Mendag minta pelaku UMKM ajukan sertifikasi halal secara berkelompok

Bisnis14 Dilihat

Saya usul itu melalui Pak Kepala Badan (Badan Penyelenggara Garansi Sistem Halal/BPJPH Muhammad Aqil Irham) melalui asosiasi. Jadi asosiasi bertanggung jawab pada anggotanya,

Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengajukan permohonan para pelaku usaha mikro kecil kemudian menengah (UMKM) mengajukan sertifikat halal secara berkelompok atau melalui asosiasi untuk memudahkan langkah-langkah verifikasi.

Zulkifli mengatakan, UMKM mengalami kendala ketika harus mendaftarkan produknya untuk mendapat sertifikat halal. Asosiasi atau kelompok dapat mengakomodir semua persyaratan yang digunakan dibutuhkan.

"Saya usul itu melalui Pak Kepala Badan (Badan Penyelenggara Pemastian Layanan Halal/BPJPH Muhammad Aqil Irham) melalui asosiasi. Jadi asosiasi bertanggung jawab pada anggotanya," ujar Zulkifli dalam Jakarta, Selasa.

Kewajiban sertifikasi halal bagi UMKM diundur dari Oktober 2024 berubah menjadi 2026, untuk menguatkan sosialisasi juga literasi para pelaku bisnis terkait kebijakan ini.

Menurut Zulkifli, kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, kelompok pedagang, maupun asosiasi untuk melakukan sertifikasi. "Dua tahun ini atau tahunan dipergunakan untuk mempercepat memberikan pada asosiasi-asosiasi," katanya.

Kementerian Koperasi kemudian UKM akan mengawal kewajiban sertifikasi halal bagi UMKM yang diundur dari Oktober 2024 berubah menjadi 2026, diantaranya menguatkan sosialisasi serta literasi para pelaku usaha terkait kebijakan ini.

"Sehingga pelaku UMKM bisa saja lebih tinggi mudah, cepat, agresif untuk mampu terlibat pada inisiatif ini untuk mendaftar diri," ujar Staf Ahli Menteri Koperasi kemudian UKM Riza Damanik.

Ia menambahkan Kemenkop UKM juga akan berkoordinasi dengan pemerintah area untuk memvalidasi serta meningkatkan kekuatan data UMKM yang tersebut membutuhkan sertifikasi halal.

Riza meyakini bahwa dengan literasi yang tersebut kuat terkait sertifikasi halal, semua isu serta permasalahan yang mana terkait dengan hal yang dimaksud dapat diselesaikan tuntas pada 2026.

eksekutif mengundur kewajiban sertifikasi halal bagi produk-produk bidang usaha mikro serta kecil (UMK), dari semula Oktober 2024 berubah menjadi Oktober 2026. Hal ini berlaku dalam antaranya untuk hasil UMK makanan kemudian minuman, obat tradisional, herbal, item kimia kosmetik.

Sementara itu, tenggat waktu wajib sertifikasi halal untuk produk-produk dari bidang usaha kategori menengah juga besar terus Oktober 2024.

Artikel ini disadur dari Mendag minta pelaku UMKM ajukan sertifikasi halal secara berkelompok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *