tersebut sekarang ini bisa jadi hidup di dalam aliran irigasi itu.

Sani sama-sama warga lainnya memiliki tekad untuk mengatasi irigasi menjadi ruang yang mana banyak memberikan manfaat, salah satunya dapat untuk budi daya ikan air tawar yang dimaksud memiliki nilai ekonomi, dan juga juga bisa saja untuk ketahanan pangan komunitas setempat.

Aksi perhatian Sani dengan penduduk lainnya itu terus direalisasikan selama bertahun-tahun, teristimewa yang digunakan cukup lama itu melindungi komitmen juga menyadarkan kebiasaan rakyat untuk tidaklah membuang sampah ke aliran sungai.

Pada peluang peluncuran Serikandi-Biru itu mampu jadi puncak harapan Sani dengan penduduk lainnya yang selama bertahun-tahun ini berjuang melindungi kebersihan air, kemudian saat ini masyarakat di dalam sepanjang aliran irigasi terlihat tersenyum bahagia, kemudian mulai menyadari arti sumber daya alam yang dimiliki dapat memberikan sejumlah manfaat.

Upaya Sani tiada cuma cukup sampai di situ, pandangannya ke depan apabila ikan yang mana ditebar ketika ini habis, ia bersedia menyumbang ikan untuk ditebar agar masyarakat terus bisa jadi menikmati pemandangan riuhnya ikan.

"Kalau misalkan nanti habis ikannya, kita tebar lagi, bila wajib ikan yang punya saya pada balong (kolam) silakan pakai, kita cari dukungan agar budi daya ikan ini tetap berjalan, serta warga mampu enteng dapat ikan untuk keperluan gizinya," kata Sani yang merupakan anggota Polri berpangkat Aiptu itu.

Pemanfaatan perairan umum itu berjalan oleh sebab itu adanya sinergi  pemerintah dengan masyarakat, seperti yang dilaksanakan masyarakat Kampung Dayeuh Handap sanggup berubah menjadi contoh bagi tempat lain.

Dengan tekad yang tersebut kuat, juga dijalankan bersama, tentu membuahkan hasil. Sungai Cimaragas yang digunakan tadinya kumuh lalu berbagai sampah, sekarang ini sanggup memberikan manfaat,. memanjakan pemandangan dan juga bisa jadi untuk budi daya ikan.
 

Pejabat pemerintah wilayah kemudian warga menebar ikan di dalam aliran irigasi Sungai Cimaragas yang bersih lalu bisa saja dimanfaatkan untuk budi daya ikan di Kampung Dayeuhandap, Kelurahan Perkotaan Kulon, Kecamatan Garut Kota, Daerah Garut, Jawa Barat, Hari Senin (13/5/2024). (ANTARA/HO-Diskominfo Garut)

Artikel ini disadur dari Memanfaatkan aliran sungai perkotaan di Garut untuk budi daya ikan

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *