Mendag memusnahkan baja tulang tak sesuai SNI senilai Rp257 miliar

Bisnis17 Dilihat

Risikonya kalau tidak ada memenuhi SNI tentu berbahaya, kalau jalan dapat miring, kalau binaan mampu roboh, dan juga akan merugikan konsumen.

Serang, Banten – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memusnahkan item baja tulangan beton yang tersebut tiada sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) seberat 27.078 ton atau senilai Rp257.237.836.978 yang digunakan diproduksi oleh PT Hwa Hok Steel, pada Cikande, Serang, Banten.

Ia memaparkan pemusnahan itu dikerjakan pihaknya terhadap 3,6 jt batang baja tulang, dikarenakan menurutnya, komoditas yang mana tak sesuai standar mutu nasional itu sangat membahayakan konsumen bila sampai dipakai untuk konstruksi.

"Risikonya kalau tidaklah memenuhi SNI tentu berbahaya, kalau jalan dapat miring, kalau bangunan sanggup roboh, dan juga akan merugikan konsumen," kata Mendag ketika peninjauan pemusnahan, di dalam Serang, Banten, Jumat.

Mendag Zulhas menjelaskan awal mula temuan hasil yang tak sesuai SNI itu berdasarkan pengawasan khusus dari Direktorat Jenderal Perlindungan Customer serta Tertib Niaga (PKTN) pada 6 Maret lalu. Dari hasil inspeksi, item yang mana dihasilkan oleh perusahaan Hwa Hok Steel tak memenuhi standar nasional.

Oleh akibat itu, menurut Mendag, penindakan pemusnahan barang, telah sesuai dengan aturan yang mana berlaku.

"Perlu direalisasikan penertiban bagi pelaku perniagaan yang mana tidaklah bertanggung jawab memproduksi barang yang tersebut tidaklah sesuai dengan SNI, kan bahaya," kata ia lagi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan selain dapat membahayakan konsumen, produksi baja tulang tak sesuai standar juga bisa saja merobohkan perekonomian nasional. Hal yang dimaksud dikarenakan dapat mengganggu produksi dari Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Krakatau Steel.

"Kalau di dalam negara lain sektor ini udah ga boleh dikarenakan ia akan memberikan polusi yang mana sangat besar, tapi kita demi pembangunan ekonomi begitu masih diperbolehkan, makanya sejumlah dari Tiongkok yang dimaksud pindah ke negara kita. Tapi masih melanggar SNI, sehingga mampu mengganggu sektor pada negeri satu di antaranya seperti Krakatau Steel," ujar Mendag pula.

Artikel ini disadur dari Mendag memusnahkan baja tulang tak sesuai SNI senilai Rp257 miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *