Membangun kemandirian pangan nasional

Finansial26 Dilihat

IDN Bisnis Ibukota Indonesia – Saat ini, kenaikan nilai beras masih terjadi, bahkan diperkirakan akan segera berlanjut pada beberapa waktu ke depan. Sementara naiknya harga beras diproyeksikan  cenderung menurunkan seiring dengan peningkatan produksi dengan memasuki musim panen pada April hingga Mei 2024.

Pada Februari 2024, komoditas beras masih menjadi penyumbang kenaikan harga bulanan terbesar, dengan andil inflasi nasional 0,21 persen. Bahkan hampir semua provinsi mengalami naiknya harga beras.

Kenaikan nilai beras yang digunakan sudah pernah terjadi beberapa bulan ini menjadi salah satu tantangan yang tersebut menggerus daya beli masyarakat. Inflasi beras ini berdampak sangat signifikan khususnya bagi rumah tangga miskin, oleh sebab itu 50 persen tambahan pendapatannya dialokasikan untuk konsumsi pangan.

Sehingga pemuaian beras akan meningkatkan pengeluaran rumah tangga warga miskin, dan juga hal itu berpotensi untuk menghasilkan mereka itu tambahan miskin.

Untuk menstabilkan biaya beras kemudian menegaskan pasokannya masih terjaga, pemerintah melakukan berbagai upaya, di area antaranya meningkatkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan kemudian Harga Pangan (SPHP) dari 150 ribu ton menjadi 250 ribu ton untuk memenuhi keinginan masyarakat.

pemerintahan Indonesia juga bekerja mirip dengan pemangku kepentingan terkait di mengatasi gejolak nilai tukar beras, seperti sinergi  pengendalian inflasi  dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat juga Daerah (TPIP dan juga TPID) melalui Inisiatif Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di area berbagai daerah.

pemerintahan juga menempuh langkah impor. Pada Januari 2024, pemerintahan sudah mengimpor 2,5 jt ton beras guna menjaga ketersediaan pasokan lalu cadangan beras pemerintah (CBP).

eksekutif kemudian menambah impor 1,6 jt ton beras untuk memenuhi permintaan domestik oleh sebab itu masa panen padi mundur yang mana semula diperkirakan pada Maret-April 2024. Hal itu dilaksanakan untuk membantu upaya menjaga stabilitas nilai secara keseluruhan.

Dengan meninjau kondisi kenaikan harga ini, penting sekali miliki kemandirian dan juga ketahanan pangan teristimewa beras. Pada 1984, Indonesia pernah mencatatkan sejarah dengan swasembada pangan oleh sebab itu berhasil memproduksi beras hingga 27 jt ton, sedangkan konsumsi beras di negeri sebanyak 25 jt ton.

Namun, setelahnya itu, swasembada pangan menjadi hal yang tersebut ingin diraih Indonesia kembali. Ketika mencapai swasembada pangan, pemerintah dan juga warga tak perlu khawatir dengan ketersediaan pasokan beras.

Untuk itu, dibutuhkan terobosan pengembangan serta langkah konkrit untuk memaksimalkan produksi padi dan juga meningkatkan produktivitas lahan pertanian dikarenakan lahan pertanian sudah ada semakin menyusut dari masa ke masa.

Seiring berjalannya waktu, beberapa jumlah lahan pertanian sudah beralih fungsi antara lain menjadi lahan permukiman serta industri. Sementara, peningkatan penduduk terus meningkat, bahkan pada 2024 tercatat ada sekitar 279 jt jiwa. Itu berarti keinginan pangan pun meningkat seiring bertambahnya penduduk Indonesia.

Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik (ST2023), jumlah agregat usaha pertanian pada Indonesia pada 2023 tercatat sebanyak 29.360.833 unit perniagaan yang tersebut didominasi oleh Usaha Pertanian Perorangan (UTP) sebanyak 29.342.202 unit atau 99,94 persen.

Salah satu upaya peningkatan produktivitas pertanian secara signifikan yang dimaksud diadakan Kementerian Pertanian adalah dengan optimasi lahan rawa untuk meningkatkan kemandirian pangan.

Sebanyak 81 ribu hektare lahan rawa di dalam Kalimantan Tengah dialokasikan pemerintah untuk dioptimasi sebagai langkah meningkatkan produktivitas padi.

Upaya yang dimaksud diadakan dengan meningkatkan efisiensi pemanfaatan air kemudian menghurangi risiko banjir atau genangan air yang dapat merusak vegetasi pertanian.

Benih-benih berkualitas sudah dihasilkan oleh para penemu serta peneliti di negeri. Benih yang digunakan tahan iklim diharapkan juga dapat diciptakan untuk mengantisipasi pembaharuan iklim. Optimalisasi lahan pertanian pun perlu ditingkatkan.

Insentif benih gratis juga diberikan terhadap petani yang mana mau melakukan perluasan. Selain itu, pemerintah meningkatkan jumlah keseluruhan anggaran pupuk sebesar Rp14 triliun agar petani tidaklah perlu khawatir akan ketersediaan pupuk. Pupuk subsidi pun ditambah dari yang volumenya sebanyak 4,7 jt ton agar menjadi 7,5 jt ton.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, swasembada pangan menjadi solusi jangka panjang sehingga biaya beras bisa jadi terkendali kemudian ketersediaan pasokan terus terjamin.

Jika mampu memproduksi beras sendiri  guna memenuhi permintaan domestik, maka harga jual beras akan tambahan mudah terjaga. Pemenuhan permintaan pangan publik melalui produksi domestik, menjadi kunci penting pada memverifikasi suplai atau stok beras aman bagi masyarakat.

Selain swasembada beras melalui peningkatan produksi beras, upaya berikutnya untuk mengendalikan tarif beras adalah memverifikasi kelancaran distribusi beras. Jika distribusi beras pada luar Jawa terlambat, maka itu akan berpotensi untuk meningkatkan nilai tukar beras.

Biaya transportasi juga harus dijaga lantaran tingginya biaya transportasi akan berpengaruh pada kenaikan tarif komoditas juga.

Diversifikasi pangan

Di sedang kenaikan nilai tukar beras yang masih terjadi, eksekutif dapat menggerakkan diversifikasi pangan untuk menghurangi ketergantungan pada beras.

Pangan lokal beraneka ragam. Tidak semata-mata beras. Pilihan lainnya dapat berbentuk singkong, jagung, kentang, dan juga sorgum.

Diversifikasi pangan merupakan upaya untuk mengupayakan warga tak hanya saja berfokus pada satu jenis pangan belaka tapi dapat memvariasikan makanan pokok yang dikonsumsi.

Sementara itu,  peneliti di tempat Pusat Investigasi Kependudukan Badan Investigasi serta Inovasi Nasional (BRIN), Yanu Endar Prasetyo, mengemukakan bahwa pangan non-beras serta pangan lokal harus dapat dihadirkan kembali ke meja-meja makan lalu piring warga, agar ketergantungan pada beras pelan-pelan dikurangi.

Bantuan sosial pada bentuk beras semestinya mulai dialihkan di bentuk tunai agar penduduk bisa jadi membelanjakan uang yang disebutkan untuk komponen konsumsi lainnya.

Di sisi lain, pangan lokal berbasis sagu telah lama ada juga dikonsumsi oleh masyarakatnya. Tapi sekarang terancam dengan makanan-makanan instan juga impor terigu.

Tetapi apabila ingin produktivitas juga produksi beras sesuai dengan keinginan nasional, maka pemerintah harus memperkuat produsen atau petani mulai dari ketersediaan benih, pupuk, bantuan sarana produksi dan juga subsidi lainnya yang mana lebih lanjut tepat sasaran.

Alih fungsi lahan yang menyebabkan menyempitnya lahan sawah juga harus diatasi. Belum lagi persoalan adaptasi juga mitigasi pembaharuan iklim juga perlu menjadi prioritas pemerintah.

Perlu kerja sebanding juga dengan lapangan usaha agar produk-produk pangan non-beras dapat dipasarkan lebih banyak luas lalu terjangkau oleh masyarakat.

Lebih dari itu, harus ada good will dari pemerintah untuk melakukan swasembada beras. Karena, perlu diingat bahwa impor hanya saja sebagai solusi sementara juga akan menambah beban belanja negara.

Kemampuan produksi di negeri sendiri pun harus ditingkatkan sehingga bukan bergantung pada negara lain. Jika negara produsen beras menghentikan keran impornya, maka negara pengimpor akan terdampak.

Dengan upaya yang mana simultan dari berbagai pihak terkait, maka bukan mustahil bagi  Indonesia yang digunakan merupakan agraris akan mampu mewujudkan kemandirian pangan di menopang ketahanan pangan nasional. 

Dengan terciptanya ketahanan pangan maka pangan menjadi cukup tersedia baik jumlah agregat maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, juga merata.  Selain itu,  ketahanan pangan juga mencakup keterjangkauan serta tiada bertentangan dengan agama, keyakinan, juga budaya masyarakat, guna bisa jadi hidup sehat, aktif, produktif secara berkelanjutan.
 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *